Path: Top > S2-Theses > Biology-SITH > 2017

POTENSI KECOAK SEBAGAI VEKTOR TRANSMISI BAKTERI INFEKSI NOSOKOMIAL DI TIGA FASILITAS KESEHATAN DI BOGOR DAN TANGERANG

COCKROACH AS POTENTIAL VECTOR FOR BACTERIAL PATHOGEN OF NOSOCOMIAL INFECTION IN THREE HEALTH CARE FACILITIES IN BOGOR AND TANGERANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-29 15:20:12
Oleh : RINDANG KHAIRANI (NIM: 20614003), S2 - Biology-SITH
Dibuat : 2017-09-29, dengan 1 file

Keyword : kecoak, infeksi nosokomial, bakteri, resistensi antibiotik

Fasilitas kesehatan, di samping fungsinya yang vital sebagai sarana layanan kesehatan masyarakat, dapat juga berperan sebagai sarana penyebaran infeksi yang disebut sebagai infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat menyerang pasien, tenaga kesehatan, serta pengunjung fasilitas kesehatan. Penyebaran infeksi nosokomial dapat terjadi melalui banyak sarana. Salah satu sarana transmisi yang belum banyak mendapat perhatian ialah serangga kecoak, salah satu serangga hama permukiman, yang tidak hanya menimbulkan gangguan bagi manusia, namun juga telah lama diketahui memiliki kemampuan untuk membawa agen penyakit dalam tubuhnya. Serangga ini banyak pula ditemukan di fasilitas kesehatan, yang menjadi habitat kecoak karena memiliki sumber makanan dan tempat berlindung. Perilaku dan sifat hidup kecoak memungkinkan serangga ini membawa patogen infeksi nosokomial pada tubuhnya dan mengekskresikannya kembali ke lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemungkinan tersebarnya infeksi nosokomial di tiga fasilitas kesehatan di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Tangerang oleh kecoak yang ditemukan di tempat tersebut. Ketiga fasilitas kesehatan ini belum melakukan pengendalian hama secara terpadu, dan penemuan kecoak pada tempat dengan frekuensi aplikasi insektisida yang tinggi mengindikasikan resistensi kecoak terhadap insektisida yang selama ini digunakan. Kecoak yang ditemukan di fasilitas kesehatan ditangkap secara langsung dari beberapa bagian yaitu toilet, saluran air, halaman apotek, ruang cuci, gudang, perimeter luar, dan ruangan yang tengah direnovasi; seluruhnya merupakan spesies kecoak Amerika (Periplaneta americana). Kecoak hasil koleksi yang masih dalam keadaan hidup dengan bagian tubuh yang lengkap dibawa ke laboratorium untuk dilakukan proses isolasi bakteri dari integumen luar dan ususnya. Bakteri kemudian diidentifikasi dengan plate streaking di media agar, pewarnaan Gram, pengamatan morfologis, serta serangkaian uji biokimiawi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari integumen dan usus kecoak dapat ditemukan dua spesies bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus sp. dan Bacillus sp., serta empat spesies bakteri dari Famili Enterobactericeae yaitu Escherichia coli, Serratia sp., Proteus vulgaris, dan Proteus mirabilis. Seluruh bakteri tersebut diketahui berpotensi menjadi patogen infeksi nosokomial. Lokasi penemuan kecoak yang membawa bakteri menunjukkan kemungkinan tersebarnya keenam jenis bakteri tersebut melalui beragam sarana, seperti air, limbah, dan permukaan benda di fasilitas kesehatan. Bakteri dari tubuh kecoak diisolasi dari homogenat integumen dan usus, dengan keragaman dan jumlah sampel yang lebih banyak berasal dari homogenat usus, yang memiliki kondisi lebih stabil, kaya nutrisi dan mendukung kehidupan bakteri dibandingkan permukaan luar tubuh. Bakteri yang telah diidentifikasi diuji resistensinya terhadap beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan oleh masyarakat di Bogor dan Tangerang, yaituamoksisilin, metronidazol, kloramfenikol, kotrimoxazol, sefadroksil, dan siprofloksasin dengan metode disk diffusion. Hasil uji menunjukkan masing-masing spesies bakteri memiliki resistensi terhadap paling sedikit dua jenis antibiotik. Terdapatnya bakteri yang berpotensi menimbulkan infeksi nosokomial dari kecoak yang ditemukan di fasilitas kesehatan menunjukkan kecoak sebagai vektor potensial untuk mentransmisikan infeksi nosokomial sekaligus menyebarkan bakteri yang resisten terhadap antibiotik di lingkungan fasilitas kesehatan pada pasien, tenaga kesehatan dan pengunjung.Langkah yang dapat diambil untuk mengatasi penyebaran infeksi nosokomial melalui kecoak ialah dengan mengevaluasi program pengendalian yang selama ini dilakukan dan melakukan pengendalian populasi kecoak dengan manajemen pengendalian hama terpadu untuk mencegah kontak antara serangga ini dengan manusia secara langsung maupun tidak langsung.

