Path: TopS1-Final ProjectSchool of Business and Management2008

INVESTMENT POLICY AND ITS RELATION TO SHAREHOLDER VALUE AT PT. XYZ FINAL PROJECT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-07-17 09:46:10
Oleh : RATRI ANGGRAENI PARAMEISWARI (NIM 19005030), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Investasi, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Weighted Average Cost of Capital (WACC), Investment Opportunity Schedule (IOS)

Sebagai BUMN yang mempunyai jaringan distribusi terkuat dan terluas di Indonesia, PT. XYZ dengan anak perusahaannya PT. ABC dan PT. DEF, mampu menjadi contoh bagi BUMN lain dalam menetapkan kebijakan investasi perusahaan. Keputusan untuk mengambil investasi sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek, baik finansial maupun non finansial. Dari sisi finansial, peninjauan dilakukan berdasarkan kemampuan perusahaan mendanai investasi, resiko finansial, tingkat pengembalian, dan lain sebagainya. Di lain pihak, sisi non finansial meninjau tentang resiko teknik dan teknologi, sumber daya manusia, resiko hukum, dan resiko pasar. Oleh sebab itu, perusahaan harus serius dalam menentukan investasi yang akan diambil sehingga syarat-syarat penerimaan investasi yang terkandung dalam kebijakan investasi perusahaan menjadi faktor utama dalam menentukan kesuksesan investasi tersebut.



Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan investasi perusahaan dalam hal pengambilan keputusan untuk berinvestasi berdasarkan teori Investment Opportunities Schedule (IOS) atau tidak. Dalam hal ini, IOS hanya akan dihubungkan dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC) dan tidak dihubungkan dengan Weighted Marginal Cost of Capital (WMCC) karena penelitian ini hanya inginmengetahui apakah IOS teori diimplementasikan oleh perusahaan, dalam hal IRR dan WACC, dan tidak berhubungan dengan adanya sumber pendanaan baru seperti yang dibahas oleh teori WMCC. Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan mengukur besarnya pengaruh investasi terhadap perubahan harga saham, sebagai tolak ukur meningkat atau menurunnya nilai pemegang saham terhadap perusahaan. Pengukuran pengaruh investasi tersebut dilakukan dengan menghitung korelasi tidak hanya antara Internal Rate of Return (IRR) dengan perubahan harga saham, namun juga antara Net Present Value (NPV) dengan perubahan harga saham.



Berdasarkan perhitungan dan evaluasi tentang analisa investasi, PT. XYZ telah terbukti mengimplementasikan IOS teori sebagai dasar dalam penentuan investasi yang akan diambil, terutama investasi jenis strategis dan peningkatan operasional pada tahun 2003 sampai 2007. IOS teori menyebutkan bahwa investasi yang terpilih harus memiliki IRR yang lebih tinggi dimana IRR lebih tinggi tersebut mengindikasikan bahwa selisih antara IRR dan WACC-nya juga semakin besar. Hal ini juga berarti bahwa investasi terpilih tersebut memiliki NPV yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi lainnya. Keadaan ini juga didukung dengan adanya fakta bahwa terdapat penambahan nilai pemegang saham terhadap perusahaan sebagai akibat dari pengimplementasian IOS. Penambahan nilai tersebut diindikasikan dengan perubahan harga saham yang positif. Untuk itu, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara investasi dan harga saham.



Korelasi antara NPV dan perubahan harga saham menunjukkan hubungan yang positif. Hal ini mengindikasikan apabila NPV meningkat pada investasi berikutnya, peningkatan harga saham juga akan mengikuti. Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak hanya isu investasi yang akan memberikan dampak pada perubahan harga saham, namun NPV positif juga mempunyai peran di dalamnya. Semakin tinggi NPV, semakin tinggi pula peningkatan harga sahamnya.



Di sisi lain, perhitungan korelasi antara IRR dan perubahan harga saham menunjukkan hubungan yang negatif. Dengan kata lain, apabila IRR meningkat pada invetasi berikutnya, hal ini tidak diikuit dengan perubahan harga saham. Oleh sebab itu, NPV lebih mewakili keputusan berinvestasi dibandingkan dengan IRR karena NPV mencakup semua aspek investasi, seperti WACC dan arus uang. Sedangkan IRR hanya mencakup arus uang dan tingkat pengembalian bila NPV sama dengan nol. IRR tidak merefleksikan tingkat pengembalian pasar yang akan meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan WACC sebaliknya. Kesimpulan lainnya berasal dari sudut pandang investor. Berdasarkan penghitungan korelasi linear, terbukti bahwa dalam meninjau investasi, investor lebih memilih untuk menggunakan NPV daripada IRR dengan alasan NPV lebih merefleksikan WACC dan arus kas. Apalagi NPV ditampilkan dalam bentuk mata uang sehingga memudahkan investor untuk beradaptasi dalam meninjau berbagai alternatif investasi.



