Path: TopS2-ThesesArchitecture-SAPPK2008

PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN TABOT DENGAN PENDEKATAN TRANSFORMASI

Design Of Ark Cultural Centre Based On Transformation Method

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:24:09
Oleh : RECKY YUNDRISMEIN (NIM 252 05 009), S2 - Architecture
Dibuat : 2008, dengan 9 file

Keyword : kebudayaan Tabot, Bengkulu, kesenian, transformasi

Kebudayaan Tabot masuk ke kota Bengkulu melalui suku Sipai yang menjadi prajurit pada masa kolonial Inggris. Saat ini dibutuhkan sebuah fasilitas Pusat Kebudayaan Tabot yang juga berfungsi sebagai ruang terbuka publik. Fungsi Pusat Kebudayaan Tabot diambil dari kebutuhan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat budaya kota Bengkulu seperti ; melakukan kegiatan kerajinan tangan, kegiatan seni dan tari-tarian, serta pameran hasil kerajinan sebagai aksi untuk melestarikan budaya Tabot tersebut. Kebutuhan untuk aktivitas bulanan lebih pada pengakomodasian kebutuhan pemerintah dalam menstimulan aktivitas-aktivitas budaya masyarakat kota Bengkulu sehingga dibutuhkannya ruang yang fleksibel berupa plaza-plaza. Kebutuhan untuk aktivitas tahunan sebagai area yang berfungsi untuk menstimulus kegiatan tahunan upacara tradisi Tabot, kegiatan ini bersifat masal dan memerlukan sebuah fasilitas pertunjukan seni dan budaya serta kebutuhan untuk upacara ritual perayaan Tabot. Pusat Kebudayaan Tabot ini juga memiliki nilai filosofi berfungsi sebagai penguat identitasnya sehingga perancangannya Pusat Kebudayaan Tabot memiliki unsur dasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan identitas tersebut dengan pendekatan Transformasi. Strategi transformasi yang digunakan adalah Deconstruction dan Decomposisi dengan menitik beratkan pada hasil transformasi yang memiliki sebuah bangunan bernilai Ikonik serta tetap mengikuti aturan-aturan baku dalam melaksanakan tradisi perayaan Tabot dengan pendekatan transformasi Kanonik.

Pusat Kebudayaan Tabot adalah pengembangan kawasan Tapak Paderi sebagai Central Tourism District(CTD). Marina Tapak Paderi telah terbentuk secara alami sebagai ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat Bengkulu tetapi fasilitas yang ada belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengunjung. Observasi dan analisis tersebut mencakup kenyaman fisik untuk meningkatkan kualitas ruang publik yang terdiri dari ; sosial, phiskologi, relaksasi, interaksi dan perubahan kualitas fisik akibat perubahan aktivitas. Observasi dan analisis juga dilakukan terhadap nilai-nilai hak dari pengunjung untuk mengakomodasi kebutuhan emosional pengunjung. Nilai-nilai observasi dan analisis tersebut terdiri dari akses pengunjung kedalam tapak baik visual, fisik maupun simbolik. Kebebasan bertindak pada kawasan tersebut dengan batasan berupa peraturan, tatanan fisik, kenyaman phiskologi, klaim kepemilikan lahan karena kebutuhan, emosional, dan administratif.

Konsep perancangan terdiri konsep umum dan spesifik. Konsep umum terdiri dari ide penggabungan metoda transformasi dan metoda perancangan ruang publik. Konsep spesifik terdiri dari orientasi dengan membuat garis aksis untuk menstukturkan ruang yang asimetris. Pertemuan aksis tersebut dibuat node sebagai orientasi. Zona fungsi disesuaikan dengan aktivitas. Fungsi rekreasi pada daerah yang berdekatan dengan vista alami. Zona publik pada bagian tengah Tapak dengan pertimbangan fleksibilitas ruang, Zona fungsi budaya berada mengelilingi untuk memperkuat nuansa budaya sebagai usaha membentuk citra dan identitas Pusat Kebudayaan Tabot. Zona komersil pada aksis utama entrance agar menarik pengunjung. Sirkulasi dan parkir diakomodasi di luar site. Pengutamaan sirkulasi pejalan kaki pada area promenade di sisi laut, dengan pertimbangan kenyamanan, memperkuat pengarahan ruang dan pemisahan dari kendaraan. Elemen ruang publik terdiri dari elemen untuk aktivitas budaya, berupa panggung, sculpture untuk memperkuat citra budaya Tabot dan sculpture yang berfungsi memperkuat vista serta tenda makanan. Vegetasi berfungsi sebagai buffer dari potensi negatif lingkungan, pelindung untuk kenyamanan termal, terjadinya interaksi pengunjung. Perdu dan tanaman hias sebagai pembatas akses fisik dan meningkatkan vista. Transformasi dan tatanan multimasa adalah sebuah konsep yang memperlihatkan proses pendekatan tranformasi dan pola pengabungan dari seluruh fasilitas Pusat Kebudayaan Tabot.

Deskripsi Alternatif :

The culture of Ark was brought to Bengkulu by the Sipai tribes who became soldier at the age of English colonialism. Today it needs an Ark cultural centre as also a public open space. The function of Ark cultural centre is derived from daily cultural activities of Bengkulu community to preserve the culture such as making handicraft, art and dance performance and exhibition of handicraft products. The monthly activities are to accommodate the needs of the local government to stimulate cultural activities, to be facilitated by flexible spaces. To stimulate annual traditional Ark rituals involving lots of people, an art or cultural facility is needed. The philosophy of the Ark cultural centre is to strengthen its identity, so that the architect of the Ark cultural centre can use it to develop the identity using transformation approach. The transformation strategies are deconstruction and decomposition, focusing to the transformation result, which has an iconic building while following the basic rules in performing Ark ritual through canonic transformation approach.

The Ark cultural centre is developed from Tapak Paderi and becomes Central Tourism District (CTD). Tapak Paderi Marina has been naturally formed as public space which crowded by Bengkulu community, but unfortunately it is not able to accommodate the needs of visitors. Observation and analysis are carried out including physical comfort to increase quality of public space which consists of social, psychology, relaxation, interaction and physical change due to activity changes. Visitor rights to accommodate their emotional necessity are also observed and analyzed, which consist of visitor access to site (visually, physically, and symbolically), their freedom to act bordered by rules, physical arrangement, psychological comfort, claim based on need, emotion, and administration.

The design concept consists of general and specific concept. The general concept is an idea of combining transformation method with public space design method. The specific concept consists of orientation by making axis lines to create asymmetrical space. The intersection of axis lines formed a node as orientation. The function zones are based on activities. Recreation zone is placed close to natural vista. Public zone is located at the centre of the site considering space flexibility. Cultural zone surrounds the area to strengthen cultural nuance as an effort to create image and identity. Commercial zone located at the main axis of entrance to attract visitors. Car park area are located off site. Part of the pedestrian is exclusively located at the sea side promenade area to aim at comfort, orientation and traffic safety. Public space cultural elements consist of performance stage and sculptures to strengthen vistas. Vegetation use to buffer negative areas, to protect heat for thermal comfort, and interact people. Shrubs and decoration plants border physical access and strengthen vista. Transformation and multi mass composition is a concept to visualize the process of transformation approach and combination of all the facilities.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Architecture
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Widiyani ST.MT. dan DR. Ir. Sri Rahaju. B.U.K. MSA., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...