Path: Top > S2-Theses > Water Supply and Sanitation Infrastructure Management-FTSL > 2016

PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETERJANGKAUAN DAYA BELI MASYARAKAT MENGGUNAKAN CONTINGENT VALUATION METHOD (CVM) (STUDI KASUS : PDAM KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT)

DRINKING WATER SUPPLY SYSTEM DEVELOPMENT BY AFFORDABILITY OF COMMUNITY PURCHASING ABILITY CONSIDERATION USING CONTINGENT VALUATION METHOD (CVM) (CASE STUDY: PDAM CITY OF BUKITTINGGI, WEST SUMATERA)

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-03-15 15:14:55
Oleh : RICKY FERNANDEZ (NIM : 25713306), S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2016, dengan 10 file

Keyword : Pengembangan sistem penyediaan air minum, keterjangkauan daya beli masyarakat, Contingent Valuation Method (CVM), kelayakan finansial.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah alternatif sistem pengembangan penyediaan air minum di Kota Bukittinggi Sumatera Barat yang layak secara finansial dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat untuk air minum. Hasil penelitian keterjangkauan daya beli masyarakat untuk air minum dengan menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) menunjukan bahwa nilai






yang mampu dibayar oleh masyarakat (Ability To Pay/ATP) adalah sebesar Rp. 3.732/m3 sementara nilai yang mau dibayar masyarakat dengan adanya peningkatan pelayanan (Willingness To Pay) adalah sebesar Rp. 7.442/m3. Nilai yang didapat dengan metode ini tidak jauh berbeda jika






menggunakan ketentuan Permendagri No 23 Tahun 2006 dan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Barat dengan perbedaan sebesar Rp. 144/m3. Selain itu evaluasi metode ini juga menunjukan bahwa metode CVM yang digunakan dalam penelitian ini mampu menjelaskan 87% faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan membayar masyarakat untuk pengembangan sistem penyediaan air minum. Berdasarkan nilai keterjangkauan daya beli masyarakat tersebut maka sistem 4 merupakan sistem terpilih karena memiliki kelayakan finansial yang terbaik dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Sistem 4 merupakan sistem pengembangan air minum dengan menggunakan mata air Sutijo sebagai sumber air baku dengan kapasitas 300 L/detik. Pembangunan akan dilaksanakan melalui dua tahap, tahap I pada tahun 2016-2024 sebesar 100 L/detik dan tahap II pada tahun 2024-2035 sebesar 200 L/detik. Sistem ini membutuhkan biaya investasi pada tahap I






sebesar Rp. 39.529.387.287 dan tahap II sebesar Rp. 64.821.997.789. Kebutuhan investasi akan didanai melalui penyertaan modal pemerintah dimana unit air baku 100% dibiayai oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, unit produksi 70% dibiayai oleh Direkrtorat Jenderal Cipta Karya dan 30% melalui pinjaman Bank sementara unit distribusi 30% dibiayai oleh APBD Kota Bukittinggi






dan 70% melalui pinjaman Bank. Dengan penggunaan tarif dasar air minum sebesar Rp. 3.700/m3 maka skema pembiayaan ini layak secara finansial dengan nilai NPV, BCR dan BEP secara berurutan sebesar Rp. 55.580.153.601, 1,25 dan 7 tahun serta Harga Pokok Produksi sebesar Rp.






2.432/m3. Analisa sensitivitas menunjukan bahwa sistem ini masih layak untuk dilaksanakan dengan adanya resiko kenaikan biaya operasional, kenaikan biaya investasi, dan penurunan pendapatan air masing-masing sebesar 10%.

Deskripsi Alternatif :

This study aims to provide recommendation alternatives of drinking water supply system in Bukittinggi city West Sumatera based on the selection of the best system and financial feasibility by the affordability of community purchasing ability consideration. Results of the CVM method shows that the value of ability to pay (ATP) is Rp. 3.732 /m3 and value of Willingness To Pay (WTP) is Rp. 7.442 /m3. The value of this method is not much different if using the Provincial Minimum Wage (UMP) in 2015 and the Regulation of the Ministry of Home Affairs No. 23 2006 with the difference value of Rp. 144 /m3. Evaluation this method show that CVM method that used in this study can explain 87% factor that influence of the WTP value. The result of analysis show that system 4 has






the best financial feasibility by the affordability of community purchasing ability consideration. This system use Sutijo Waters spring with capacity 300 liters/second and established in two phase: phase I (2016-2024) with capacity 100 liters/second and phase II (2024-2035) with capacity 200 liters/second. This system need total investment in phase I is Rp. 39.529.387.287 and phase II is Rp. 39.529.387.287. Investment of this system will be funded through "penyertaan modal pemerintah" program, 100% raw water unit will be funded by APBN through Directorate General of Water Resources, 70% of production unit will be funded by APBN through Directorate General of Human Settlements and 30% will be funded by APBD of Bukittinggi city, 30% of distribution network will be funded by APBD of Bukittinggi city and 70% will be funded by Bank loan. With water sales rate






is Rp. 3.700/m3, this financing scheme is financial feasible with NPV Rp. 55.580.153.601, BCR 1,25 and BEP in 7 years with production cost Rp. 2.432/m3. This result of sensitivity analysis shows that this system is still feasible with risk of 10% increase in operating and capital cost, also 10% decrease in revenue.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id