Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2017

STOCK VALUATION OF PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK: VALUING THE PROSPECT OF AGRIBUSINESS INDUSTRY

STOCK VALUATION OF PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK: VALUING THE PROSPECT OF AGRIBUSINESS INDUSTRY

2017
Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 10:57:54
Oleh : R. FAISAL HILMI-29115133, S2 - MBA-ITB
Dibuat : 2017-09-29, dengan file

Keyword : Stock Valuation
Subjek : Stock Valuation
Kepala Subjek : Stock Valuation

Sektor bisnis perunggasan di Indonesia telah berkembang sejak pertengahan 1980an. Asosiasi Produsen


Pakan Indonesia (APPI / GPMT) melaporkan bahwa divisi tersebut memasok 65 persen protein hewani


Indonesia, memberikan 13 juta personil pekerja ke Indonesia. Industri perunggasan di Indonesia mulai


berkembang, didorong oleh pertumbuhan ekonomi. Indonesia masih memiliki konsumsi daging per


kapita yang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Namun,


permintaan meningkat dengan cepat dan daging unggas merupakan sumber protein utama di negara ini,


terhitung sekitar 87% dari total konsumsi daging. Permintaan daging unggas di Indonesia diperkirakan


terus tumbuh, terutama didorong oleh daya beli masyarakat kelas menengah yang berkembang di negara


tersebut. Sektor daging unggas diproyeksikan tumbuh 70 sampai 90% pada tahun 2020 jika PDB


meningkat sebesar 6% per tahun. Fakta tersebut menunjukkan Unggas Industri sebagai target ideal untuk


berinvestasi. Makalah ini bertujuan untuk menyelidiki lebih jauh dampak dari kondisi saat ini sambil


juga menilai apakah nilai saham CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk.) Undervalued atau


overvalued daripada pasar. Tugas akhir ini dilakukan dengan menggunakan dua model penilaian, yaitu


model penilaian absolut dan model penilaian relatif dibandingkan dengan perusahaan lainnya. PT


Charoen Pokphand Indonesia TBK. Telah meningkatkan pendapatan dari tahun 2015 sampai 2016.


Perusahaan telah berkembang pada tahun 2015 untuk menghasilkan budidaya ayam ras pedaging yang


dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dengan menggunakan dua tahap karena hal ini berkembang,


sehingga selama lima tahun ke depan pendapatan dapat ditingkatkan sebesar 5 % Dari PDB, dan sekitar


4% dari inflasi. Setelah lima tahun, kenaikan pendapatan diproyeksikan sebesar 5% PDBDari valuasi


absolut menggunakan FCFF, diperoleh harga saham CPIN sebesar Rp 3.879,36 dengan potensi kenaikan


27,82% dari harga pasar Rp 3035 pada tanggal 30 Desember 2016 yang berarti pangsa pasar CPIN


dinilai cukup oleh pasar. Dari model valuasi relatif dihasilkan PER sebesar 25,15 dan 47,87% premium


yang mengindikasikan pasar terhadap saham CPIN disukai oleh perusahaan sejenisnya. Bila EV /


EBITDA berlipat 15,4x dengan premi 127,06% dan Rp 3,524,5 dengan potensi kenaikan 16,11%.


Artinya pasar terhadap stok CPIN bagus dibandingkan dengan rekan sebayanya. Tujuan dari proyek


akhir ini adalah untuk membandingkan nilai intrinsik dengan nilai pasar. Perhitungan menunjukkan


bahwa dua dari tiga metode penilaian memberikan sinyal positif untuk membeli saham.

Deskripsi Alternatif :

Indonesia's business poultry sector has developed essentially since the mid-1980s. The Indonesian Feed


Producers Association (APPI/GPMT) reports that the division supplies 65 percent of Indonesia's animal


protein, giving employments to 12 million individuals. Indonesia’s poultry industry began to expand,


fueled by a growing economy. Indonesia still has relatively lower meat consumption per capita


compared to other Southeast Asian countries. However, demand is rapidly increasing and poultry meat


is the leading source of protein in the country, accounting for approximately 87% of total meat


consumption. Indonesia’s demand for poultry meat is expected to continue growing, primarily driven


by the growing purchasing power of the country’s expanding middle class. The poultry meat sector is


projected to grow 70 to 90% by 2020 if GDP increases by 6% per annum. Those fact shows Poultry


Industry as an ideal target to invest. This paper aims to further investigate the impact of this current


condition while also assessing whether the shares value of CPIN (PT. Charoen Pokphand Indonesia,


Tbk.) is undervalued or overvalued than the market. The final project was conducted using two valuation


models, which are absolute valuation model and relative valuation model as comparison with other


companies. PT Charoen Pokphand Indonesia TBk. has increase of the revenue from 2015 to 2016. The


company has expanded in 2015 to produce the broiler cultivation that can increase the revenue of the


company with using two stage because of this expanding, so for five years forward the revenue can be


increase by 5% of GDP, and about 4% of inflation. After five years, increasing of revenue is projected


by 5% GDP. From the absolute valuation using FCFF, obtained CPIN stock price of IDR 3.879,36 with


potential upside 27,82% of the market price of IDR 3035 on December 30, 2016 that means CPIN share


are fairly valued by the market. From the relative valuation model generated PER of 25,15 and 47,87%


of premium which indicates market toward CPIN stock is favored with its peer companies. When the


multiple EV/EBITDA of 15,4x with 127,06 % of premium and IDR 3.524,5 with potential upside


16,11%. It means that market toward CPIN stock is good compared with peers. The objective of the


final project is to compare the intrinsic value with market value. The calculation shows that two of three


valuation method give positive signal to buy the stock.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Martin P. H. Panggabean, Ph.D., Editor: Yose Ali Rahman