Path: Top > S2-Theses > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2008

KEMITRAAN ANTAR STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL KABUPATEN GUNUNGKIDUL

INTER STAKEHOLDERS PARTNERSHIP IN THE DEVELOPMENT OF HANDYCRAFT SMALL INDUSTRY AS THE BASIS OF LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT IN GUNUNGKIDUL REGENCY

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:29
Oleh : RISNA M. HASAN (NIM 25407081); Pembimbing: Dr. Ir. Dewi Sawitri, M.T., S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Pengembangan ekonomi lokal, industri kecil kerajinan, kemitraan usaha, stakeholders., local economic development, handycraft small industry, business partnership, stakeholders

Dalam Pengembangan Ekonomi Lokal keberadaan industri kecil memiliki peranan yang penting karena umumnya berkembang dengan adanya semangat kewirausahaan lokal dan lebih mengutamakan pemanfaatan input bahan baku dan tenaga kerja lokal sehingga keberadaan industri kecil ini dapat berpotensi sebagai penggerak tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal suatu wilayah. Salah satu strategi pengembangan industri kecil untuk mendukung Pengembangan Ekonomi Lokal adalah melalui kemitraan usaha sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan lokalitas dengan memadukan, mengorganisasi dan mentransformasi seluruh potensi lokal yang ada terutama aspek pemasaran dan pendanaan sehingga dapat menciptakan sinergi pembangunan.

Studi ini dilakukan di tiga sentra industri kecil kerajinan di Kabupaten Gunungkidul yaitu sentra industri kecil kerajinan topeng dan batik kayu di Bobung, Patuk, sentra industri kerajinan ornamen batu di Semanu, sentra industri kerajinan bambu di Semanu. Dampak keberadaan industri ini belum memberikan sumbangan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi wilayah disebabkan lemahnya posisi tawar karena produk yang dihasilkan masih bersifat job order sehingga pengrajin sangat tergantung pada pembeli/eksportir.

Studi ini bertujuan untuk melihat pola kemitraan antar stakeholder dalam upaya pengembangan industri kecil kerajinan di Kabupaten Gunungkidul. Kemitraan yang ingin diidentifikasi adalah kemitraan antar industri kecil kerajinan, kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan pedagang/eksportir/BUMN/Asosiasi, kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan perguruan tinggi dan kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan pemerintah.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa secara umum pola kemitraan yang terjadi adalah dalam subkontrak barang setengah jadi, pola perdagangan umum antara pembeli dan produsen, pendidikan dan pelatihan, fasilitasi promosi produk industri kecil. Faktor yang mempengaruhi kemitraan secara umum adalah faktor demand masih terbatas, tidak ada komunikasi yang terbuka dan faktor kepercayaan; faktor belum ada keinginan/minat dari pedagang/eksportir, faktor motivasi bisnis; faktor keinginan, kelayakan usaha; motivasi program.

Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pola kemitraan yang ada pada kenyataannya belum semuanya terjadi pada ketiga sentra industri kecil kerajinan yang distudi. Sentra industri kecil kerajinan yang telah melaksanakan sebagian besar pola kemitraan antar stakeholders adalah sentra bobung sehingga sentra ini lebih maju dibandingkan kedua sentra lainnya. Pola kemitraan yang seharusnya terjadi antar industri kecil kerajinan sebagai stakeholders utama adalah kemitraan dalam pemanfaatan teknologi agar menghasilkan desain-desain produk yang bernilai jual tinggi. Pola kemitraan yang terjadi di ketiga sentra industri kecil kerajinan ini belum dapat dikatakan kemitraan yang seharusnya dalam pengembangan industri kecil kerajinan karena belum berada pada kesejajaran kedudukan dan belum berdasarkan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat dan saling menguntungkan.

Berdasarkan hasil studi tersebut maka beberapa arahan untuk peningkatan kemitraan yang ada dapat di usulkan adalah : 1) Peningkatan kualitas produk kerajinan melalui pengembangan inovasi teknologi 2) Penguatan lembaga koperasi yang ada 3) Pemerintah mendukung pengembangan industri kecil kerajinan melalui program pemberdayaan dalam pengembangan teknologi produksi, manajemen, permodalan dan pemasaran. 4)Peningkatan peran pemerintah dalam memediasi kemitraan antara industri kecil dengan pedagang/eksportir 5) Peningkatan peran pemerintah dalam memediasi kemitraan dengan BUMN melalui sosialisasi 6) Peningkatan peran pemerintah dalam memediasi kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan perguruan tinggi 7) Pengembangan kluster industri sebagai wujud keterkaitan usaha antar industri kecil dalam sentra.

Deskripsi Alternatif :

In Local Economic Development, the existence of small industry has an important it generally grows as result of local entrepreneurship and emphasizes more on the utilization of local labor and materials so that the existence of this small industry has potency as the driving force of the growth of local economic activities in the region. One of the small industry development strategis to support Local Economic Developmnet through business partnership as an effort to grow locality by combining, organizing, and transforming all existing local potency, especially marketing and funding in order to create development synergy.

This study was conducted in three handycraft small industries centers in Gunungkidul Regency, i.e. the center of mask and wooden batik handycraft small industry in Bobung, Patuk, the center of stone ornamnet handycraft small industry in Semanu, and the center of bamboo handycraft small industry in Semanu. The impact of existence of these industries has not contributed significantly to regional that the craftsmen are depended on the buyers/exporters.

The purpose of this study is look at the pattern of stakeholders partnership in an effort to develop handycraft small industry in Gunungkidul regency. The partnership that is going to be identified is the partnership among the handycraft small industries, partnership between handycraft small industry and buyers/exporters/BUMN/Associated, partnership between handycraft small industry and universities, and partnership between handycraft small industry and government.

The result shows that the pattern of partnership that exists are mostly in the form of sub contract of ’semi finished goods’, general trade between buyers and producers, training and education, facilitating the promotion of small industry product. Factors influencing partnership are limited demand, lack of open communication and trust, lack of willingness/interest of the traders/exporters, business motivation, willingness, business feasibility, and program motivation.

The study concludes that the existing partnership has not occurred entirely in three studied handycraft small industries. The center of handycraft small industry that has implemented some of partnership pattern is the center in Bobung, so that this center is more developed that the others. The partnership pattern that should occur among the handycraft small industries as the main stakeholders is partnership in technology utilization in order to pruduce designs with high selling vallue. The partnership pattern in these three centers has not been able to be called a partnership that should occur in the development of handycraft small industry because they are not at the same position and has not been based on the principle of needing each other, strengthening each other, and benefiting each other.

Based on the result of the study, some directions for the improvement of the partnership are proposed, i.e.: 1) improvement of the quality of the handycraft produsct through technology innovation development; 2) strengthening of the existing cooperative agency; 3) increasing government support in the development of handycraft small industry through empowerment program in the development of production technology, management, capital, and marketing; 4) increasing the role of government in mediating partnership between small industry and traders/exporters; 5) increasing the role of gevernment in mediating partnership between small industry and state-owned enterprise through socialization; 6) increasing the role of government in mediating partnership between handycraft small industry and universities; and 7) developing industrial cluster as the manifestation of business correlation among the small industries at the center.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Dewi Sawitri, M.T., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...