Path: TopS2-ThesesPharmacy1993

ANALISIS PERBANDINGAN KADAR TESTOSTERON DAN ESTRADIOL DI DALAM CAIRAN TUBUH

Master Theses from #PUBLISHER# / 2005-11-15 10:52:14
Oleh : Muhammad Mulja, S2 - Pharmacy
Dibuat : 1989-00-00, dengan 1 file

Keyword :
the form of water soluble glucuronic acid esters and sulfuric acid esters.

Nomor Panggil (DDC) :
Sumber pengambilan dokumen : 20050570

ABSTRAK:

Testosteron dan estradiol masimg-masing merupakan hormon laki-laki dan hormon perempuan primer, di dalam tubuh laki-laki clan perempuan. Di dalam tubuh laki-laki kadar testosteron jauh lebih besar dibandingkan dengan kadar estradiol clan sebaliknya di dalam tubuh perempuankadar estradiol jauh lebih besar dibandingkan dengan testosteron. Testosteron dimetabolisme dalam hati menjadi androsteron, dehidro-iso-androsteron dan etiokolanolon. Hasil metabolisme testosteron diekskresikan melalui urin dalam bentuk senyawa yang larut dalam air, yaitu dalam bentuk ester asam glukuronat dan ester asam sulfat. Estradiol dimetabolisme dalam hati menjadi esteron dan estriol. Estradiol dan metabolitnya juga diekskresikan melalui urin dalam bentuk senyawa yang larut dalam air, yaitu dalam bentuk ester asam glukuronat dan ester asam sulfat. Testosteron dan estradiol mempengaruhi perkembangan seks sekunder dan pada laki-laki maupun perempuan normal terdapat dalam jumlah yang normal.

Penyimpangan testosteron atau estradiol dari harga normalnya, baik pada laki-laki maupun perempuan merupakan petunjuk pertama mengenai :
a. penyakit tertentu, misalnya penyakit testis, penyakit hati yang menahun, androgenic alopecia (kebotakan pada laki-laki), infark jantung dan lain-lain, b. jenis kelamin,
c. kebiasaan seksual atau
d. kondisi badan tertentu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan prosedur penentuan kadar testosteron dan estradiol dalam plasma dan urin, yang memungkinkan untuk menentukan kadar kedua hormon itu pada laki-laki maupun perempuan. Kadar hormon yang didapatkan digunakan untuk menunjukkan perbandingan testosteron dan estradiol (T/E) pada laki-laki dan perbandingan kadar estradiol dan testosteron (E/T) pada perempuan, yang diharapkan merupakan informasi penting untuk menentukan kondisi fisiologidan kesehatan atau kelainan hormonal pada seseorang. Nilai testosteron yang disertai dengan nilai T/E dapat merupakan petunjuk yang lebih bernilai dari pada hanya nilai testosteron atau estradiol saja. Berbagai metode penentuan kadar testosteron dan estradiol dalam cairan tubuh yang sudah digunakan adalah : metode kolorimetri-spektrofotometri, metode spektrofluorometri, metode spektrometri massa, metode kromatografi gas, metode kromatografi gas-spektrometri massa, metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT),metode KCKT dengan ion berpasangan, metode KCKT-Resonansi Magnit Inti, metode Radio Immuno Assay (RIA) dan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-Densitometri, tetapi belum ada diantaranya yang digunakan untuk menentukan kedua hormon tersebut secara bersamaan dalam satu sampel biologis untuk menentukan T/E atau E/T.

Penelitian ini mengembangkan penentuan hormon tersebut dengan metode KLT-Densitometri, karena pertimbangan berikut :
1. untuk memisahkan testosteron dan estradiol dari metabolitnya, KLT merupakan cara yang sederhana tapi dapat diandalkan
2. testosteron dan estradiol pada pelat KLT dapat langsung ditentukan kadarnya dengan densitometer setelah masing-masing diwarnai dengan pereaksi Ercoli dan pereaksi Ammonium Fosfomolibdat-uap ammoniak
3. dengan metode ini kadar terendah yang terdeteksi adalah : testosteron sampai satu nanogram dan estrogen sampai 20 nanogram dan ternyata bahwa area kromatogram, sebanding dengan kadar testosteron atau estradiol, dalam rentang kadar 0 - 200 nanogram.
Ekstraksi testosteron dan estradiol dari plasma dan urin buatan, serta pemisahan testosteron dan estradiol dari metabolitnya memerlukan penelitian pula. Keuntungan pada pemisahan testosteron dan estradiol adalah adanya inti aromatis pada estradiol clan metabolitnya, hinggapemisahan hormon golongan androgen dan estrogen dapat dilakukan dengan jalan mencuci ekstrak eter yang mengandung kedua golongan hormon tersebut dengan larutan natrium hidroksida.