Deskripsi Alternatif :

Health care facilities, in contrast to its function, could be a major source of infection, which known as nosocomial infection. This category of disease can affect patient, health workers, as well as visitor of health care facilities. Nosocomial infection can be spreaded in various ways, including mechanically transmitted by cockroach –an urban insect pest which has ability to carry pathogens in its body. Cockroach can be found in health care facilities as one of suitable habitats for cockroach with food source and shelters. Regarding to cockroach’s behaviour, pathogens of nosocomial infection could be carried and excreted to environment. This study was conducted to measure the risk of infection spreading by cockroaches in three health care facilities in Bogor and Tangerang district. The health care facilities conduct conventional management for their pest control program, with high frequency of insecticide application. Cockroach finding in various locations indicating cockroach resistance to insecticide used in health care facilities. Cockroaches were captured directly from some locations, such as toilet, sewer, pharmacy installation perimeter, storeroom, pantry, outside perimeter, and under-construction building; all of the cockroaches were American cockroach (Periplaneta americana). Cockroaches from collection sites that were alive and with complete body parts were brought to laboratorium for bacteria isolation process from homogenat of its integumen and gut. Bacteria identification process was done by plate streaking in agar media, Gram staining, morphological identification, and some biochemical tests. Identification process showed two Gram positive bacteria species, Staphylococcus sp. andBacillus sp., and four bacteria species from Famili Enterobacteriaceae, Escherichia coli, Serratia sp., Proteus vulgaris, and Proteus mirabiliswere carried by cockroach in its integumen and gut. All of six bacteria species are known as potential pathogen to cause nosocomial infection. The locations where cockroach were found shows probability for the bacteria to be spreaded in various ways, such as carried by water flow, waste, or excreted in inanimate objects in health care facilities. Bacteria from cockroaches were isolated from integumen and gut homogenat, with higher diversity and sample number found in gut integumen, which condition is more stable, nutrition-rich, and supportive for bacterial growth, compared with outer body surface. Identified bacteria were tested with susceptibility test to antibiotic with disk-diffusion method. Antibiotic used in test are six commonly-used antibiotic in Bogor and Tangerang, which are amoxycillin, metronidazole, chloramphenicol, cotrimoxazole, cefadroxil, and ciprofloxacin. Test result showed that each bacteria species is resistant to at least two kind of antibiotic. The finding of potential pathogenic bacteria of nosocomial infection from cockroaches found in health care facilities shows potency of this insect pest as vector of nosocomial infection, which also be able to transmit resistant bacteria to patient, health workers, and visitor in health care facilities. There is a need for three health care facilities to evaluate their pest control programs and conduct integrated pest management program to control cockroach infestation and minimalize access from cockroach to human, both directly and indirectly.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Intan Ahmad, Ph.D, Editor: Alice Diniarti

File PDF...