Path: Top > S2-Theses > Petroleum Engineering-FTTM > 2010

MODELING PRODUCED WATER DISPOSAL AND FORECASTING PERFORMANCE OF NATURALLY FRACTURED GAS RESERVOIRS IN GUNDIH BLOCK, INDONESIA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:07:47
Oleh : REZA OKTOKILIAN CHON (NIM : 22208324), S2 - Petroleum Engineering
Dibuat : 2017-06-16, dengan 7 file

Keyword : Naturally fractured wet gas reservoir, Carter Tracy method, grid blocks, ha/he value sensitivity study, aquifer size, injector perforation depth interval, permeability matrix, fracture and constant injection rate.

Blok Gundih terdiri dari beberapa reservoir gas basah dengan tipe rekah alam. Blok ini terletak di daerah sekitar Cepu, Jawa Tengah, Indonesia. Terdapat tiga struktur di blok ini yakni KTB, RBT dan KDL. Masing-masing memilki kedalaman kontak antara gas dengan air yang berbeda-beda dan diprediksi akan memproduksikan air dalam jumlah besar. Disisi yang lain, fasilitas permukaan untuk pengolahan air yang dimiliki blok ini sangat terbatas.



Sehubungan dengan penanganan terhadap prediksi produksi air dari ketiga struktur tersebut, telah dilakukan suatu study simulasi terhadap injeksi air kedalam akuifer dari struktur RBT pada tahun 2007. Model simulasi reservoir dari studi


tersebut (Model A) mendefinisikan akuifer dengan menggunakan kombinasi dari metode analitik Carter Tracy dan grid blok numerik. Beberapa studi sensitivitas telah


dilakukan dengan menggunakan parameter ukuran akuifer, interval kedalaman perforasi sumur injektor, permeabilitas matrik, permeabilitas rekahan dan laju injeksi konstan. Studi sentitivitas ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan dari Model A.



Studi juga dilakukan terhadap suatu model (Model B) yang mendefinisikan dukungan dari akuifer dan injeksi dengan hanya menggunakan metode grid blocks. Untuk merepresentasikan kekuatan dari akuifer, model ini menggunakan suatu rasio dari ketebalan aquifer terhadap reservoir (ha/he). Pada tahapan selanjutnya, dilakukan


studi sensitivitas terhadap Model B berdasarkan hasil sensitivitas dari model yang memiliki keunikan secara karakteristik. Sebagai langkah akhir, perbandingan antara


kedua hasil sensitivitas untuk Model A dan Model B telah dilaksanakan sebagai suatu metode untuk memilih model yang lebih sesuai. Model ini kemudian dapat digunakan ajukan untuk melakukan prediksi terhadap pengaruh kehadiran akuifer.



Hasil studi ini menunjukkan bahwa Model B memiliki kemampuan dan lebih sesuai mensimulasikan daripada Model A. Hal ini berdasarkan bahwa Model A memberikan hasil sensitivitas yang tidak lazim untuk kasus interval kedalaman perforasi sumur injeksi yang lebih tinggi, harga permeabilitas rekahan vertical dan laju injeksi konstan yang lebih besar. Sementara model B dapat lebih tepat merepresentasikan pengaruh dari water injeksi ke dalam aquifer untuk kasus-kasus yang sama. Sebagai kesimpulan, Model B lebih tepat daripada model A. Untuk model yang diajukan untuk studi water injeksi di struktur RBT adalah Model B dengan harga ha/he sebesar 100.

Deskripsi Alternatif :

Gundih Block comprises of naturally fractured wet gas reservoirs. It is located near Cepu City, Central Java, Indonesia. This block consists of three structures of


KTB, RBT and KDL. These three structures with different depths of Gas Water Contact (GWC) have been predicted to have a high water production. On the other hand, the water-treating facilities at the surface are limited.



To handle the predicted water produced from those three structures, a simulation study of water re-injection into aquifer body of RBT structure had been conducted in 2007. The 2007 reservoir simulation model (Model A) used combination of analytical (Carter Tracy) method and numerical (grid-blocks) method


as the aquifer definition. Several sensitivity studies were performed to analyze the capability of Model A. The parameters of the sensitivity include aquifer size, injector perforation depth interval, permeability matrix, permeability fracture and constant injection rate.



Further, a model that uses only grid blocks to define the aquifer and injection support (Model B) was applied. Model B uses a definition of aquifer-toreservoir height ratio (ha/he) to represent the aquifer strength. A sensitivity study for Model B was performed also based on the unique results of Model A sensitivity characteristics. Comparison between two sensitivity results of both models had been used as a tool to select the proper model that can be used to predict the influence of aquifer existence.



The results of this study show that Model B is capable and more properly simulate the process than Model A are. This is because Model A gives uncommon or not clear results in cases of upper injector perforation interval, higher vertical fracture permeability and constant injection rate in several aquifer sizes. On the other hand, Model B may properly represent the influence of water injection into the aquifer for those sensitivity cases. In conclusion, Model B is more proper than Model A, and the proposed model for water injection study in RBT structure is Model B with ha/he value of 100.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Asep


    Kurnia Permadi, PhD., Editor: Suharsiyah

File PDF...