Path: TopS2-ThesesPharmacy-SF1993

ANALISIS PERBANDINGAN KADAR TESTOSTERON DAN ESTRADIOL DI DALAM CAIRAN TUBUH

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:32:13
Oleh : Muhammad Mulja, S2 - Pharmacy
Dibuat : 1989-00-00, dengan 1 file

Keyword :
the form of water soluble glucuronic acid esters and sulfuric acid esters.

ABSTRAK:


Testosteron dan estradiol masimg-masing merupakan hormon laki-laki dan hormon perempuan primer, di dalam tubuh laki-laki clan perempuan. Di dalam tubuh laki-laki kadar testosteron jauh lebih besar dibandingkan dengan kadar estradiol clan sebaliknya di dalam tubuh perempuankadar estradiol jauh lebih besar dibandingkan dengan testosteron. Testosteron dimetabolisme dalam hati menjadi androsteron, dehidro-iso-androsteron dan etiokolanolon. Hasil metabolisme testosteron diekskresikan melalui urin dalam bentuk senyawa yang larut dalam air, yaitu dalam bentuk ester asam glukuronat dan ester asam sulfat. Estradiol dimetabolisme dalam hati menjadi esteron dan estriol. Estradiol dan metabolitnya juga diekskresikan melalui urin dalam bentuk senyawa yang larut dalam air, yaitu dalam bentuk ester asam glukuronat dan ester asam sulfat. Testosteron dan estradiol mempengaruhi perkembangan seks sekunder dan pada laki-laki maupun perempuan normal terdapat dalam jumlah yang normal.

Penyimpangan testosteron atau estradiol dari harga normalnya, baik pada laki-laki maupun perempuan merupakan petunjuk pertama mengenai :

a. penyakit tertentu, misalnya penyakit testis, penyakit hati yang menahun, androgenic alopecia (kebotakan pada laki-laki), infark jantung dan lain-lain, b. jenis kelamin,

c. kebiasaan seksual atau

d. kondisi badan tertentu.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan prosedur penentuan kadar testosteron dan estradiol dalam plasma dan urin, yang memungkinkan untuk menentukan kadar kedua hormon itu pada laki-laki maupun perempuan. Kadar hormon yang didapatkan digunakan untuk menunjukkan perbandingan testosteron dan estradiol (T/E) pada laki-laki dan perbandingan kadar estradiol dan testosteron (E/T) pada perempuan, yang diharapkan merupakan informasi penting untuk menentukan kondisi fisiologidan kesehatan atau kelainan hormonal pada seseorang. Nilai testosteron yang disertai dengan nilai T/E dapat merupakan petunjuk yang lebih bernilai dari pada hanya nilai testosteron atau estradiol saja. Berbagai metode penentuan kadar testosteron dan estradiol dalam cairan tubuh yang sudah digunakan adalah : metode kolorimetri-spektrofotometri, metode spektrofluorometri, metode spektrometri massa, metode kromatografi gas, metode kromatografi gas-spektrometri massa, metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT),metode KCKT dengan ion berpasangan, metode KCKT-Resonansi Magnit Inti, metode Radio Immuno Assay (RIA) dan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-Densitometri, tetapi belum ada diantaranya yang digunakan untuk menentukan kedua hormon tersebut secara bersamaan dalam satu sampel biologis untuk menentukan T/E atau E/T.

Penelitian ini mengembangkan penentuan hormon tersebut dengan metode KLT-Densitometri, karena pertimbangan berikut :

1. untuk memisahkan testosteron dan estradiol dari metabolitnya, KLT merupakan cara yang sederhana tapi dapat diandalkan

2. testosteron dan estradiol pada pelat KLT dapat langsung ditentukan kadarnya dengan densitometer setelah masing-masing diwarnai dengan pereaksi Ercoli dan pereaksi Ammonium Fosfomolibdat-uap ammoniak

3. dengan metode ini kadar terendah yang terdeteksi adalah : testosteron sampai satu nanogram dan estrogen sampai 20 nanogram dan ternyata bahwa area kromatogram, sebanding dengan kadar testosteron atau estradiol, dalam rentang kadar 0 - 200 nanogram.

