Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2009

PENENTUAN KALOR REAKSI DENGAN KALORIMETER KONDUKSI PANAS ISOTERMAL

DETERMINATION OF REACTION HEAT WITH ISOTHERMAL HEAT CONDUCTION CALORIMETRY

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:46
Oleh : ROBIYANI (NIM: 20507066), S2 - Chemistry Teaching
Dibuat : 2010-03-29, dengan 7 file

Keyword : kalorimeter, kalorimeter konduksi panas isotermal, konduksi, kalor reaksi

Proses-proses kimia, fisika dan biologi hampir semuanya melibatkan kalor, baik proses yang menghasilkan kalor ataupun proses yang memerlukan kalor. Kalor (Q) bukan sebagai zat, tetapi kalor merupakan "transfer energi". Pertukaran kalor merupakan salah satu dasar teknik yang dikenal dengan nama kalorimetri, alat ukur yang dapat digunakan untuk teknik kalorimetri adalah kalorimeter. Kalorimeter dapat dikelompokkan dan dibedakan jenisnya berdasarkan proses dan reaksi yang terlibat, seperti kalorimeter konduksi panas (Heat Conduction Calorimeter/ HCC). Prinsip pengukuran yang digunakan dalam HCC adalah prinsip perpindahan panas dengan mengukur perbedaan temperatur antara sistem dan lingkungan. Alat kalorimeter konduksi panas isotermal dapat diaplikasikan untuk menentukan kalor penguapan dari senyawa organik dan kalor reaksi asam-basa. Alat ini terdiri dari beberapa komponen yaitu : wadah penampung yang terdiri dari dua wadah (sampel dan referensi) dengan ukuran yang sama, alat ukur perpindahan panas secara konduksi (termokopel), alat penghantar panas, power supply sebagai sumber energi listrik, voltmeter untuk mengukur tegangan panas yang dihasilkan dari termokopel dan siring sebagai wadah untuk titran. Alat kalorimeter konduksi panas isotermal telah diuji dengan percobaan penentuan kalor reaksi, yaitu kalor penguapan dari senyawa etanol, isopropanol dan n-heksana serta penentuan kalor reaksi asam-basa.

Deskripsi Alternatif :

Nearly all physical, chemical and biological processes produce or consume heat. The heat (q) isn't a material, but it is "an energy transfer". The exchange of heat is one of the basic technical known as calorimetric, and device in which this energy transfer occurs are called calorimeters. Different types and classifications of calorimeters have evolved in the effort to measure the heat involved in a variety of process and reaction, such as heat conduction calorimeter. The principle of measurement in heat conduction calorimeters is defined as the heat-exchange principle by the measuring of the temperature difference the sample and surroundings. The isothermal heat conduction calorimeter can be application to determinate organic compound evaporation heat and acid-base heat reaction. The device consists of several components, such as identical sample and reference chamber are utilized and subject to the same conditions, thermocouple, conductor, the power supply as the electric resource and voltmeter to measure the exchange electric voltage produce by thermocouple and syringe as a volume of titration. The isothermal heat conduction calorimeter has been applied to determination of organic compound evaporation heat, such as ethanol, isopropyl alcohol and n- hexane and acid-base heat reaction.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Chemistry Teaching
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ing. Barnas Holil, DEA., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...