Path: Top > S2-Theses > Biology-SITH > 1989

EFEKTIVITAS SIMBIOSIS BAKTERI RHIZOBIUM GALUR TAL-102, ISOLAT ASAL JATINANGOR, ISOLAT ASAL GUNUNG KALEDONG DAN CAMPURANNYA PADA TANAMAN KEDELAI (GlYCINE MAX (L) MERR) KULTIVAR ORBA DAN LOKON

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:33:58
Oleh : Ratu Savitri, S2 - Biology
Dibuat : 1989-09-00, dengan 1 file

Keyword : symbiotic effectiveness, TAL-102, inoculated singly, soybean, sandy oil

Telah diteliti efektivitas simbiosis bakteri Rhizobium, yaitu galur TAL-102, isolat asal Jatinangor dan isolat asal Gn. Kaledong, yang diinokulasikan secara tunggal dan campuran pada tanaman kedelai (Glycine max (L) Merr) kultivar Orba dan Lokon pada media pasir yang diberi larutan hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua macam inokulan pada kedua kultivar ternyata efektif menambat N, ini ditampakkan dengan pertumbuhan tinggi, kadar khlorofil, dan peningkatan berat kering tanaman yang lebih tinggi daripada tanaman tanpa inokulasi. Dari pertumbuhan tinggi tanaman, pembentukan nodul, berat kering nodul, dan peningkatan berat kering tanaman, diperlihatkan bahwa aktivitas pembentukan nodul dan penambatan N galur TAL-102 berkisar antara umur tanaman 21 hari dan mencapai maksimal pada umur tanaman 35 hari. Pada kedua isolat lokal aktivitas pembentukan nodul dan penambatan N hingga tanaman mencapai umur 42 hari masih menunjukkan peningkatan. Adanya perbedaan kisaran waktu dalam pembentukan nodul dan aktivitas penambatan N menunjukkan bahwa bakteri kedua isolat lokal memerlukan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu pada kondisi rhizosfir inang dan media pasir. Efektifitas simbiosis yang dievaluasi melalui pertumbuhan tinggr tanaman, jumlah nodul, berat kering nodul, kadar khlorofil, berat kering tanaman, ARA, efektivitas terhadap galur pembanding dan efisiensi simbiosis menunjukkan bahwa galur TAL-102 dan kedua isolat lokal yang diinokulasikan secara tunggal maupun campuran umumnya tidak berbeda. Inokulasi campuran antara galur TAL-102 dengan isolat asal Jatinangor atau isolat asal Gn. Kaledong dapat meningkatkan dan menurunkan efektivitas simbiosis, tergantung pada sifat tanaman inang, infektivitas dan daya saing dari galur dan isolat bakteri Rhizabium. Uji serologis pada nodulasi hasil inokulasi campuran menunjukkan bahwa pada kultivar Orba dan Lokon isolat asal Jatinangor mempunyai infektivitas yang sama dengan galur TAL-102. Pada inokulasi campuran galur TAL-102-Gn. Kaledong menunjukkan pada kultivar Orba infektivitas dan daya saing isolat asal Gn. Kaledong lebih tinggi daripada galur TAL-102, sedangkan pada kultivar Lokon, galur TAL-102 mempunyai infektivitas dan daya saing yang sama dengan isolat asal Gn. Kaledong.

Deskripsi Alternatif :

Telah diteliti efektivitas simbiosis bakteri Rhizobium, yaitu galur TAL-102, isolat asal Jatinangor dan isolat asal Gn. Kaledong, yang diinokulasikan secara tunggal dan campuran pada tanaman kedelai (Glycine max (L) Merr) kultivar Orba dan Lokon pada media pasir yang diberi larutan hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua macam inokulan pada kedua kultivar ternyata efektif menambat N, ini ditampakkan dengan pertumbuhan tinggi, kadar khlorofil, dan peningkatan berat kering tanaman yang lebih tinggi daripada tanaman tanpa inokulasi. Dari pertumbuhan tinggi tanaman, pembentukan nodul, berat kering nodul, dan peningkatan berat kering tanaman, diperlihatkan bahwa aktivitas pembentukan nodul dan penambatan N galur TAL-102 berkisar antara umur tanaman 21 hari dan mencapai maksimal pada umur tanaman 35 hari. Pada kedua isolat lokal aktivitas pembentukan nodul dan penambatan N hingga tanaman mencapai umur 42 hari masih menunjukkan peningkatan. Adanya perbedaan kisaran waktu dalam pembentukan nodul dan aktivitas penambatan N menunjukkan bahwa bakteri kedua isolat lokal memerlukan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu pada kondisi rhizosfir inang dan media pasir. Efektifitas simbiosis yang dievaluasi melalui pertumbuhan tinggr tanaman, jumlah nodul, berat kering nodul, kadar khlorofil, berat kering tanaman, ARA, efektivitas terhadap galur pembanding dan efisiensi simbiosis menunjukkan bahwa galur TAL-102 dan kedua isolat lokal yang diinokulasikan secara tunggal maupun campuran umumnya tidak berbeda. Inokulasi campuran antara galur TAL-102 dengan isolat asal Jatinangor atau isolat asal Gn. Kaledong dapat meningkatkan dan menurunkan efektivitas simbiosis, tergantung pada sifat tanaman inang, infektivitas dan daya saing dari galur dan isolat bakteri Rhizabium. Uji serologis pada nodulasi hasil inokulasi campuran menunjukkan bahwa pada kultivar Orba dan Lokon isolat asal Jatinangor mempunyai infektivitas yang sama dengan galur TAL-102. Pada inokulasi campuran galur TAL-102-Gn. Kaledong menunjukkan pada kultivar Orba infektivitas dan daya saing isolat asal Gn. Kaledong lebih tinggi daripada galur TAL-102, sedangkan pada kultivar Lokon, galur TAL-102 mempunyai infektivitas dan daya saing yang sama dengan isolat asal Gn. Kaledong.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I: Arbayah H. Siregar; Pembimbing II: Mumu Sutisna; Scan: Caca Mulyana, Editor:

File PDF...