Path: TopS2-ThesesHighway Engineering and Development-FTSL1991

EVALUASI MUTU LINTAS DAN TAHANAN GELINCIR JALAN BETON DI INDONESIA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:01
Oleh : Pranoto Hartanoeh, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1991-00-00, dengan 1 file

Keyword : Riding quality, skid resistance, pavemen surface, road

Mutu lintas (Riding Quality) dan tahanan gelincir suatu permukaan perkerasan jalan merupakan faktor terpenting yang diperlukan oleh semua kendaraan yang melaluinya. Faktor tersebut berkenaan dengan keamanan, kenyamanan, dan biaya operasi kendaraan. Pengukuran mutu lintas dilakukan secara menerus dengan "Bump Integrator", tahanan gelincir menggunakan " British Pendulum Tester", dan kedalaman tekstur dengan metoda tambalan pasir (Sand Patch Method). Pengukuran ini dilakukan terhadap 4(empat) seksi jalan beton yang dipilih, baik berlokasi di Bandung maupun di Jakarta. Indeks ketidakrataan yang diukur dengan Bump Integrator dikoreksi terhadap kecepatan standar 32 km/jam sebagai BI 32 (mm/km), sebagaimana digunakan di Indonesia. Hasil pengukuran ketidakrataan dinyatakan pula dalam IRI (International Roughness Index), besaran yang secara internasional direkomendasi untuk ketidakrataan. Hasil pengukuran tahanan gelincir dengan British Pendulum Tester dinyatakan dalam BPN (British Pendulum Number). Nilai rata-rata BPN dikoreksi terhadap temperatur standar 20 C Tahanan gelincir terutama merupakan fungsi tekstur permukaannya, terdiri dari tekstur mikro dan tekstur makro. Yang pertama dapat ditentukan secara tidak langsung dengan pendulum tester sebagai BPN, dan yang terakhir dengan metoda tambalan pasir sebagai kedalaman tekstur rata-rata. Hubungan antara kedalaman tekstur dan BPN dinyatakan sebagai angka gelincir (Skid Number). Besaran ini adalah fungsi kecepatan lalu lintas. Hasil pengukuran tahanan gelincir terbaik diperoleh di Padalarang-Cileunyi, yang dibangun dengan penghampar otomatis (slip-form paver). Seksi jalan lain dibangun secara semi-otomatis dan manual dan menghasilkan tahanan gelincir yang lebih buruk. Lagi pula, riding quality yang dihasilkan penghampar slip-form menunjukkan nilai terbaik secara meyakinkan. Metoda konstruksi manual menunjukkan hasil riding quality yang buruk hingga sangat buruk. Nilai tahanan gelincir yang lebih baik diperoleh pada alur tekstur permukaan melintang jalan dibandingkan dengan alur tekstur permukaan memanjang jalan. Demikian pula penyaluran air permukaan ternyata lebih efisien dengan alur tekstur permukaan melintang jalan.

Deskripsi Alternatif :

Mutu lintas (Riding Quality) dan tahanan gelincir suatu permukaan perkerasan jalan merupakan faktor terpenting yang diperlukan oleh semua kendaraan yang melaluinya. Faktor tersebut berkenaan dengan keamanan, kenyamanan, dan biaya operasi kendaraan. Pengukuran mutu lintas dilakukan secara menerus dengan "Bump Integrator", tahanan gelincir menggunakan " British Pendulum Tester", dan kedalaman tekstur dengan metoda tambalan pasir (Sand Patch Method). Pengukuran ini dilakukan terhadap 4(empat) seksi jalan beton yang dipilih, baik berlokasi di Bandung maupun di Jakarta. Indeks ketidakrataan yang diukur dengan Bump Integrator dikoreksi terhadap kecepatan standar 32 km/jam sebagai BI 32 (mm/km), sebagaimana digunakan di Indonesia. Hasil pengukuran ketidakrataan dinyatakan pula dalam IRI (International Roughness Index), besaran yang secara internasional direkomendasi untuk ketidakrataan. Hasil pengukuran tahanan gelincir dengan British Pendulum Tester dinyatakan dalam BPN (British Pendulum Number). Nilai rata-rata BPN dikoreksi terhadap temperatur standar 20 C Tahanan gelincir terutama merupakan fungsi tekstur permukaannya, terdiri dari tekstur mikro dan tekstur makro. Yang pertama dapat ditentukan secara tidak langsung dengan pendulum tester sebagai BPN, dan yang terakhir dengan metoda tambalan pasir sebagai kedalaman tekstur rata-rata. Hubungan antara kedalaman tekstur dan BPN dinyatakan sebagai angka gelincir (Skid Number). Besaran ini adalah fungsi kecepatan lalu lintas. Hasil pengukuran tahanan gelincir terbaik diperoleh di Padalarang-Cileunyi, yang dibangun dengan penghampar otomatis (slip-form paver). Seksi jalan lain dibangun secara semi-otomatis dan manual dan menghasilkan tahanan gelincir yang lebih buruk. Lagi pula, riding quality yang dihasilkan penghampar slip-form menunjukkan nilai terbaik secara meyakinkan. Metoda konstruksi manual menunjukkan hasil riding quality yang buruk hingga sangat buruk. Nilai tahanan gelincir yang lebih baik diperoleh pada alur tekstur permukaan melintang jalan dibandingkan dengan alur tekstur permukaan memanjang jalan. Demikian pula penyaluran air permukaan ternyata lebih efisien dengan alur tekstur permukaan melintang jalan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: J.S. Younger; Co-Pembimbing: Krishna S. Pribadi; Scan: Cecep Hikmat, Editor:

File PDF...