Path: TopMembercecep@unix.lib.itb.ac.id

COMPACTION AND CBR STRENGTH CHARACTERISTICS OF KARIMUN ISLAND GRANITE MIXED WITH SURALAYA PULVERISED FUEL ASH

Master Theses from / 2005-02-11 22:55:28
Oleh : Teddy Erwanto, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1992-00-00, dengan 1 file

Keyword : Road construction, pulverised fuel ash , CBR strength testing.
Nomor Panggil (DDC) : T 625.733 ERW
Sumber pengambilan dokumen : 1992/0735

Currently access road construction for oil field exploration carried out by LASMO in Riau Province, Sumatra, involves use of crusher run granite transported in from Karimun Island to the east. Various ways of possibly reducing the cost of the roads without incurring an unacceptable loss in performance have been under consideration, including partial replacement by PFA, the object of this study. PFA was obtained from Suralaya Power Station, the source of the parent coal being from Bukit Asam in Sumatra. After initial classifications it was then mixed in varying proportions with the Karimun crusher run granite. The various mixes were then subject to a number of tests involving grading specific gravity, compaction using both standard and modified conditions, and CBR strength testing. Effects such as delay in compaction after initial mixing, soaking and curing time were evaluated. It was found that the maximum dry density was achieved at a PFA content of 5 % , this being ascribed to the PFA just filling void spaces, additional quantities of PFA thereafter replacing the heavier granite and causing a reduction in maximum dry density. The corresponding optimum moisture content was 5.5 The strongest mix, in term of CBR strength, was obtained when the PFA content was 15 % with a minimum curing period of 14 days. The PFA was found to exhibit beneficial pozzolanic behaviour. The heavier compactive effort, i.e modified compared with standard, produced a higher strength . Soaking for 4 days resulted in a loss in strength. Little difference in strength resulted whether method B or method I) of the standard tests designation was used , and delay in compaction after initial mixing (for 24 hours) was not found to be significant in term of CBR strength. Increasing the number of blows in compaction caused an increase in CBR and dry density values.

Deskripsi Alternatif :

Pada saat ini, pembuatan jalan penghubung sebagai prasarana ekplorasi minyak yang dilaksanakan oleh LASMO di propinsi Riau, Sumatra, menggunakan batu granit pecah yang diangkut dari pulau Karimun ke bagian timur. Telah di pertimbangkan berbagai macam kemungkinan untuk menurunkan biaya pembangunan jalan tanpa penurunan kemampuan yang berarti dari mutu konstruksi jalan itu sendiri, termasuk pertimbangan penggunaan pulverised fuel ash (PFA) sebagai bahan pengganti (sebagian), yang merupakan sasaran dari penelitian / studi ini. PFA diperoleh dari Stasiun Pembangkit Tenaga Listrik Suralaya, dimana batu bara nya diperoleh dari Bukit Asara di Sumatra Setelah dilakukan klasifikasi awal, kemudian dicampur dengan granit pecah pulau Kariraun dalam beberapa proporsi kemudian pada beberapa campuran ini dilakukan sejumlah percobaan termasuk grading, berat jenis, pemadatan standar maupun modified dan percobaan kekuatan CBR . Berbagai pengaruh seperti penundaan pemadatan setelah pencampuran awal, perendaman dan waktu peram juga dievaluasi. Berat isi kering maksimum campuran diperoleh pada kadar PFA 5 %, dimana jumlah PFA sesuai dan mengisi ruang pori, penambahan jumlah PFA melebihi jumlah tersebut diatas akan menggantikan granit dalam campuran dengan jumlah yang lebih besar dan akan mengakibatkan penurunan pada nilai berat isi kering maksimum. Kadar air optimum dalam hal ini adalah 6.5 Campuran dengan nilai CBR terbesar diperoleh pada kadar PFA 15 % , dengan minimal waktu peram selama 14 hari, dimana PFA menunjukan sifat pozzolanic yang menguntungkan. Usaha pemadatan yang lebih berat, yaitu modified dibandingkan dengan alat pemadat, standar, menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi. Perendaman selama 4 hari mengakibatkan penurunan kekuatan. Terdapat sedikit perbedaan kekuatan, yang diperoleh dengan menggunakan cara B atau D dari standar percobaan yang digunakan, penundaan (selama 24 jam) dalam pemadatan setelah pencampuran awal ternyata tidak diperoleh suatu gejala yang cukup berarti pada nilai CBR. Kenaikan jumlah pukulan dalam prosedur pemadatan mengakibatkan kenaikan nilai CBR dan berat isi kering.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Supervisor: J.S.Younger; Supervisor: Bambang I. Siswosoebroto, Editor: cecep@

File PDF...