Path: Top > S1-Final Project > Chemical Engineering-FTI > 2007

PEMBUATAN LESITIN SEBAGAI SURFAKTAN UNTUK APLIKASI PRODUK-PRODUK MAKANAN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:39:33
Oleh : ROOSSENO (NIM 13003011), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Surfaktan, Minyak kedelai, Lesitin

Surfaktan adalah suatu molekul organik atau metal-organik dengan sifat kepolaran dan perilaku kelarutan tertentu yang dapat mengakibatkan penurunan tegangan permukaan antara dua larutan atau padatan yang tidak saling larut. Salah satu jenis surfaktan yang paling dikenal adalah lesitin. Pada industri makanan, lesitin digunakan sebagai emulsifier, agen pembasah, dan agen pengembang volume. Di Indonesia, lesitin diimpor untuk memenuhi kebutuhan domestik yang tinggi. Lesitin dapat dihasilkan dari kuning telur dan beberapa jenis minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak sawit, minyak biji sawit, dll. Namun kandungan lesitin tertinggi terdapat pada minyak kedelai dan kuning telur. Karena untuk memproduksi lesitin dengan spesifikasi pangan menggunakan telur memerlukan biaya yang mahal, oleh karena itu dapat digunakan kedelai sebagai sumber lesitin.




Pada umumnya, surfaktan lesitin yang digunakan dalam industri makanan merupakan produk samping dari industri minyak nabati. Pada penelitian ini, lesitin diekstrak dari minyak kedelai untuk memenuhi spesifikasi makanan. Minyak kedelai diekstraksi dari biji kedelai dengan menggunakan pelarut kimia. Untuk memisahkan lesitin dari minyak kedelai digunakan teknik hidrasi.




Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kondisi operasi yang tepat dalam menghasilkan lesitin dari kedelai. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa minyak kedelai yang diperdagangkan tidak mengandung lesitin dan lesitin kedelai yang diperdagangkan masih memiliki kandungan minyak dalam jumlah sedikit. Kandungan minyak dalam biji kedelai adalah 16,05%-berat. Temperatur hidrasi optimum untuk memisahkan lesitin dari minyak kedelai adalah 60-70 derajat C. Pada proses hidrasi, konsentrasi air mempengaruhi perolehan lesitin. Umumnya konsentrasi air yang digunakan adalah sebesar 2%-v. Pada rentang 1-4%-v, makin tinggi konsentrasi air maka makin tinggi perolehan lesitin. Angka acetone insoluble yang dihasilkan berkisar antara 8,85-27,52 dan perolehan fosfolipid dalam minyak kedelai adalah 0,07-0,60%-berat.

Deskripsi Alternatif :

Surfactant is an organic and/or organic-metal molecule which exhibit polar and solubility behavior that could reduce surface tension between two immiscible fluids or solids. One of the most recognized surfactant is lecithin. In food industry, lecithin is used as an emulsifier, a wetter, and as a volume improver agent. In Indonesia, lecithin is imported to fullfil the high demand from food industries. Lecithin can be produced from egg yolk and vegetable oils such as soybean oil, palm oil, palm kernel oil, etc.The highest composition of lecithin is in soybean oil and egg yolk. However, egg is expensive therefore to produce lecithin with food grade specification, soybean can be used. Egg yolk is usually used to produce pharmaceutical grade lecithin.




Most of the lecithin surfactants utilized in food industry are produced as by-products of vegetable oil industry. In this research, lecithin is extracted from soybean to with food grade specification. Soybean oil is extracted from soybean through chemical solvent extraction. Hydration technique was used to separate lecithin from soybean oil.




This research is done to find the suitable operating condition to produce lecithin from soybean. From the research that has been done it is known that commercial soybean oil doesn’t contain any lecithin. Commercial lecithin still has the oil content event it’s only a few. The content of oil in soybean is 16,05%-wt. The optimum hydration temperature to separate lecithin from soybean oil is 60-70 degrees C. The higher the hydration temperature, the harder the separation of lecithin from soybean oil. The higher the water concentration for the hydration at the range from 1-4%-v, the higher the lecithin obtained and the less total energy used for separating lecithin from soybean oil at the same amount. Acetone insoluble value that has been obtain is 8.85-27.52. In the other side, the yield of phospholipid component in soybean oil is 0.07-0.60%-wt.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Retno Gumilang Dewi, M.Env.Eng.Sc., Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...