Path: TopS1-Final ProjectMetallurgical Engineering-FTTM2008

ANALISIS KEKUATAN PIPA AKIBAT PEMBEBANAN TANAH & LAND SUBSIDENCE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:37:14
Oleh : RICARDI SIMANJUNTAK (NIM 12103044), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Kekuatan Pipa, Pembebanan Tanah, Land Subsidence, Metode Elemen Hingga

Onshore pipeline merupakan jalur pipa didalam tanah yang digunakan untuk mentransportasikan suatu fluida dari satu tempat ke tempat lain. Jalur pipa Porong-Gresik adalah salah satu contoh onshore pipeline. Namun, adanya kasus semburan lumpur PT. Lapindo Brantas membuat pipa yang berada dalam kedalaman 1,5-2 meter mengalami penambahan beban tanah (tanggul) hingga 7-12 meter untuk menahan semburan lumpur yang makin bertambah. Pengamatan topografi sekitar semburan lumpur juga memperlihatkan adanya penurunan tanah. Dan dikhawatirkan dengan adanya kasus-kasus tersebut akan mempengaruhi pipa.







Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian untuk menganalisis kekuatan pipa akibat penambahan beban tanah (tanggul) dan adanya penurunan tanah. Berdasarkan kondisi lingkungan pada jalur pipa ini, penulis membuat pemodelan dan simulasi dengan menggunakan Metode Elemen Hingga. Ada tiga kasus yang akan dianalisis pada tugas akhir ini. Kasus I, pembebanan pipa ditumpu utuh oleh tanah (termasuk tanggul) dengan kombinasi beban dan variasi simulasi lainnya. Kasus II, pembebabanan pipa ditumpu sebagian (free span) oleh tanah dengan kombinasi beban dan variasi simulasi lainnya. Dan yang terakhir, kasus III, pembebanan pipa akibat adanya penurunan tanah (secara uniform dan linier) dengan variasi simulasi lainnya. Dengan melakukan pemodelan dan simulasi diperoleh output berupa defleksi pipa, tegangan Von Mises dan regangan pipa. Setelah itu dianalisis dengan safety factor untuk mengetahui batas amannya pipa. Dan selanjutnya dapat diprediksi juga remaining life pipa akibat adanya perubahan kondisi lingkungan pipa tersebut.







Hasil simulasi menunjukkan bahwa, pada kasus I, sampai ketinggian tanah (termasuk penambahan tanggul) 15 meter diatas pipa yang dianalisis, pipa tetap berada dalam keadaan aman. Pada kasus II, diperoleh hubungan bahwa semakin besar panjang free span dan ketinggian tanah, maka safety factor pipa semakin menurun. Untuk kasus III (uniform), pada ketinggian tanah 2 meter diatas pipa, remaining life pipa didalam tanah pasir adalah 77 hari. Sedangkan pipa didalam tanah lempung, remaining life pipa adalah 31 hari. Kasus III (linier), pada ketinggian tanah 2 meter diatas pipa, remaining life pipa didalam tanah pasir adalah 120 hari.

Deskripsi Alternatif :

Onshore pipeline is buried pipeline that is used for transporting fluid from one place to others. Porong-Gresik pipeline is one example of onshore pipeline. Yet, the mud spout case of PT. Lapindo Brantas make pipe situated in 1,5-2 meter depth has soil load (included soil cover) addition until 7-12 meter to hold on the mud spout that is more increasing. Topography observation around the mud spout show the land subsidence. And it is feared that those cases will influence the pipe.







Therefore, it is necessary to do lesson for analyzing the pipe strength that is caused by the soil load (included soil cover) addition and land subsidence. Based on environment condition at this pipeline, writer makes model and simulation by using Finite Element Method. There are three cases that will be analyzed at this final project. Case I, soil load is supported by soil (included soil cover) with load combination and other simulation variation. Case II, pipe load is supported partially (free span) by soil (included soil cover) with load combination and other simulation variation. And the last, case III, soil load that is caused by land subsidence (uniform and linear models) with other simulation variation. By making model and simulation, we get output like pipe deflection, Von Mises stress, and pipe strain. After that, it is analyzed by safety factor to know the safety limit of the pipe. And then, we can also predict the remaining life of the pipe that is caused by the change of the pipe environment condition.







The result of the simulation shows that, in case I, until the height of soil (included soil cover addition) is 15 meter above the analyzed pipe, the pipe is still in safety condition. In case II, we get the relation that longer the free span and soil height, more decreasing the pipe safety factor. For case III (uniform model), at the soil height that is 2 meter above pipe, the remaining life of the pipe inside the sand is 77 days. Eventhough the pipe that is inside the loam has 31 days remaining life. Case III (linear model), at the soil height that is 2 meter above pipe, the pipe remaining life inside the sand is 120 days.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Syoni Soepriyanto, M.Sc. dan Dr. Eng. Akhmad A. Korda, ST., MT. , Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...