Path: Top > S1-Final Project > Material Engineering-FTMD > 2018

PEMBUATAN DETEKTOR GAS AMONIA MENGGUNAKAN KURKUMIN SEBAGAI INDIKATOR BASA

Fabrication of Ammonia Gas Detector Using Curcumin As A Base Indicator

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-03-12 15:57:10
Oleh : RICKY DEFIAN SAPUTRA (NIM : 13713017), S1 - Materials Engineering-FTMD
Dibuat : 2018, dengan 1 file

Keyword : Amonia, Detektor Gas, Indikator Basa, Kunyit, Kurkumin

Gas amonia merupakan salah satu gas yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Saat ini, detektor gas amonia yang beredar di masyarakat memiliki keterbatasan, antara lain kurang portabel, mahal, dan masih menggunakan bahan kimia berbahaya bagi lingkungan. Kurkumin merupakan zat pewarna pada tumbuhan kunyit, memiliki struktur yang dapat menyebabkan perubahan warna dari kuning menjadi merah saat bereaksi dengan lingkungan basa. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan kurkumin sebagai indikator basa sebagai pendeteksi gas amonia.

Kurkumin pada penelitian ini diekstrak dari kunyit yang dilarutkan pada larutan 96 % etanol dengan variasi persen berat 1 %, 3 %, 5 %, 7 %, 9 % w/w. Metode estraksi dilakukan dengan memanaskan dan menyaring campuran kunyit dan etanol untuk mendapatkan ekstrak kurkumin. Ekstrak kurkumin yang didapatkan kemudian diuji dengan UV-VIS dan FTIR spektroskopi untuk mengetahui besar kemurniannya.

Pada penelitian ini yield dan kemurnian tertinggi diperoleh dari hasil ekstraksi kurkumin dengan persen berat 1 % w/w. Detektor gas amonia yang telah dibuat kemudian diuji pada konsentrasi gas amonia yang berbeda-beda. Dari hasil penelitian detektor gas amonia dengan kurkumin sebagai indikator, dapat disimpulkan detektor ini cukup sensitif untuk mendeteksi gas amonia.

Deskripsi Alternatif :

Ammonia gas is one of the gases that are harmful to humans and the environment. However, most ammonia gas detectors circulating in the community have limitations, such as its size, high cost, and harmful to the environment. Curcumin, a dye in turmeric, has a structure that can cause a change in color from yellow to red when reacting with an alkaline environment. This study aims to use curcumin as the basic indicator for an ammonia gas detector.

In this study curcumin was extracted by disolving turmeric in 96% ethanol solution with weight percentage of 1 %, 3 %, 5 %, 7 %, and 9 % w/w. The method of extraction is performed by heating and filtering the mixture of tumeric and ethanol to obtain the curcumin extract. The curcumin extract obtained was then tested with UV-VIS and FTIR spectroscopy to determine its purity.

In this study, the highest yield and purity were obtained from curcumin extraction with weight percentage of 1 % w/w. The ammonia gas detector that has been fabricated is then tested with different concentrations of ammonia gas. From the results of studies of ammonia gas detector with curcumin as indicator, it can be concluded that this detector is sensitive enough to detect ammonia gas.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. rer. nat. Mardiyati, Editor: Alice Diniarti

File PDF...