Ekstraksi testosteron dan estradiol dari plasma dan urin buatan, serta pemisahan testosteron dan estradiol dari metabolitnya memerlukan penelitian pula. Keuntungan pada pemisahan testosteron dan estradiol adalah adanya inti aromatis pada estradiol clan metabolitnya, hinggapemisahan hormon golongan androgen dan estrogen dapat dilakukan dengan jalan mencuci ekstrak eter yang mengandung kedua golongan hormon tersebut dengan larutan natrium hidroksida.

Selanjutnya hormon androgen yang ada di dalam fase eter dan hormon estrogen yang ada dalam fase air dipisahkan dari metabolitnya dengan pelat silika gel dan larutan pengembang campur sikloheksana dan etilasetat. Testosteron setelah diwarnai dengan pereaksi Ercoli memberikan reflektan maksimum pada 432 nm, sedangkan estradiol setelah diwarnai dengan pereaksi asam fosfomolibdat-basa memberikan reflektan maksimum pada 556 nm. Kedua hormon, testosteron dan estradiol yang berasal dari sampel pada pelat KLT ditentukan kadarnya dengan membandingkan areanya dengan area testosteron dan estradiol standar. Ternyata bahwa rentang nilai perbandingan kadar T/E dalam urin laki-laki normal (6,96- 43,89) berbeda dari waria (0,55 - 1,13) dan berbeda pula dari laki-laki homoseksual (2,28 - 5,21). Demikian juga rentang nilai perbandingan (E/T) dalam urin perempuan normal (3,87 - 17,34) berbeda dari perempuan hamil (60,36 - 88,91) dan berbeda pula dari waria (0,88 - 1,82). Nilai perbandingan T/E serta nilai perbandingan E/T merupakan sumbangan yang penting bagi ilmu kedokteran dan psikologi karena dapat memberikan informasi untuk mendeteksi penyakit, atau hal lain yang disebabkan oleh keadaan hormonal, misalnya pada penentuan kelamin atlit dan lain-lain. Selanjutnya disarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan perbandingan T/E clan E/T yang lebih teliti dan akurat pada orang Indonesia normal dan pada berbagai kelainan kelainan hormonal, karena T/E atau E/T dapat merupakan sidik jari bagi suatu kondisi hormonal tertentu.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK:


Testosteron dan estradiol masimg-masing merupakan hormon laki-laki dan hormon perempuan primer, di dalam tubuh laki-laki clan perempuan. Di dalam tubuh laki-laki kadar testosteron jauh lebih besar dibandingkan dengan kadar estradiol clan sebaliknya di dalam tubuh perempuankadar estradiol jauh lebih besar dibandingkan dengan testosteron. Testosteron dimetabolisme dalam hati menjadi androsteron, dehidro-iso-androsteron dan etiokolanolon. Hasil metabolisme testosteron diekskresikan melalui urin dalam bentuk senyawa yang larut dalam air, yaitu dalam bentuk ester asam glukuronat dan ester asam sulfat. Estradiol dimetabolisme dalam hati menjadi esteron dan estriol. Estradiol dan metabolitnya juga diekskresikan melalui urin dalam bentuk senyawa yang larut dalam air, yaitu dalam bentuk ester asam glukuronat dan ester asam sulfat. Testosteron dan estradiol mempengaruhi perkembangan seks sekunder dan pada laki-laki maupun perempuan normal terdapat dalam jumlah yang normal.

Penyimpangan testosteron atau estradiol dari harga normalnya, baik pada laki-laki maupun perempuan merupakan petunjuk pertama mengenai :

a. penyakit tertentu, misalnya penyakit testis, penyakit hati yang menahun, androgenic alopecia (kebotakan pada laki-laki), infark jantung dan lain-lain, b. jenis kelamin,

