Path: Top > S2-Theses > Highway Engineering and Development-FTSL > 1994

DEVELOPMENT OF COMPUTERIZED ANALYTICAL PROCEDURES FOR OVERLAY DESIGN

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:02
Oleh : Warkianto Wijaya, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1991-00-00, dengan 1 file

Keyword :
the Hogg-Burmister, Rufford models.

RINGKASAN:

Data lendutan dari Benkelman Beam, yaitu lendutan maksimum dan indeks lengkung permukaan dapat digunakan sebagai parameter diagnosa langsung dalam mengevaluasi kapasitas struktural dari perkerasan lentur. Program komputer menggunakan proses iterasi telah dibuat untuk mengevaluasi kapasitas struktural perkerasan lentur.

Program itu telah diaplikasikan dalam menghitung nilai-nilai modulus dari perkerasan lentur di Jawa Barat dengan menggunakan data dari Benkelman Beam dan DCP. Prosedur yang digunakan pada program kalkulasi balik itu adalah seperti berikut dibawah ini. Nilai lendutan maksimum dan indeks lengkungpermukaan yang didapat dari asumsi nilai modulus dapat dihitung. Perbedaan antara nilai yang dihitung dengan yang diukur disebabkan karena tidak tepatnya asumsi nilai modulus. Untuk suatu nilai modulus tanah dasar, nilai modulus dari perkerasan diubah-ubah sampai nilai parameter defleksi yang dihitung sesuai dengan yang diukur.

Penambahan dalam mengubah nilai modulus perkerasan didasarkan pada has ii metoda Kuadrat Terkecil dari fungsi-fungsi parabola. Dua set nilai modulus ditentukan dan dipakai sebagai harga awal untuk mengembangkan proses iteraNi yang menggunakan metoda Bagi Selang dalam program tersebut. Nilai-nilai modulus yang telah dihitung dibandingkan dengan nilai-nilai dari pengukuran dilapangan menggunakan DCP, metoda dari Hogg-Burmister dan Rufford. Nilai modulus hasil perhitungan program komputer cenderung lebih kecil dibandingkan yang dihasilkan dari metoda lainnya. Khususnya, untuk nilai yang didapat dari pengukuran DCP dan hasil dari metoda Rufford.

Program perencanaan lapis tambahan telah dibuat dengan menggunakan kriteria yang membatasi regangan tarik pada bagian bawah lapisan aspal dan regangan tekan vertikal pada bagian atas tanah dasar. Umur sisa dari perkerasan di lapangan dievaluasi dan ternyata sebagian besardarii struktur perkerasan di lapangan kritis terhadap deformasi tanah dasar. Tebal lapis tambahan pada perkerasan tersebut didapatkan berdasarkan pada nilainilai modulus yang telah dihitung sebelumnya. Tebal lapis tambahan yang telah didapat dari program komputer secara umum lebih besar daripada tebal yang dihasilkan dari metoda HRODI dan TRRL.

Deskripsi Alternatif :

RINGKASAN:

Data lendutan dari Benkelman Beam, yaitu lendutan maksimum dan indeks lengkung permukaan dapat digunakan sebagai parameter diagnosa langsung dalam mengevaluasi kapasitas struktural dari perkerasan lentur. Program komputer menggunakan proses iterasi telah dibuat untuk mengevaluasi kapasitas struktural perkerasan lentur.

Program itu telah diaplikasikan dalam menghitung nilai-nilai modulus dari perkerasan lentur di Jawa Barat dengan menggunakan data dari Benkelman Beam dan DCP. Prosedur yang digunakan pada program kalkulasi balik itu adalah seperti berikut dibawah ini. Nilai lendutan maksimum dan indeks lengkungpermukaan yang didapat dari asumsi nilai modulus dapat dihitung. Perbedaan antara nilai yang dihitung dengan yang diukur disebabkan karena tidak tepatnya asumsi nilai modulus. Untuk suatu nilai modulus tanah dasar, nilai modulus dari perkerasan diubah-ubah sampai nilai parameter defleksi yang dihitung sesuai dengan yang diukur.

Penambahan dalam mengubah nilai modulus perkerasan didasarkan pada has ii metoda Kuadrat Terkecil dari fungsi-fungsi parabola. Dua set nilai modulus ditentukan dan dipakai sebagai harga awal untuk mengembangkan proses iteraNi yang menggunakan metoda Bagi Selang dalam program tersebut. Nilai-nilai modulus yang telah dihitung dibandingkan dengan nilai-nilai dari pengukuran dilapangan menggunakan DCP, metoda dari Hogg-Burmister dan Rufford. Nilai modulus hasil perhitungan program komputer cenderung lebih kecil dibandingkan yang dihasilkan dari metoda lainnya. Khususnya, untuk nilai yang didapat dari pengukuran DCP dan hasil dari metoda Rufford.

Program perencanaan lapis tambahan telah dibuat dengan menggunakan kriteria yang membatasi regangan tarik pada bagian bawah lapisan aspal dan regangan tekan vertikal pada bagian atas tanah dasar. Umur sisa dari perkerasan di lapangan dievaluasi dan ternyata sebagian besardarii struktur perkerasan di lapangan kritis terhadap deformasi tanah dasar. Tebal lapis tambahan pada perkerasan tersebut didapatkan berdasarkan pada nilainilai modulus yang telah dihitung sebelumnya. Tebal lapis tambahan yang telah didapat dari program komputer secara umum lebih besar daripada tebal yang dihasilkan dari metoda HRODI dan TRRL.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing:
    James Mc Elvaney
    Djunaedi Kosasih
    Djuanda Suraatmadja

    scanner:
    kory

    , Editor:

File PDF...