Path: TopS2-ThesesPhysics-FMIPA1991

PENGEMBANGAN CARA PENAFSIRAN DATA DALAM METODA VLF

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:40:51
Oleh : Umar Fauzi, S2 - Physics
Dibuat : 1991-00-00, dengan 1 file

Keyword : Very low frequency electromagnetic (VLF), qualitative interpretation

Metoda elektromagnetik Very Low Frequency (VLF) adalah salah satu metoda elektromagnetik yang digunakan untuk eksplorasi dangkal, seperti mineral, air tanah, dan lainlain. Metoda ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar VLF yang biasa digunakan dalam navigasi kapal selam, seperti NWC (Australia) dan NDT (Jepang). Frekwensi yang digunakan pada umumnya berkisar antara 15 kHz-30 kHz. Medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar VLF, yang disebut medan primer, merambat dan menembus ke dalam bumi. Medan primer ini akan menginduksi konduktor di bawah permukaan, sehingga akan menimbulkan medan magnetik sekunder. Kedua medan di atas kemudian membentuk polarisasi eliptik. Parameter polarisasi eliptik yang berupa komponen riel dan imajiner inilah yang pada umumnya diukur oleh peralatan VLF, seperti peralatan Abem Wadi. Data yang diperoleh dapat ditransfer ke dalam mikro komputer untuk diproses. Interpretasi yang biasa dilakukan adalah secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa filter, seperti filter Fraser dan Karous-Hjelt atau cara turunan. Penafsiran ini pada umumnya didasarkan pada current density. Penafsiran secara kuantitatif pada umumnya dilakukan dengan komputer untuk model-model sederhana. Cara penafsiran lain yang iuga sering digunakan adalah dengan metoda pencocokan kurva berdasarkan kurva-kurva karakteristik yang telah ada.

Deskripsi Alternatif :

Metoda elektromagnetik Very Low Frequency (VLF) adalah salah satu metoda elektromagnetik yang digunakan untuk eksplorasi dangkal, seperti mineral, air tanah, dan lainlain. Metoda ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar VLF yang biasa digunakan dalam navigasi kapal selam, seperti NWC (Australia) dan NDT (Jepang). Frekwensi yang digunakan pada umumnya berkisar antara 15 kHz-30 kHz. Medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar VLF, yang disebut medan primer, merambat dan menembus ke dalam bumi. Medan primer ini akan menginduksi konduktor di bawah permukaan, sehingga akan menimbulkan medan magnetik sekunder. Kedua medan di atas kemudian membentuk polarisasi eliptik. Parameter polarisasi eliptik yang berupa komponen riel dan imajiner inilah yang pada umumnya diukur oleh peralatan VLF, seperti peralatan Abem Wadi. Data yang diperoleh dapat ditransfer ke dalam mikro komputer untuk diproses. Interpretasi yang biasa dilakukan adalah secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa filter, seperti filter Fraser dan Karous-Hjelt atau cara turunan. Penafsiran ini pada umumnya didasarkan pada current density. Penafsiran secara kuantitatif pada umumnya dilakukan dengan komputer untuk model-model sederhana. Cara penafsiran lain yang iuga sering digunakan adalah dengan metoda pencocokan kurva berdasarkan kurva-kurva karakteristik yang telah ada.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Lilik Hendrajaya; Scan: Cecep Hikmat, Editor:

File PDF...