Path: TopMemberyatir@lib.itb.ac.id

PROSES TRANSFORMASI BUDAYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERGESERAN NILAI-NILAI ESTETIK DESAIN DI INDONESIA PERIODE 1900 -1990AN

Master Theses from / 2006-02-24 10:34:55
Oleh : Agus Sachari, S2 - Design
Dibuat : 1994-05-18, dengan 1 file

Keyword :

Transformasi budaya di Indonesia
Nomor Panggil (DDC) : T 745.4 SAC
Sumber pengambilan dokumen : 20051291

Abstrak:


Transformasi budaya di Indonesia telah berlangsung atas tiga tahap: pertama, dari kebudayaan Jawa primitif ke arah terbentuknya format kebudayaan Jawa-Hindu-Budha; kedua, dari kebudayaan Jawa-Hindu-Budha ke arah format terbentuknya kebudayaan Jawa-Hindu-Islam (kebudayaan "lokal") . Ketiga, bertemunya kebudayaan "lokal" dengan kebudayaan Kolonial (Portugis, Inggris dan Belanda) mengalami "schock "karena berbeda karakteristiknya. Baru pada akhir abad ke-19 mulai terjadi "dialog" antara dua kebudayaan itu yang ditandai oleh lahirnya Budi Utomo, Sumpah Pemuda dan pelbagai pergolakan politik modern.



Transformasi budaya secara teoritis diartikan sebagai suatu proses "dialog" yang terus menerus antara kebudayaan "lokal" dengan kebudayaan "donor", sampai tahap tertentu membentuk proses "sintesa" dengan pelbagai wujud yang akan melahirkan "format akhir" budaya yang mantap. Dalam proses "dialog", "sintesa" dan pembentukan "format akhir" tersebut didahului oleh proses inkulturasi dan akulturasi.





"Dialog" yang terjadi pada akhir abad ke 19 membangun perubahan sistem nilai dalam pelbagai bidang kehidupan, baik politik, pola pikir, ekonomi, gaya hidup, pendidikan hingga kebiasaan (adat). Kenyataan itu menciptakan pergeseran nilai-nilai estetik desain hingga tahun 1990-an yang dapat diamati pada karya, pemikiran, pendidikan dan tokohnya.





Dengan demikian adanya pergeseran nilai estetik karya desain dapat dijadikan indikasi adanya proses transformasi budaya Indonesia secara keseluruhan.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:


Transformasi budaya di Indonesia telah berlangsung atas tiga tahap: pertama, dari kebudayaan Jawa primitif ke arah terbentuknya format kebudayaan Jawa-Hindu-Budha; kedua, dari kebudayaan Jawa-Hindu-Budha ke arah format terbentuknya kebudayaan Jawa-Hindu-Islam (kebudayaan "lokal") . Ketiga, bertemunya kebudayaan "lokal" dengan kebudayaan Kolonial (Portugis, Inggris dan Belanda) mengalami "schock "karena berbeda karakteristiknya. Baru pada akhir abad ke-19 mulai terjadi "dialog" antara dua kebudayaan itu yang ditandai oleh lahirnya Budi Utomo, Sumpah Pemuda dan pelbagai pergolakan politik modern.



Transformasi budaya secara teoritis diartikan sebagai suatu proses "dialog" yang terus menerus antara kebudayaan "lokal" dengan kebudayaan "donor", sampai tahap tertentu membentuk proses "sintesa" dengan pelbagai wujud yang akan melahirkan "format akhir" budaya yang mantap. Dalam proses "dialog", "sintesa" dan pembentukan "format akhir" tersebut didahului oleh proses inkulturasi dan akulturasi.





"Dialog" yang terjadi pada akhir abad ke 19 membangun perubahan sistem nilai dalam pelbagai bidang kehidupan, baik politik, pola pikir, ekonomi, gaya hidup, pendidikan hingga kebiasaan (adat). Kenyataan itu menciptakan pergeseran nilai-nilai estetik desain hingga tahun 1990-an yang dapat diamati pada karya, pemikiran, pendidikan dan tokohnya.





Dengan demikian adanya pergeseran nilai estetik karya desain dapat dijadikan indikasi adanya proses transformasi budaya Indonesia secara keseluruhan.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS2 - Design
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1:
    Imam Buchori Z.,Prof

    Pembimbing 2:
    Yuswadi Saliya,Ir.MA

    Pembimbing 3:
    Widagdo, Drs.Dipl.Inn.Arch

    Scan:
    Yati Rohmah
    (24-02-2006)

    , Editor: yatir@

File PDF...