Path: Top > S1-Final Project > Pharmaceutical Science and Technology-SF > 2018

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOPARTIKEL ANTIGEN BSA DENGAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) MENGGUNAKAN POLIMER SALUT ENTERIK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-03-05 09:00:21
Oleh : REYNATHA C A PANGSIBIDANG NIM : 10713029, S1 - Pharmaceutical Science and Technology-SF
Dibuat : 2018-03-05, dengan 1 file

Keyword : BSA, Phyllanthus niruri, nanopartikel, uji hemaglutinasi

Pemberian vaksin melalui rute intravena memiliki beberapa kekurangan antara lain bersifat

invasif, dapat mengakibatkan infeksi, biaya produksi lebih mahal dan hanya efektif untuk

menginduksi respon imun sistemik karena antibodi yang dihasilkan tidak dapat mencapai

mukosa. Untuk mengatasi kekurangan dari vaksinasi melalui rute pemberian intravena tersebut,

saat ini dikembangkan vaksin melalui rute pemberian oral. Penghantaran sediaan antigen harus

memperhatikan faktor perlindungan terhadap kondisi asam di lambung dan keadaan di

intestinal. Oleh karena itu digunakan natrium alginat, Eudragit S100, dan Eudragit FS 30D yang

berfungsi sebagai polimer salut enterik dengan situs tujuan ke daerah ileum. Selain itu tantangan

terbesar dalam formulasi antigen secara oral adalah memastikan agar antigen sampai pada situs

target spesifik, yaitu pada sel M di follicle associated ephitellium (FAE) Peyer’s patches (PPs).

Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk menentukan formulasi sediaan nanopartikel

antigen BSA dengan ekstrak meniran yang paling optimal sehingga nantinya sediaan sampai di

situs target spesifik dan dapat menginduksi sistem respon imun paling tinggi. Formulasi sediaan

dibuat dalam bentuk nanopartikel agar sediaan dapat diinternalisasi oleh sel M menuju sel-sel

dendritik dan makrofag. Phyllanthus niruri L. (PN) digunakan sebagai adjuvan untuk

meningkatkan imunogenisitas dari nanopartikel Bovine Serum Albumin (BSA). Nanopartikel

dibuat dengan metode gelasi ionotropik menggunakan polimer kitosan sebagai matriks dengan

natrium tripolifosfat sebagai cross linker. Sebanyak 50 ppm BSA dijeratkan ke dalam

nanopartikel dan dosis ekstrak PN yang digunakan yaitu 175; 350; dan 700 µg. Nanopartikel

kemudian dikarakterisasi berupa ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Efisiensi

penjerapan BSA dan PN masing-masing ditentukan menggunakan metode Bradford dan

spektrofotometri UV dengan kuersetin sebagai marker. Dari hasil evaluasi in vitro diketahui

bahwa polimer yang bekerja paling optimal untuk melindungi nanopartikel NP-BPN adalah

Eudragit FS 30D. Sementara berdasarkan hasil evaluasi in vivo pada hari ke-9 setelah imunisasi

menunjukkan sediaan yang dapat meningkatkan sistem respon imun yang paling baik adalah NP-

E 700 µg/ml. Dari hasil penelitian formula nanopartikel antigen BSA dengan ekstrak meniran

yang meningkatkan respon imun paling tinggi adalah formula NP-BPN 4.

Deskripsi Alternatif :

Most currently available vaccines are delivered by intravenous injection. However, vaccine

delivery through intravenous routes has several deficiencies such as invasive, infectious, costly

production, and only effective to induce a systemic immune response because the antibodies

barely reach the mucosa. Oral vaccines have several attractive features compared with

parenteral vaccines. The challenge of oral delivery is a result of the obstacles presented by the

GI tract. These obstacles include exposure to a wide range of pH environments, enzymatic

degradation, and poor permeability across the intestinal epithelium. Therefore we used sodium

alginate, Eudragit S100, and Eudragit FS 30D as enteric coating polymer. Furthermore, the

greatest challenge in oral antigen formulation is the antigen reaches the specific target site, The

specific site for delivery of the nanoparticles antigen targeting to the ileum region, i.e in the M

cell in Follicle Associated Ephitelium (FAE) Peyer's patches (PPs). The dosage formulations are

prepared in the form of nanoparticles to allow the preparation to be internalized by M cells to

dendritic cells and macrophages. Phyllanthus niruri L. (PN) is used as an adjuvant to enhance

immunogenicity of bovine serum albumin (BSA) nanoparticles. Nanoparticles are made by

ionotropic gelation method using chitosan polymer with sodium tripolyphosphate as polymer

crosslinker. Preparation of the nanoparticles was done using chitosan as a matrix to entrap BSA

as an immunogen. PN dose used was 175; 350; and 700 μg. The nanoparticles formed were

characterized for particle size, polydispersity index, and entrapment efficiency. The entrapment

efficiency of BSA and PN was determined using Bradford method and UV spectrophotometry

with quercetin as a marker. The results of in vitro evaluation it is known that the most optimal

polymer to protect NP-BPN nanoparticles is Eudragit FS 30D. While based on the results of in

vivo evaluation on Day-9 after immunization showed that the best preparation formula that can

enhance immune response was NP-E 700 μg/ml. Based on In vivo evaluation NP-BPN 4 enhance

the highest immune response.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • PEMBIMBING : Dr. Diky Mudhakir ; Dr. Muhamad Insanu ; Dr. Maria Immaculata Iwo
    , Editor: yana mulyana

File PDF...