c. kebiasaan seksual atau

d. kondisi badan tertentu.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan prosedur penentuan kadar testosteron dan estradiol dalam plasma dan urin, yang memungkinkan untuk menentukan kadar kedua hormon itu pada laki-laki maupun perempuan. Kadar hormon yang didapatkan digunakan untuk menunjukkan perbandingan testosteron dan estradiol (T/E) pada laki-laki dan perbandingan kadar estradiol dan testosteron (E/T) pada perempuan, yang diharapkan merupakan informasi penting untuk menentukan kondisi fisiologidan kesehatan atau kelainan hormonal pada seseorang. Nilai testosteron yang disertai dengan nilai T/E dapat merupakan petunjuk yang lebih bernilai dari pada hanya nilai testosteron atau estradiol saja. Berbagai metode penentuan kadar testosteron dan estradiol dalam cairan tubuh yang sudah digunakan adalah : metode kolorimetri-spektrofotometri, metode spektrofluorometri, metode spektrometri massa, metode kromatografi gas, metode kromatografi gas-spektrometri massa, metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT),metode KCKT dengan ion berpasangan, metode KCKT-Resonansi Magnit Inti, metode Radio Immuno Assay (RIA) dan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-Densitometri, tetapi belum ada diantaranya yang digunakan untuk menentukan kedua hormon tersebut secara bersamaan dalam satu sampel biologis untuk menentukan T/E atau E/T.

Penelitian ini mengembangkan penentuan hormon tersebut dengan metode KLT-Densitometri, karena pertimbangan berikut :

1. untuk memisahkan testosteron dan estradiol dari metabolitnya, KLT merupakan cara yang sederhana tapi dapat diandalkan

2. testosteron dan estradiol pada pelat KLT dapat langsung ditentukan kadarnya dengan densitometer setelah masing-masing diwarnai dengan pereaksi Ercoli dan pereaksi Ammonium Fosfomolibdat-uap ammoniak

3. dengan metode ini kadar terendah yang terdeteksi adalah : testosteron sampai satu nanogram dan estrogen sampai 20 nanogram dan ternyata bahwa area kromatogram, sebanding dengan kadar testosteron atau estradiol, dalam rentang kadar 0 - 200 nanogram.

Ekstraksi testosteron dan estradiol dari plasma dan urin buatan, serta pemisahan testosteron dan estradiol dari metabolitnya memerlukan penelitian pula. Keuntungan pada pemisahan testosteron dan estradiol adalah adanya inti aromatis pada estradiol clan metabolitnya, hinggapemisahan hormon golongan androgen dan estrogen dapat dilakukan dengan jalan mencuci ekstrak eter yang mengandung kedua golongan hormon tersebut dengan larutan natrium hidroksida.

Selanjutnya hormon androgen yang ada di dalam fase eter dan hormon estrogen yang ada dalam fase air dipisahkan dari metabolitnya dengan pelat silika gel dan larutan pengembang campur sikloheksana dan etilasetat. Testosteron setelah diwarnai dengan pereaksi Ercoli memberikan reflektan maksimum pada 432 nm, sedangkan estradiol setelah diwarnai dengan pereaksi asam fosfomolibdat-basa memberikan reflektan maksimum pada 556 nm. Kedua hormon, testosteron dan estradiol yang berasal dari sampel pada pelat KLT ditentukan kadarnya dengan membandingkan areanya dengan area testosteron dan estradiol standar. Ternyata bahwa rentang nilai perbandingan kadar T/E dalam urin laki-laki normal (6,96- 43,89) berbeda dari waria (0,55 - 1,13) dan berbeda pula dari laki-laki homoseksual (2,28 - 5,21). Demikian juga rentang nilai perbandingan (E/T) dalam urin perempuan normal (3,87 - 17,34) berbeda dari perempuan hamil (60,36 - 88,91) dan berbeda pula dari waria (0,88 - 1,82). Nilai perbandingan T/E serta nilai perbandingan E/T merupakan sumbangan yang penting bagi ilmu kedokteran dan psikologi karena dapat memberikan informasi untuk mendeteksi penyakit, atau hal lain yang disebabkan oleh keadaan hormonal, misalnya pada penentuan kelamin atlit dan lain-lain. Selanjutnya disarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan perbandingan T/E clan E/T yang lebih teliti dan akurat pada orang Indonesia normal dan pada berbagai kelainan kelainan hormonal, karena T/E atau E/T dapat merupakan sidik jari bagi suatu kondisi hormonal tertentu.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Pharmacy
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Kosasih Satiadarma

    Pembimbing II:
    Raslim Rasyid

    scanner:
    kory
    , Editor:

File PDF...