Path: Top S2-Theses Physics 1991

PENGEMBANGAN CARA PENAFSIRAN DATA DALAM METODA VLF

Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-12-04 07:43:37
Oleh : Umar Fauzi, S2 - Physics
Dibuat : 1991-00-00, dengan 1 file

Keyword : Very low frequency electromagnetic (VLF), qualitative interpretation
Subjek : Theories: Field and wave: Electromagnetic
Kepala Subjek : Physics
Nomor Panggil (DDC) : T 530.141 FAU
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Fisika (19943454)

Metoda elektromagnetik Very Low Frequency (VLF) adalah salah satu metoda elektromagnetik yang digunakan untuk eksplorasi dangkal, seperti mineral, air tanah, dan lainlain. Metoda ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar VLF yang biasa digunakan dalam navigasi kapal selam, seperti NWC (Australia) dan NDT (Jepang). Frekwensi yang digunakan pada umumnya berkisar antara 15 kHz-30 kHz. Medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar VLF, yang disebut medan primer, merambat dan menembus ke dalam bumi. Medan primer ini akan menginduksi konduktor di bawah permukaan, sehingga akan menimbulkan medan magnetik sekunder. Kedua medan di atas kemudian membentuk polarisasi eliptik. Parameter polarisasi eliptik yang berupa komponen riel dan imajiner inilah yang pada umumnya diukur oleh peralatan VLF, seperti peralatan Abem Wadi. Data yang diperoleh dapat ditransfer ke dalam mikro komputer untuk diproses. Interpretasi yang biasa dilakukan adalah secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa filter, seperti filter Fraser dan Karous-Hjelt atau cara turunan. Penafsiran ini pada umumnya didasarkan pada current density. Penafsiran secara kuantitatif pada umumnya dilakukan dengan komputer untuk model-model sederhana. Cara penafsiran lain yang iuga sering digunakan adalah dengan metoda pencocokan kurva berdasarkan kurva-kurva karakteristik yang telah ada.

Deskripsi Alternatif :

Very Low Frequency Electromagnetic (VLF) method is one of the electromagnetic methods used for shallow exploration, such as mineral resources, ground water, etc. This method utilizes electromagnetic field generated by VLF transmitters which are already existing in several countries around the world, such as NWC (Australia) and NDT (Japan). The frequency used ranges from 15-30 kHz. The electromagnetic field generated by VLF transmitters, usually called primary field, propagates and penetrates into the earth's layers. This primary field induces conductive bodies below the earth's surface. Obviously, induction currents produces secondary magnetic field. Combination of both primary and secondary fields is a magnetic field which is elliptically polarized. Then, the elliptical polarisation parameters, i.e : in-phase or real component or tilt angle and out-phase or imaginer component or ellipticity are measured by VLF instruments, for example WADI VLF Instrument. The data obtained can be transfered into personal computer to be processed. Qualitative and quantitative interpretations are usually conducted to analyze the data. Qualitative interpretation can be carried out using several filters, such as filters proposed by Fraser and Karous-Hjelt or using 'turunan' technique proposed by the author. This interpretation is based on the pseudosection of current density. However, quantitative interpretation is based on the derivation of magnetic field for several simple models. Another interpretation is a curve matching using several characteristic curves.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Lilik Hendrajaya; Scan: Cecep Hikmat, Editor: cecep@#publisher#

Download...