Selanjutnya hormon androgen yang ada di dalam fase eter dan hormon estrogen yang ada dalam fase air dipisahkan dari metabolitnya dengan pelat silika gel dan larutan pengembang campur sikloheksana dan etilasetat. Testosteron setelah diwarnai dengan pereaksi Ercoli memberikan reflektan maksimum pada 432 nm, sedangkan estradiol setelah diwarnai dengan pereaksi asam fosfomolibdat-basa memberikan reflektan maksimum pada 556 nm. Kedua hormon, testosteron dan estradiol yang berasal dari sampel pada pelat KLT ditentukan kadarnya dengan membandingkan areanya dengan area testosteron dan estradiol standar. Ternyata bahwa rentang nilai perbandingan kadar T/E dalam urin laki-laki normal (6,96- 43,89) berbeda dari waria (0,55 - 1,13) dan berbeda pula dari laki-laki homoseksual (2,28 - 5,21). Demikian juga rentang nilai perbandingan (E/T) dalam urin perempuan normal (3,87 - 17,34) berbeda dari perempuan hamil (60,36 - 88,91) dan berbeda pula dari waria (0,88 - 1,82). Nilai perbandingan T/E serta nilai perbandingan E/T merupakan sumbangan yang penting bagi ilmu kedokteran dan psikologi karena dapat memberikan informasi untuk mendeteksi penyakit, atau hal lain yang disebabkan oleh keadaan hormonal, misalnya pada penentuan kelamin atlit dan lain-lain. Selanjutnya disarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan perbandingan T/E clan E/T yang lebih teliti dan akurat pada orang Indonesia normal dan pada berbagai kelainan kelainan hormonal, karena T/E atau E/T dapat merupakan sidik jari bagi suatu kondisi hormonal tertentu.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT:

Testosterone and oestradiol are male and female primary hormones in the human male and female bodies. In the human male body, the concentration of testosterone is much larger than that of oestradiol and conversely, in the human female body the concentration of oestradiol is much larger than that of testosterone. Testosterone undergoes metabolism in the liver into androsterone, dehydro-iso-androsterone and ethiocholanolone. The metabolites of testosterone are excreted through urine in the form of water soluble glucuronic acid esters and sulfuric acid esters. Oestradiol undergoes metabolism in the liver into oesterone and oestriol. Oestradiol and its metabolites are also excreted through urine in the form of water soluble glucuronic acid esters and sulfuric acid esters. In the normal individual, testosterone and oestradiol in body play roles in the secondary sexual development in man and woman.

The deviation of testosterone and oestradiol from their normal values in man as well as in woman are the first indication of :
a. suffering of certain diseases such as testicular disease, chronic liver disease, and rogenic alopecia (baldness in man),in myocard infarction, and others. b. sexual distinction of anybody c. sexual habit, d. certain body condition.
The aim of this research is to develop a procedure for the determination of testosterone and oestradiol in plasma and urine that is enable to determine both hormones in plasma and urine of man and woman.

The acquired concentrations could be used for obtaining the ratio of testosterone to oestradi (T/E) in man and the ratio of oestradiol to testosterone (E/T) in woman that obviously represent important information for studying physiological and health conditions or hormonal abnormality in man. The testosteron value together with the value of T/E, or the oestradiol value together with the value of E/T, could represent a more significant indication than only that of testosteron or oestradiol. Several methods for the determination of testosterone and oestradiol in body fluids which are currently used are : colorimetric-spectrofotometric methods, spectrofluorometric method, mass-spectrometric method, gas chromatography method, 1. To separate testosterone and oestradiol from their
metabolites, TLC is a simple but dependable method. 2.Testosterone and oestradiol on TLC plates could be determined directly with a TLC Scanner after being treated with Ercoli reagent and with ammonium phosphomolybdate-ammonia vapor respectively. 3. The lowest detectable concentration of the TLC Scanner method to detect testosterone is one nomogram and for oestradiol 20 nanograms and from experiments it is obvious that in the 0 - 200 nanograms range of testosterone or oestradiol, the area measured is proportional to concentration. The extraction of testosterone and oestradiol from artificial plasma and urine, and the separation of testosterone and oestradiol from their metabolites has been studied also. An advantage for the separation of testosterone and oestradiol is the presence of an aromatic ring in oestradiol and its metabolites, so that the separation of androgenic and oestrogenic hormones could be carried out by washing the ether extract containing both groups of hormones with a sodium hydroxyde solution.

Then the androgenic hormones in the etheric phase and the oestrogenic hormons and the aqueos phase are separated from their metabolites on silica gel plates using a mixture of cyclohexane and ethylacetate as developing solution. Testosterone made visible with Ercoli reagent gives maximum reflectance at 432 nm, whereas oestradiol with phosphomolybdic acid in basic condition gives maximum reflectance at 566 nm. Both testosterone and oestradiol hormones on TLC plates are determined by comparing the sample area against standard testosterone and oestradiol areas. It is obvious that the range of ratio of TIE in normal urine of.man (6,96 - 43,89) differ from that of hermaphrodites (0,55 - 1,13) and differ also from that of homosexuals (2,28 5,21). Likewise, the range of ratio of E/T in normal women (3,87 17,34) differ from that of pregnant women (60,36,88,91)and differ also from that of hermaphrodites (0,88 - 1,82). The ratio of T/E and the ratio of E/T represent an important contribution to the medical science and psychology, because it could give information to detect diseases and other cases caused by hormonal conditions such as the examination of the sex of athletes etc. Furthermore, it is suggested to continue research to determine the ratio of T/E and E/T, more precisely and accurately, in normal Indonesian people and in various hormonal abnormalities, since T/E or E/T might be a fingerprint for certain hormonal conditions.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Pharmacy
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Kosasih Satiadarma

    Pembimbing II:
    Raslim Rasyid

    scanner:
    kory
    , Editor: kory@#publisher#

Download...