Setelah mengetahui bahwa investor lebih memilih NPV dalam peninjauan investasi, lebih baik bagi perusahaan untuk menjaga NPV di setiap investasi pada posisi yang stabil atau bahkan meningkat untuk menarik banyak investor. Untuk itu, perusahaan harus memastikan bahwa investasi yang diambil dipublikasikan pada waktu dan momen yang tepat untuk menghindari keraguan dari investor sebagai dampak dari kondisi perekonomian dan politik nasional.

Deskripsi Alternatif :

As a state owned company (BUMN) that has the strongest and widest distribution channel in Indonesia, PT. XYZ with its group member of PT. ABC and PT. DEF, be able to become role model for other BUMN in term of company investment policy particularly about long or short term decision taking. The decision to invest is highly influenced by many of financial and non financial considerations. From a financial point a view, the considerations are the company ability in funding the investment, financial risk, rate of return, and so on. On the other hand, from non financial side, it can be considered from technical and technology risk, human resources, legal risk, and market risk. Thus, the company has to be serious in deciding what kind of investment that it should undertake, so the requirements in company investment policy to release any investment initiatives become one of main factors in measuring investment success.





The research objective is to know whether the company investment policy in terms of significant investment decision taking, is based on Investment Opportunities Schedule (IOS). The IOS will be only related to the Weighted Average Cost of Capital (WACC), not with Weighted Marginal Cost of Capital (WMCC) because this research only wants to see the IOS implementation in term of IRR and WACC, but not associated with the new fund resources as used in WMCC. Then, the research continue to know about the level of influence between investment and the stock price, as an index to show the increase or decrease level of shareholder value. It consists of correlation calculation not only between Internal Rate of Return (IRR) and the stock price, but also Net Present Value (NPV) and the stock price.



Based on the calculation and review of company investment analysis, PT. XYZ, has already implemented the IOS theory as basic knowledge to compile the requirement of investment submission, especially in strategic and operational improvement investment taken in 2003-2007. The IOS theory mentions that the chosen investment has higher IRR. Higher IRR means a larger difference with the WACC. It also indicates that the chosen investment has a higher NPV. This condition is also supported by the fact that there is value added for shareholder as an impact of the IOS implementation. The indicator for shareholder value added is the positive change in market stock price. This research indicates that the positive change in market stock price exists. Therefore because there is value added to the shareholder, there is a relationship between investment and stock price.



The correlation index reflects that investment (NPV) and stock price change has a positive linear correlation. The positive linear correlation shows that as the NPV increase is followed by the increase level in stock price change. It can be concluded that not only the investment issue will have an effect on stock price, but that the investment must have a positive NPV in order to have an influence on stock price. The higher the NPV, the higher level of stock price change increase. On the contrary, the measurement of correlation between IRR and stock price change indicates a negative linear correlation. In other words, as the IRR increase; it is not followed by an increase in stock price.



Therefore NPV is more representative compared to IRR in terms of an investment decision; it reflects all aspect of an investment decision, such as WACC and cash flow. Conversely, IRR only consists of cash flow and the rate of return that will result in the present value of the cash flow to equal to zero. The internal rate of return does not reflect the market rate of return, which is the return that will maximize firm value, whereas WACC does. WACC reflects the rate of return required by the market, in other words, it is the return that will increase firm value. Another conclusion is from investor point a view. Based on the linear correlation calculation, it is proved that in order to consider the alternative investment, investors are likely to use NPV than IRR. The reason is because, again, NPV reflects both WACC and cash flow. Furthermore, NPV is presented in currency which easier and more adaptable for investors to figure out between investment alternatives.



After knowing that investor more prefer NPV in their investment considerations compared to IRR, it is better for the company to maintain the investment's NPV in a stable or even in improved level after a project is completed in order to attract many investors. Therefore, company should also make sure that the investment announcement is held in proper time and event to avoid hesitancy from investors due to national and political situation.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id