Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2008

ACTIVITY-BASED COSTING IN THE IN-PATIENT UNIT OF RSUD CIDERES

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2011-10-25 16:54:05
Oleh : REZA ARBIANDI SUPARMAN (NIM 19005028); Pembimbing : Isrochmani, MAcc., School of Business and Management
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Akuntansi manajemen, Activity-Based-costing

Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres, sebuah rumah sakit umum daerah yang dimiliki oleh pemerintah daerah Kabupaten Majalengka. Rumah sakit ini memiliki tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum khususnya masyarakat Kabupaten Majalengka. Pada tahun 2009, manajemen rumah sakit Cideres merencanakan untuk mengajukan revisi tarif kepada pemerintah daerah dikarenakan revisi tarif yang terakhir dilakukan sudah berumur empat tahun dan tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang.

Pada penelitian ini penulis berusaha untuk membantu manajemen rumah sakit Cideres untuk menghitung unit cost sebagai dasar pertimbangan dalam mengajukan revisi tarif kepada pemerintah daerah Kabupaten Majalengka. Tetapi dikarenakan keterbatasan waktu, penulis hanya dapat menghitung unit cost pada unit rawat inap. Unit ini dipilih karena merupakan salah satu kontributor terbesar dari pendapatan total rumah sakit. Pada tahun 2007 unit ini berkontribusi hampir 36% dari total pendapatan rumah sakit. Pada unit rawat inap terdapat tujuh ruangan dengan kelas yang berbeda-beda. Untuk menghitung unit cost, penulis menggunakan perhitungan Activity-Based Costing dikarenakan jenis perhitungan ini dapat memberikan perhitungan biaya yang lebih akurat dan dapat diandalkan dibandingkan dengan menggunakan perhitungan tradisional apalagi untuk perhitungan dengan jumlah cost yang banyak.

Dalam melakukan perhitungan menggunakan ABC, biaya-biaya yang terdapat di unit rawat inap dikelompokan ke dalam sepuluh cost-allocation base. Setelah menghitung biaya pada setiap cost-allocation base, biaya tersebut lalu dibebankan kepada setiap kelas menggunakan cost driver. Lalu semua biaya tersebut dibagi dengan total tempat tidur yang terisi pada tahun 2007 (dari setiap kelas) untuk mendapatkan biaya/unit yang lalu dijumlahkan untuk mendapatkan total unit cost untuk setiap kelasnya.

Total unit cost untuk setiap kelas dengan menggunakan perhitungan ABC adalah; kelas VIP Rp159.968, kelas Utama Rp109.997, kelas I Rp74.966, kelas II Rp63.852 and kelas III Rp44.535. dari hasil tersebut hanya kelas VIP, Utama, Dan kelas I yang mendatangkan keuntungan untuk rumah sakit, yang berarti hal buruk karena jumlah total tempat tidur yang terisi dari ketiganya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan dua kelas lainnya. Hal ini juga dapat terlihat dari selisih yang didapatkan dengan mengalikan untung/rugi setiap kelas dengan jumlah tempat tidur yang terisi di tahun 2007, dengan hasil bahwa rumah sakit mengalami kerugian sebesar Rp80.765.831. keadaan ini merupakan pertanda bagi manajemen rumah sakit Cideres untuk mulai melakukan revisi tarif.

Ada dua rekomendasi bagi menejemen rumah sakit Cideres, yaitu dengan menaikan tarif kelas yang mendatangkan keuntungan atau menaikan tarif kelas yang membuat rumah sakit rugi. Berdasarkan sasaranya,lebih memungkinkan untuk memilih rekomendasi kedua karena sasaran konsumen kelas VIP, kelas Utama dan kelas I adalah orang yang lebih mampu untuk menghadapi kenaikan tarif kamar tersebut.

Deskripsi Alternatif :

The research is held at Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres, a public hospital that is owned by the local government of Majalengka that runs their business in giving health service to the public, especially to Malajengka residents. In 2009 the management of RSUD Cideres is planning to propose tariff revision to the local government of Majalengka, because the last tariff revision which was made in 2004 is no longer suitable to the the current economic conditions.

The writer would like to help the management of RSUD Cideres to calculate the unit cost as a basic consideration in proposing tariff revision to the local government of Majalengka, tentatively due to be submitted in 2009. But because of the time limitation, the writer can only calculate the unit cost of the Inpatient Unit. This unit was chosen because it contributes almost 36% on the 2007 total RSUD Cideres revenue. There are 7 rooms with 5 classes in the Inpatient Unit at RSUD Cideres. To calculate the unit cost for each class, the writer uses Activity-Base Costing calculation, this calculation chosen because ABC can give more accurate and reliable cost calculation than the traditional cost calculation, especially for the calculation with numerous costs to be count.

In calculating the unit cost using ABC calculation, the cost that incurred in the Inpatient Unit is grouped into 10 cost-allocation base. After calculating the expense from each calculation base, the cost is charged to each class using the cost driver. All the expenses incurred in every class are then divided by the total number of beds occupied in 2007 (from each class) to get the expense/unit for in every class. The expense/unit then calculated to get the total unit cost for every class in the Inpatient Unit.

The total unit costs for every class using the ABC calculation are; VIP class Rp159.968, Utama class Rp109.997, Class I Rp74.966, Class II Rp63.852 and Class III Rp44.535. from the result, only VIP Class, Utama Class, and Class I that still making profit to the hospital, and it is bad because the total bed occupied from them is very small if it compare to the others two classes have. It also seen if we calculate the gap by multiply the profit/loss from every class with its total bed occupied, the result is that the hospital is suffering loss for Rp80.765.831. This is a sign for the management of RSUD Cideres to start making revision on their room rate tariff.

There are two recommendations for the management of RSUD Cideres, increasing the room rate tariff for the classes that still gaining profit or increasing the tariff for the classes that already suffering loss. Base on the target market consideration, the first recommendation is more feasible because the target market for he VIP Class, Utama Class, and Class I is for wealthier people which more affordable with the increase of the room rate tariff.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id