Path: TopS2-ThesesDevelopment Studies-SAPPK2017

PEMBELAJARAN MODEL PENGADAAN BARANG DAN JASA PADA INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI DENGAN PENDEKATAN INSTITUTIONAL ANALYSIS DEVELOPMENT (IAD) ( Studi Kasus : Institut Teknologi Bandung Sebagai Perguruan Tinggi Entrepreneurial)

LEARNING MODEL OF PROCUREMENT OF GOODS AND SERVICES IN HIGH EDUCATION INSTITUTION WITH INSTITUTIONAL ANALYSIS DEVELOPMENT APPROACH (IAD) Case Study: Bandung Technology Institute As Entrepreneurial Higher Education

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-29 15:18:46
Oleh : RENA MUHAMMAD TOHIRIN NIM. 24015302, S2 - Development Studies-SAPPK
Dibuat : 2017-09-29, dengan 1 file

Keyword : supply chain, pengadaan, barang, jasa, entrepreneurial, institutional analysis and development, outcome
Subjek : Pengadaan Barang dan Jasa
Kepala Subjek : Pembelajaran Model Pengadaan

Perguruan tinggi merupakan institusi yang menjalankan Tridarma pendidikan tinggi yaitu : (1) Pendidikan dan pengajaran, (2) Penelitian dan pengembangan, (3) Pengabdian pada masyarakat. Perguruan tinggi senantiasa dituntut untuk meningkatkan pelayanan terkait dengan 3 hal tersebut. Beberapa perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) merupakan pendidikan tinggi mendapatkan amanah dari kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi menjalankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Visi beberapa PTNBH juga mengalami perkembangan menjadi pendidikan tinggi entrepreneurial di mana kepuasan pelayanan dan kemanfaatan produk penelitian seluas-luasnya merupakan tolak ukur utama institusinya.

Satu hal yang masih menjadi permasalahan utama pada pendidikan tinggi yaitu pada proses pendukung atau workflow kegiatan pendukung untuk meningkatkan kecepatan pelayanan tri darma tersebut. Proses yang terpenting namun sering dilupakan yaitu proses supply chain atau procurement/pengadaan untuk kegiatan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian ini akan mendeskripsikan lebih lanjut tentang model pengadaan barang dan jasa pada institusi pendidikan tinggi pada era baru entrepreneurial university. Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi studi kasus untuk ditelaah model pengadaan barang dan jasanya pada penelitian ini.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan institusional analysis and Development (IAD) sebagai kerangka pikir utamanya analisisnya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Identifikasi faktor eksogen, arena aksi, situasi yang terjadi, interaksi aktor dan outcome, (2) Menemukenali interaksi pada model bisnis pengadaan barang, jasa dan riset di pendidikan tinggi, (3) Identifikasi capaian atau outcome berdasarkan kriteria evaluasi (IAD), (4) Merumuskan arah perubahan untuk outcome yang lebih baik.

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa proses pengadaan belum mencapai outcome berdasarkan kriteria evaluasi meliputi efisiensi, keadilan, kemampuan adaptasi, ketahanan dan penguatan, akuntabilitas serta kesesuaian dengan moralitas umum dalam mengatasi konflik. Selain itu, terjadi pola interaksi yang menghambat outcome yaitu: (1) Pola konsumsi produk/barang luar negeri, (2) Ketergantungan pada produsen/brand tertentu. Pada pola komunikasi dan koordinasi terdapat hambatan yaitu para aktor yang kurang mengkomunikasikan dan memahami kebijakan institusi. Rekomendasi penelitian ini meliputi arah perubahan berupa : perencanaan waktu pengadaan jangka panjang untuk barang/jasa rutin, adanya Key Performance Indicator (KPI) layanan pengadaan, adanya quality assurance/expert sebagai pendamping proses pengadaan, memperluas jejaring mitra atau faktor eksogen yang terkait dengan masalah pengadaan seperti custom clearance, dan variasi daftar calon penyedia sebagai mitra kerjasama.

Kata Kunci : supply chain, pengadaan, barang, jasa, entrepreneurial, institutional analysis and development, outcome

Deskripsi Alternatif :

Universities are institutions that run Tridarma higher education are: (1) Education and teaching, (2) Research and development, (3) Community service. Universities are always required to improve services related to these 3 things. Some state universities with legal status (PTNBH) are higher education get the mandate from the ministry of research, technology, and higher education run the development of science and technology in Indonesia. The vision of some PTNBH has also evolved into an entrepreneurial higher education where the satisfaction of service and the benefits of research products as widely as the main benchmark of the institution.

One thing that is still a major problem in higher education is the supporting process or workflow supporting activities to improve the speed of service Tri darma. The most important but often forgotten process is the supply chain or procurement process for educational activities, research and community service activities. This study will describe more about the procurement model of goods and services at higher education institutions in the new era of entrepreneurial university. Bandung Institute of Technology (ITB) became a case study to study the procurement model of goods and services in this study.

This research uses descriptive research method with institutional analysis and development (IAD) as main frame of mind analysis. This study aims to: (1) Identify exogenous factors, action arenas, situations, actors interactions and outcomes, (2) identify interactions in procurement business models, services and research in higher education, (3) Identify outcomes or outcomes based on evaluation criteria (IAD), (4) Formulate the direction of change for better outcomes.

Based on the analysis results can be concluded from this research that the procurement process has not reached outcome based on evaluation criteria include efficiency, fairness, adaptability, resilience and strengthening, accountability and compliance with common morality in overcoming conflict. In addition, there are interaction patterns that impede the outcome are: (1) Patterns of consumption of products / goods abroad, (2) Dependence on a particular manufacturer / brand. In the pattern of communication and coordination there are obstacles that actors are less communicating and understanding the policies of the institution. The recommendations of this study include the direction of changes in the form of: long-term procurement planning for goods / services routine, the existence of Key Performance Indicator (KPI) procurement services, the existence of quality assurance / expert as a procurement process partner, expand partner network or exogenous factors associated with procurement issues such as custom clearance, and variations of the list of potential suppliers as partners.

Keywords: supply chain, procurement, goods, services, entrepreneurial, intuitional analysis and development, outcome

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T, Editor: sarnya

File PDF...