Path: Top » S2-Theses » Highway Systems and Engineering » 1986
CAPACITY OF ROAD TRAFFIC WEAVING ZONES
Oleh : Arief Budiartono, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1986-10-00, dengan 1 file
Keyword : weaving areas, trafic streams
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasikan kapasitas dari daerah weaving di Indonesia. Data diperoleh dari pencatatan di satu lokasi di Bandung dan dua lokasi di Jakarta. Parameter-parameter untuk menganalisa arus lalu lintas diperoleh dari rekaman video pada tiga lokasi tersebut. Hasil-hasil menunjukan nilai satuan mobil penumpang ( smp) dari sepeda motor di daerah weaving lebih besar dari yang diperoleh dari peneliti-peneliti lainnya yang mengukur pada pwersimpangan. Dengan menggunakan teknik statistik non parametrik, disimpulkan bahwa perbedaan nilai smp dari sepeda motor pada empat arus didaerah weaving ( tepi kiri, menyilang kekanan, menyilang kekiri, dan tepi kanan) tidak ada perbedaan yang cukup berarti pada selang kepercayaan 95%. Model teoritis untuk perhitungan kapasitas weaving, dipilih dan digunakan pada penelitian ini. Nilai yang didapatkan dari penelitian di lapangan kira-kira dua kali hasil perhitungan berdasarkan rumus-rumus yang dikembangkan di Inggris. Hal ini mungkin terjadi karena panjang lokasi penelitian di Indonesia, seperti yang dinyatakan dalam perbandingan antara lebar dengan panjang, tidak tepat sama dengan kondisi di Inggris dimana rumusrumus tersebut dikembangkan. Dalam keadaan ini, pengemudi di Indonesia mempunyai kesempatan yang lebih besar untukmemilih celah (gap) diantara arus lalu lintas untuk melakukan gerakan menyilang (weaving) dan memilih posisi celah yang lebih lebar pada ruas jalan. Ditemukan adanya perbedaan yang cukup besar antara sifat-sifat lalu lintas a.l., kecepatan dan kepadatan pada ketiga lokasi survey. Meskipun demikian volume maximum satu jalur dengan lebar 3.5 m mempunyai perbedaan yang kecil diantara ketiga lokasi studi. Dari pengamatan pagi hari pada saat volume maximum diperoleh kecepatan kendaraan sekitar 18 km/jam, sedang di kedua lokasi di Jakarta diperoleh kecepatan sekitar 28 km/jam dan 46 km/jam. Dengan mengoperasikan kedua lokasi penelitian di Jakarta sebagai motorway dan kemudian membandingkan dengan metode Highwaz_Capacity_Manual, diperoleh hasil bahwa pada saat pengamatan, kedua lokasi tersebut beroperasi pada tingkat pelayanan F (arus tidak stabil).
Deskripsi Alternatif :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasikan kapasitas dari daerah weaving di Indonesia. Data diperoleh dari pencatatan di satu lokasi di Bandung dan dua lokasi di Jakarta. Parameter-parameter untuk menganalisa arus lalu lintas diperoleh dari rekaman video pada tiga lokasi tersebut. Hasil-hasil menunjukan nilai satuan mobil penumpang ( smp) dari sepeda motor di daerah weaving lebih besar dari yang diperoleh dari peneliti-peneliti lainnya yang mengukur pada pwersimpangan. Dengan menggunakan teknik statistik non parametrik, disimpulkan bahwa perbedaan nilai smp dari sepeda motor pada empat arus didaerah weaving ( tepi kiri, menyilang kekanan, menyilang kekiri, dan tepi kanan) tidak ada perbedaan yang cukup berarti pada selang kepercayaan 95%. Model teoritis untuk perhitungan kapasitas weaving, dipilih dan digunakan pada penelitian ini. Nilai yang didapatkan dari penelitian di lapangan kira-kira dua kali hasil perhitungan berdasarkan rumus-rumus yang dikembangkan di Inggris. Hal ini mungkin terjadi karena panjang lokasi penelitian di Indonesia, seperti yang dinyatakan dalam perbandingan antara lebar dengan panjang, tidak tepat sama dengan kondisi di Inggris dimana rumusrumus tersebut dikembangkan. Dalam keadaan ini, pengemudi di Indonesia mempunyai kesempatan yang lebih besar untukmemilih celah (gap) diantara arus lalu lintas untuk melakukan gerakan menyilang (weaving) dan memilih posisi celah yang lebih lebar pada ruas jalan. Ditemukan adanya perbedaan yang cukup besar antara sifat-sifat lalu lintas a.l., kecepatan dan kepadatan pada ketiga lokasi survey. Meskipun demikian volume maximum satu jalur dengan lebar 3.5 m mempunyai perbedaan yang kecil diantara ketiga lokasi studi. Dari pengamatan pagi hari pada saat volume maximum diperoleh kecepatan kendaraan sekitar 18 km/jam, sedang di kedua lokasi di Jakarta diperoleh kecepatan sekitar 28 km/jam dan 46 km/jam. Dengan mengoperasikan kedua lokasi penelitian di Jakarta sebagai motorway dan kemudian membandingkan dengan metode Highwaz_Capacity_Manual, diperoleh hasil bahwa pada saat pengamatan, kedua lokasi tersebut beroperasi pada tingkat pelayanan F (arus tidak stabil).
Beri Komentar ?#(0) | Bookmark
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| ID Publisher | JBPTITBPP |
| Organisasi | S2 - Highway System Engineering |
| Nama Kontak | Drs. Mahmudin, SIP. |
| Alamat | Jl. Ganesha 10 |
| Kota | Bandung |
| Daerah | Jawa Barat |
| Negara | Indonesia |
| Telepon | 62-22-2509118, 2500089 |
| Fax | 62-22-2500089 |
| E-mail Administrator | digilib@lib.itb.ac.id |
| E-mail CKO | digilib@lib.itb.ac.id |
Print ...
Kontributor...
- Pembimbing I: John Hugh Jones; Pembimbing II: Pamudji Widodo; Scan: Caca Mulyana, Editor:
Review...

File : 1986_TS_PP_BUDIARTONO_1.pdf
(313065 bytes)