Path: Top S2-Theses Transportation 1991

USULAN TARIF ANGKUTAN BARANG PENERBANGAN DALAM NEGERI BERJADUAL DENGAN MODEL DOUGLAS DAN MILLER: Studi Kasus PT. Garuda Indonesia

Master Theses from / 2004-11-04 17:07:55
Oleh : Woro Hesti Indrawati, S2 - Transportation
Dibuat : 1991-00-00, dengan 1 file

Keyword : Payload, tariff
Subjek : Air transportation: Economic aspects of production
Kepala Subjek : Transportation
Nomor Panggil (DDC) : T 387.71 IND
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Transportasi (19945366)

PT. Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan yang dalam melakukan pelayanan jasa adalah penumpang campur barang, atau dengan kata lain pelayanan jasa angkutan udara dengan menggunakan pesawat kombinasi. Payload yang disediakan untuk penumpang dan barang berdasarkan ratio ruang pesawat (space lotment aircraft ratio). Pada prinsipnya Douglas dan Miller mengelompokkan biaya operasi penerbangan menjadi 2 (dua) elemen biaya yaitu biaya kapasitas dan biaya traffic. Dan mengasumsikan bahwa biaya operasi penerbangan merupakan fungsi linier dari jarak penerbangan. Untuk mengestimasikan biaya sebagai fungsi linier dari jarak adalah dengan persamaan regresi linier sederhana dari waktu tempuh operasi (block hour) terhadap jarak penerbangan dengan persamaan Tj = To + β dj , dimana To adalah sebagai koefisien estimasi untuk biaya tetap dan β sebagai koefisien estimasi biaya variabel fungsi dari jarak. Selanjutnya hasil perhitungan biaya operasi penerbangan per unit pelayanan (kg) pada kecepatan rata-rata per block speed [average block speed (km per hour)] masing-masing type pesawat F-28, DC-9 dan AB-3, adalah : (1). biaya per unit barang dengan pesawat barang terendah DC-9 , tertinggi F-28. (2). Biaya per unit penumpang dengan pesawat kombinasi terrendah DC-9 dan tertinggi F-28, (3). Biaya per unit barang dengan pesawat kombinasi terendah F-28 tertinggi AB-3. Penetapan tarif optimal Model Douglas dan Miller adalah pada total economic welfare optimum. Penetapan tarif barang pesawat kombinasi adalah dari biaya oportunitas apabila seluruh ruang pesawat digunakan untuk barang sepenuhnya (biaya pesawat barang). Struktur tarif yang diperoleh dari Model Douglas dan Miller untuk penumpang adalah lebih rendah dibanding tarif berlaku rata-rata sebesar 80% dibawah tarif berlaku, sedangkan untuk tarif barang rata-rata lebih tinggi sebesar 210% diatas tarif berlaku. Demikian juga untuk penerimaan dari penumpang adalah lebih rendah sebesar 80%, dan untuk penerimaan barang adalah lebih tinggi sebesar 210%. Sesuai dengan tujuan Model Douglas dan Miller, adalah mengoptimumkan total economic welfare maka dari seluruh rute yang diteliti hanya terdapat 3 (tiga) rute yang total welfare dari tarif berlaku adalah lebih tinggi yaitu: Jakarta-Pangkal Pinang, Jakarta-Banjarmasin dan Jakarta-Medan, hal ini dikarenakan tingkat load factornya sudah diatas load factor welfare optimum. Kecuali rute Jakarta-Ujung Pandang dimana welfare pada tarif berlaku masih dibawah welfare optimum, walaupun tingkat load factor sudah diatas load factor welfare optimum. Hal ini dikarenakan tarif yang berlaku di rute ini adalah rendah.

Deskripsi Alternatif :

PT. Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan yang dalam melakukan pelayanan jasa adalah penumpang campur barang, atau dengan kata lain pelayanan jasa angkutan udara dengan menggunakan pesawat kombinasi. Payload yang disediakan untuk penumpang dan barang berdasarkan ratio ruang pesawat (space lotment aircraft ratio). Pada prinsipnya Douglas dan Miller mengelompokkan biaya operasi penerbangan menjadi 2 (dua) elemen biaya yaitu biaya kapasitas dan biaya traffic. Dan mengasumsikan bahwa biaya operasi penerbangan merupakan fungsi linier dari jarak penerbangan. Untuk mengestimasikan biaya sebagai fungsi linier dari jarak adalah dengan persamaan regresi linier sederhana dari waktu tempuh operasi (block hour) terhadap jarak penerbangan dengan persamaan Tj = To + β dj , dimana To adalah sebagai koefisien estimasi untuk biaya tetap dan β sebagai koefisien estimasi biaya variabel fungsi dari jarak. Selanjutnya hasil perhitungan biaya operasi penerbangan per unit pelayanan (kg) pada kecepatan rata-rata per block speed [average block speed (km per hour)] masing-masing type pesawat F-28, DC-9 dan AB-3, adalah : (1). biaya per unit barang dengan pesawat barang terendah DC-9 , tertinggi F-28. (2). Biaya per unit penumpang dengan pesawat kombinasi terrendah DC-9 dan tertinggi F-28, (3). Biaya per unit barang dengan pesawat kombinasi terendah F-28 tertinggi AB-3. Penetapan tarif optimal Model Douglas dan Miller adalah pada total economic welfare optimum. Penetapan tarif barang pesawat kombinasi adalah dari biaya oportunitas apabila seluruh ruang pesawat digunakan untuk barang sepenuhnya (biaya pesawat barang). Struktur tarif yang diperoleh dari Model Douglas dan Miller untuk penumpang adalah lebih rendah dibanding tarif berlaku rata-rata sebesar 80% dibawah tarif berlaku, sedangkan untuk tarif barang rata-rata lebih tinggi sebesar 210% diatas tarif berlaku. Demikian juga untuk penerimaan dari penumpang adalah lebih rendah sebesar 80%, dan untuk penerimaan barang adalah lebih tinggi sebesar 210%. Sesuai dengan tujuan Model Douglas dan Miller, adalah mengoptimumkan total economic welfare maka dari seluruh rute yang diteliti hanya terdapat 3 (tiga) rute yang total welfare dari tarif berlaku adalah lebih tinggi yaitu: Jakarta-Pangkal Pinang, Jakarta-Banjarmasin dan Jakarta-Medan, hal ini dikarenakan tingkat load factornya sudah diatas load factor welfare optimum. Kecuali rute Jakarta-Ujung Pandang dimana welfare pada tarif berlaku masih dibawah welfare optimum, walaupun tingkat load factor sudah diatas load factor welfare optimum. Hal ini dikarenakan tarif yang berlaku di rute ini adalah rendah.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS2 - Transportation
Nama KontakDrs. Mahmudin, SIP.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOdigilib@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I: Agus Salim Ridwan; Pembimbing II: Imam Istiyanto; Scan: Koryati, Editor: kory@

Review...