Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2011

USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS DALAM INDUSTRI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGIK (STUDI KASUS: CV MAJU JAYA UTAMA)

A PROPOSED BUSINESS STRATEGY IN EX MINING RECLAMATION INDUSTRY WITH STRATEGIC MANAGEMENT APPROACH (CASE STUDY: CV MAJU JAYA UTAMA)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:09
Oleh : REDI DWI WIJAYANTO (NIM: 29109079); Pembimbing: Dwi Larso, Ph.D, S2 - Business Administration
Dibuat : 2011, dengan 6 file

Keyword : penambangan batubara, lahan kritis, reklamasi lahan bekas tambang, manajemen strategik, strategi korporat, strategi bisnis, strategi fungsional.

Kegiatan penambangan batubara yang semakin meningkat di daerah Kalimantan Timur yang sebagian besar tidak mengindahkan pelestarian lingkungan mengakibatkan meningkatnya jumlah luas lahan kiritis. Saat ini luas lahan kritis di Kalimantan Timur mencapai kurang lebih enam juta hektar dengan laju pertambahan kerusakan lahan mencapai rata-rata 250.000 hektar pertahun. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan keputusan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi pada lahan bekas tambang. Kondisi tersebut mengakibatkan permintaan pasar untuk industri reklamasi lahan bekas tambang semakin meningkat dan peluang ada semakin besar.


CV Maju Jaya Utama merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan kebutuhan yang mendukung kelancaran usaha tambang. Melihat peluang yang sangat besar dalam industri reklamasi lahan bekas tambang, maka CV Maju Jaya Utama berinisiatif untuk terjun dalam industri tersebut dengan menggandeng rekan kerja yaitu CV Lanindo.


Saat ini masalah yang dihadapi CV Maju Jaya Utama yaitu CV Maju Jaya Utama hanya memiliki dua klien dalam bisnis reklamasi lahan bekas tambang, yaitu PT Anugerah Bara Kaltim dan PT Sangata Coal Indonesia. Untuk menghadapi permasalahan tersebut maka CV Maju Jaya Utama berusaha mengembangkan strategi-strategi baru agar dapat tumbuh dan berkembang dalam industri reklamasi lahan bekas tambang.


Dengan melakukan analisis peluang dan ancaman yang ada dan menyandingkan dengan analisis kekuatan dan kelemahan perusahaan, CV Maju Jaya Utama menyusun formulasi strategi baru agar dapat tumbuh dan berkembang. Dengan melakukan pendekatan manajemen strategik CV Maju Jaya Utama memformulasikan strategi korporasi directional strategy yang dikonstrasikan pada growth strategy. Lebih fokusnya, menerapkan concentration growth dengan integrasi horisontal untuk melakukan penetrasi yang lebih luas kepada pasar yang ada yang ada di wilayah Kalimanatan Timur. Strategi bisnis yang diterapkan adalah berupa competitive strategies dengan mengandalkan differensiasi strategi pada produk pupuk yang digunakan sebagai bahan utama proses reklamasi ditambah dengan pemberian pelayanan pengaplikasian dan supervisi pada proyek reklamasi yang dilakukan, dan cooperative strategies dengan melakukan joint venture. Sedangkan untuk strategi fungsional akan dikembangkan melalui bagian-bagian fungsional perusahaan yang mendukung pada strategi yang telah ditetapkan.


Proses implementasi solusi dimulai dengan langkah sosialisasi terhadap perubahan yang dilakukan kepada seluruh pegawai. Perubahan yang dilakukan bukan hanya dalam pengembangan strategi – strategi baru, tetapi juga akan dilakukan restrukturisasi organisasi. Dalam tahap implementasi terdapat dua hal yang sangat berperan penting, yaitu susunan kepemimpinan dan kepegawaian. Susunan kepemimpinan berperan dalam hal mengkomunikasikan secara jelas mengenai penerapan strategi agar menjadi sebuah aksi, Sedangkan susunan kepegawaian adalah bagaimana memilih sumber daya yang tepat untuk mendukung keberhasilan strategi yang telah ditetapkan.

Deskripsi Alternatif :

The increasing activities of coal mining in the area of East Kalimantan, which mostly disregard the aspect of environmental protection, cause the amount of degraded land area to increase. Currently, the area of degraded land in East Kalimantan reaches approximately six million hectares with a rate of land degradation amounting to an average of 250,000 hectares per year. Thus because of this, the government has established a regulation specifying mining companies to comply with activities of ex-mining area land reclamation. This condition affected the market demand of the ex-mining area land reclamation to increase and ultimately increase its business opportunity.


CV Maju Jaya is a company operating in the business of procuring the needs of mining activities, ensuring a smooth operation. Considering the fairly large opportunity in the ex-mining land reclamation industry, CV Maju Jaya has committed itself to initiate in the industry with the assistance of another firm, CV Lanindo.


The difficulty facing CV Maju Jaya Utama today is that it currently has only two clients in the business, namely PT Anugerah Bara Kaltim and PT Sangata Coal Indonesia. To deal with this situation, CV Maju Jaya Utama attempts to develop new strategies to grow and prosper in the ex-mining land reclamation industry.


By conducting an analysis of opportunity and threats and through the comparison of results with the analysis of its strengths and weaknesses, CV Maju Jaya Utama has formulated a new strategy to achieve considerable growth. By applying a strategic management approach, CV Maju Jaya Utama formulates a corporate strategy of directional strategy focusing on the strategy of growth. Specifically, the application of concentration growth with horizontal integration is done to widely penetrate the existing market in East Kalimantan. The business strategy applied by the company are a competitive strategy, through the differentiation of the product (fertilizers used as the key component of the reclamation process) and the service (providing application and supervision of the reclamation project), and a cooperative strategy with a joint venture. Meanwhile, the functional strategy will be developed through the functional divisions of the company aligning itself with the overall corporate strategies.


The implementation process of the solution conducted through the socialization of changes in the company. The changes are not only on the developing new strategies, but also a restructurization on its organization structure. In this implementation phase, two factors are considered significantly important which include the structure of leadership and the structure of the employees. The structure of leadership functions to communicate the implementation of the strategies clearly into action. Meanwhile, the structure of the employees is aimed how to select the appropriate resources that will support the success of the strategies to be implemented.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dwi Larso, Ph.D, Editor: PKL-SMK

File PDF...