Path: TopS1-Final ProjectIndustrial Engineering-FTI2017

PENJADWALAN JOB SHOP FLEKSIBEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN SAAT SIAP DAN SAAT TENGGAT PADA PT DIRGANTARA INDONESIA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:39:11
Oleh : REVALDA PUTAWARA (NIM : 13413093), S1 - Department of Industrial Engineering
Dibuat : 2017-09-19, dengan 1 file

Keyword : Make to Order, Job Shop Fleksibel, Penjadwalan Produksi, Saat Siap, Saat Tenggat

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan pesawat terbang Indonesia yang salah satu kegiatan operasional bisnisnya adalah melakukan kegiatan produksi komponen penyusun pesawat terbang. Dalam melakukan kegiatan produksinya tersebut, PT. Dirgantara Indonesia menerapkan sistem manufaktur berbasis pesanan (Make to Order/MTO). Dalam sistem MTO, proses produksi baru dilakukan setelah pesanan masuk ke perusahaan. Pesanan yang akan dikerjakan terdiri dari berbagai jenis produk yang spesifikasinya ditentukan berdasarkan keinginan pemesan, sehingga pola aliran proses produksi tidak sama untuk setiap pesanan. Pada lantai produksi juga tersedia mesin paralel identik untuk melakukan pemrosesan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa aliran produksi pada PT Dirgantara Indonesia bersifat job shop fleksibel.


Dalam kegiatan operasinya, dapat ditemukan bahwa salah satu masalah yang terjadi pada PT. Dirgantara Indonesia adalah keterlambatan penyelesaian pesanan. Keterlambatan penyelesaian pesanan ini dapat terjadi dikarenakan kurang baiknya penjadwalan pengerjaan pesanan yang dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia. Jadwal produksi yang dihasilkan oleh program SAP masih kurang baik dengan melihat banyaknya keterlambatan penyelesaian pesanan. Program SAP diyakini tidak dapat menjadwalkan produksi dengan mempertimbangkan saat tenggat produksi dengan baik.


Dengan demikian, untuk menanggulangi masalah keterlambatan penyelesaian pesanan ini, akan diusulkan sebuah model yang dapat diterapkan oleh PT Dirgantara Indonesia untuk menjadwalkan proses produksi dan meminimasi nilai total tardiness. Model diharapkan dapat memperbaiki kondisi keterlambatan saat ini dan menghasilkan solusi dengan cepat. Model yang diajukan merupakan model analitik yang menggunakan Mixed Integer Programming untuk meminimasi total nilai tardiness.


Komputasi menggunakan software LINGO 11 menunjukkan bahwa untuk jumlah pesanan yang sangat banyak, waktu komputasi yang diperlukan untuk menghasilkan jadwal produksi sangatlah lama. Dengan demikian, penelitian ini mengajukan model heuristik menggunakan algoritma Shifting Bottleneck Heuristic – List Scheduling (SBH-LS), yang digunakan untuk menghasilkan jadwal produksi PT. Dirgantara Indonesia. Komputasi menggunakan model heuristik menghasilkan jadwal produksi usulan yang menurunkan total nilai tardiness sebanyak 40,86%.

Deskripsi Alternatif :

PT Dirgantara Indonesia is an Indonesian aircraft company which one of its business operation is to manufacture aircraft components. In the manufacture process, PT Dirgantara Indonesia is applying Make-to-Order (MTO) system. In MTO system, production process can only started after order is received by company. Order that will be processed consists of various product type which its specification decided by customer, resulting production process flow pattern different for each order. In the shop floor, identical parallel machine is available for processing. Thus, it is known that production flow in PT. Dirgantara Indonesia have the flexible job shop characteristic.


In its operational process, it can be found that one of the problem that occurs in PT. Dirgantara Indonesia is order completion tardiness. This order completion tardiness can happen because order processing scheduling which has been done by PT. Dirgantara Indonesia is not good enough. Production schedule that has been generated by SAP program is not good enough, indicated by order completion tardiness that exists. It is believed that SAP program can not schedule production process considering the due date well.


Therefore, to cope with order completion tardiness problem, this research will propose a model that can be implemented by PT. Dirgantara Indonesia to schedule production process and minimize total tardiness. The model is expected to improve existing condition and yield solution quickly. The proposed model is analytic model that use Mixed Integer Programming to minimize total tardiness.


Computation using LINGO 11 showed that for a lot of orders, computation time needed to produce production schedule is so long. Therefore, this research will propose heuristic model with Shifting Bottleneck Heuristic – List Scheduling (SBH-LS) algorithm, that can be used to generate production schedule which can be implemented by PT. Dirgantara Indonesia. Heuristic model computation produced production schedule that reduced total tardiness by 40,86%.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Department of Industrial Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :


    Dr. Anas Ma'ruf.


    Dr. Wisnu Aribowo, S.T., M.T.
    , Editor: Alice Diniarti

File PDF...