Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2018

VALUASI START-UP PADA EMAGO (PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.) MENGGUNAKAN METODE BERKUS & RISK FACTOR SUMMATION.

START-UP VALUATION OF EMAGO (PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk) USING BERKUS & RISK FACTOR SUMMATION METHODS.

2018
Master Theses from JBPTITBPP / 2018-05-18 15:07:47
Oleh : Rizkya Laila Nursyahbani - 29116147, S2 - MBA-ITB (rizkya.laila@sbm-itb.ac.id)
Dibuat : 2018-05-18, dengan 1 file

Keyword : start-up valuation, digital start-up, berkus method, risk factor summation method.
Subjek : FINANCE
Kepala Subjek : FINANCE
Nomor Panggil (DDC) : 658.15
Cakupan : PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Kantor Jakarta & Bandung

Perekonomian dunia sedang mengalami peristiwa disruptive yang luar biasa. Pemain

lama dapat terganti oleh pendatang baru yang masih kecil karena mereka membuat

produk yang sederhana dan jauh lebih murah, dalam hal ini start-up. Start-up adalah

perusahaan muda di bawah usia 3 tahun berbasis digital yang bertujuan untuk

mengembangkan model bisnis yang viable dan menciptakan produk, layanan, platform,

atau proses yang inovatif yang memiliki data riwayat yang sangat terbatas, kecil atau

bahkan tidak memiliki pendapatan, tergantung pada kekayaan atau equity pribadi, dan

didominasi oleh aset tidak berwujud daripada aset berwujud. Fenomena disruptive ini

juga dirasakan PT. Telkom sebagai perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Untuk merespon perubahan yang cepat di era ini, Telkom mengubah bisnis legacy-nya

menjadi bisnis digital. Pada Januari 2017, diprakarsai oleh Direktorat Manajemen

Sumber Daya Manusia, Telkom membentuk program inkubator bernama Amoeba

untuk mengakomodasi para karyawannya dalam hal berbagi ide dan menciptakan solusi

melalui pembentukan start-up untuk menghasilkan bisnis baru dan solusi untuk masalah

yang sedang berlangsung. Amoeba mengadopsi model lean start-up di mana masingmasing

dari start-up melewati 4 tahap validasi. Di setiap tahap, start-up membutuhkan

kemudahan pembiayaan dari Telkom. Keharusan dalam berinvestasi di Amoeba,

Telkom ingin menilai start-up tersebut untuk menentukan seberapa besar nilai

bisnisnya. Namun, menilai start-up digital akan sedikit berbeda dari bisnis konvensional

mengingat karakteristik start-up itu sendiri. Dengan demikian, penilaian pada start-up

yang belum mencapai tingkat profitabilitas didasarkan pada sejumlah asumsi empiris

dalam kondisi ketidakpastian yang cukup besar. Ada beberapa metode penilaian untuk

start-up digital yang muncul seperti Berkus, Risk Factor Summation, Scorecard Method,

Comparable Transactions, Book Value, Liquidation Value, DCF, First Chicago, and

Venture Capital. Sebagian besar literatur menggambarkan definisi metodologi tersebut,

dan ketentuan tentang penghitungan penilaian tetapi hanya terbatas pada faktor-faktor

apa yang sedang dinilai dan berapa banyak nilai yang bisa didapat oleh start-up. Oleh

karena itu, penulis membuat modifikasi pada metode Berkus dan Risk Factor

Summation untuk menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai metode tersebut

serta menyederhanakan proses penilaian yang akan dilakukan oleh PT. Telkom.

Deskripsi Alternatif :

The world economy is experiencing a tremendous disruptive event. Old players can be

disrupted by newcomers who are still small because they make a simple product and

much cheaper, in this case it is start-up. Start-up is a young company under the age of 3

years based on digital that aims to develop viable business models and create innovative

product, service, platform, or process that have very limited histories, small or even

have no revenues, dependent on private equity, and dominated by intangible assets

instead of tangible assets. This disruption phenomenon is also felt by PT. Telkom as the

largest Telecommunication company in Indonesia. To respond the rapid changes in this

era, Telkom is transforming its legacy business to digital business line. In January 2017,

from the initiative of Directorate of Human Capital Management, the company

established an incubator program named Amoeba to accommodate its employees in

terms of sharing their ideas and creating solution through establishing start-ups to

generate new business and solution for the on-going issue. Amoeba adopted a lean startup

model where each one of the start-up goes through 4 stages of validation process. In

each stage, the start-ups require ease of financing from Telkom. Having to invest in

Amoeba, Telkom wants to asses its start-ups in order to determine how much the

business worth. However, assessing digital start-ups will slightly different than the

conventional business considering the characteristics of start-up itself. Thus, the

valuation on start-ups that have not reached the profitability level or still on the seed

stage is based on a number of empirical assumptions under considerable uncertainty

conditions. There are some valuation methods for digital start-up emerged such as

Berkus Method, Risk Factor Summation, Scorecard Method, Comparable Transactions,

Book Value, Liquidation Value, Discounted Cash Flow, First Chicago, and Venture

Capital. Most of the literature described what the methodology is, the provisions on

calculating the valuation but limited only to what factors that being assessed and how

much value that the start-up could get. Therefore, the author made a modification on

Berkus and Risk Factor Summation methods in order to generate a better understanding

regarding the methods as well as to simplify the valuation process that will conducted

by PT. Telkom.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Isti Raafaldini Mirzanti, Editor: Yose Ali Rahman

File PDF...