Path: Top S2-Theses Mining_Engineering 1991

PERBANDINGAN PERHITUNGAN CADANGAN SECARA POLIGON DENGAN SECARA GEOSTATISTIK PADA CADANGAN ALUVIAL KASITERIT TAMBANG SUMEDANG I DI PULAU BANGKA

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-02-01 10:22:16
Oleh : Kresno, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 1991-00-00, dengan 1 file

Keyword :
perhitungan cadangan secara poligon & geostatistik

Nomor Panggil (DDC) : T 622.1 KRE

Sumber pengambilan dokumen : 94/3802

ASTRAK:

Saat ini perhitungan cadangan di PT. Timah dilakukan secara poligon, yaitu tanpa memandang adanya hubungan letak ruang diantara titik-titik pemboran. Perhitungan secara poligon ini tidak bisa memberikan simpangan baku penaksir (kecuali dengan alat bantu var.iogram dan prhitungan varians estimasi yang dikembangkan dalam geostatistik. Produksi sebenarnya (Psb) pada tahun 1988, 1989 dan 1990 masing-masing 1.331, 1.444 dan 1.155 kuintal Sn. Perhitungan produksi dihitung (Pdh) secara poligon pada tahun 1988, 1989 dan 1990 hanya 600, 571 dan 529 kuintal Sn. Geostatistik, khususnya kriging, merupakan cara penaksiran cadangan yang mempertimbangkan hubungan letak ruang diantara titik-titik pemboran, sehingga hasil penaksiran cadangan menjadi lebih teliti. Selain itu, penaksiran cadangan secara kriging bisa memberikan simpangan baku penaksir secara langsung. Perhitungan penaksiran cadangan pada Tambang Sumedang I secara kriging ternyata memberikan hasil yang lebih tepat dibandingkan secara poligon, yaitu Pdh tahun 1988, 1989 dan 1990 masing-masing ditaksir sebesar 701, 751, dan 560 kuintal Sn. Simpangan baku relatif global tonlse pada "cut-off grade" (cog) 2,00 kuintal Sn/1.000 m sebesar 99,51 % dan simpangan baku relatif kekayaan global sebesar 99,68 %. Perhitungan varians estimasi lokal pada beberapa blok ternyata juga menunjukkan bahwa penaksiran cadangan secara geostatistik lebih baik dibandingkan secara poligon. Varians estimasi lokal kekayaan secara poligon masing-masing 348 dan 340, sedangkan secara geostatistik hanya 44 dan 60. Dari 132 data yang dianalisis, sebanyak 23 data secara poligon ditaksir berada di bawah "cog", tetapi secara geostatistik ditaksir berada di atas "cog". ~puluh data secara poligon ditaksir berada di atas "cog", tetapi secara geostatistik ditaksir berada di bawah "cog". Geostatistik, khususnya analisis fungsi struktural, juga bisa memberikan arah penyebaran endapan aluvial, sehingga akan membantu kegiatan eksplorasi. Sedangkan proses kriging terhadap blok-blok pada Tambang Sumedang I bisa menghasilkan batas endapan secara lebih jelas, sehingga arah perencanaan kemajuan penambangan dapat ditetapkan menuju ke timur. Penampang yang dibuat dari lubang bor pada Tambang Sumedang I, menunjukkan bahwa pembentukan endapan masih dalam tahap awal dan tahap menengah, sehingga proses konsentrasi belum intensif dan mempunyai variasi kekayaan yang tinggi.

Deskripsi Alternatif :

ASTRAK:

Saat ini perhitungan cadangan di PT. Timah dilakukan secara poligon, yaitu tanpa memandang adanya hubungan letak ruang diantara titik-titik pemboran. Perhitungan secara poligon ini tidak bisa memberikan simpangan baku penaksir (kecuali dengan alat bantu var.iogram dan prhitungan varians estimasi yang dikembangkan dalam geostatistik. Produksi sebenarnya (Psb) pada tahun 1988, 1989 dan 1990 masing-masing 1.331, 1.444 dan 1.155 kuintal Sn. Perhitungan produksi dihitung (Pdh) secara poligon pada tahun 1988, 1989 dan 1990 hanya 600, 571 dan 529 kuintal Sn. Geostatistik, khususnya kriging, merupakan cara penaksiran cadangan yang mempertimbangkan hubungan letak ruang diantara titik-titik pemboran, sehingga hasil penaksiran cadangan menjadi lebih teliti. Selain itu, penaksiran cadangan secara kriging bisa memberikan simpangan baku penaksir secara langsung. Perhitungan penaksiran cadangan pada Tambang Sumedang I secara kriging ternyata memberikan hasil yang lebih tepat dibandingkan secara poligon, yaitu Pdh tahun 1988, 1989 dan 1990 masing-masing ditaksir sebesar 701, 751, dan 560 kuintal Sn. Simpangan baku relatif global tonlse pada "cut-off grade" (cog) 2,00 kuintal Sn/1.000 m sebesar 99,51 % dan simpangan baku relatif kekayaan global sebesar 99,68 %. Perhitungan varians estimasi lokal pada beberapa blok ternyata juga menunjukkan bahwa penaksiran cadangan secara geostatistik lebih baik dibandingkan secara poligon. Varians estimasi lokal kekayaan secara poligon masing-masing 348 dan 340, sedangkan secara geostatistik hanya 44 dan 60. Dari 132 data yang dianalisis, sebanyak 23 data secara poligon ditaksir berada di bawah "cog", tetapi secara geostatistik ditaksir berada di atas "cog". ~puluh data secara poligon ditaksir berada di atas "cog", tetapi secara geostatistik ditaksir berada di bawah "cog". Geostatistik, khususnya analisis fungsi struktural, juga bisa memberikan arah penyebaran endapan aluvial, sehingga akan membantu kegiatan eksplorasi. Sedangkan proses kriging terhadap blok-blok pada Tambang Sumedang I bisa menghasilkan batas endapan secara lebih jelas, sehingga arah perencanaan kemajuan penambangan dapat ditetapkan menuju ke timur. Penampang yang dibuat dari lubang bor pada Tambang Sumedang I, menunjukkan bahwa pembentukan endapan masih dalam tahap awal dan tahap menengah, sehingga proses konsentrasi belum intensif dan mempunyai variasi kekayaan yang tinggi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Mining Engineering
Nama KontakDrs. Mahmudin, SIP.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOdigilib@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:Totok Darijanto

    Scanner:
    Korry
    , Editor: kory@#publisher#

Review...