Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2008

THE RESIDUAL INCOME METHOD IN THE STOCK VALUATION OF PT. XYZ

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2016-10-17 10:05:18
Oleh : RANGGASATYA AKBAR (NIM 19005088); Pembimbing : Isrochmani, MAcc, School of Business and Management
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Rights Issue; Metode Residual Income; Discounted Cash

Badan Usaha Milik Negara, PT. XYZ telah memutuskan untuk menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) yang diestimasikan akan dilaksanakan pada tahun 2008. PT. XYZ akan menjadi perusahaan di sektor jasa konstruksi yang berencana untuk melakukan rights issue. Modal yang diterima akan dialokasikan untuk menambah modal perusahaan, sehubungan dengan rencana bisnis perusahaan untuk berkembang sesuai dengan tag linenya yaitu "beyond construction". Pertama adalah dibidang jasa konstruksi, yaitu untuk memperkuat kompetensi utamanya yaitu jasa konstruksi. Kedua adalah dibidang Engineering, Procurement & Construction, untuk mengembangkan kemampuannya sebagai pemain baru. Ketiga adalah dibidang investasi, berorientasi pada perluasan bisnis infrastruktur untuk XYZ.



Saat ini, Pemerintah Indonesia memiliki 51% kepemilikan saham dari PT. XYZ dan sisanya dimiliki oleh pihak lain. Rights issue yang direncanakan oleh PT. XYZ akan memberikan dampak yang signifikan. Tambahan modal yang berjumlah besar akan mempercepat pengembangan bisnis yang direncanakan oleh perusahaan, tetapi hal tersebut akan memungkinkan munculnya efek dilusi terhadap saham pemerintah yang berjumlah 51%, apabila pemerintah tidak menggunakan haknya secara penuh. Selain itu, pihak lain akan memungkinkan untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas dari perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang BUMN No. II/19/2003, telah dinyatakan bahwa pemerintah harus memiliki sedikitnya 51% dari total saham. Maka dari itu, sebagai perusahaan BUMN, Pemerintah Indonesia harus sebagai pemegang saham mayoritas di PT. XYZ.



Dengan mempertimbangkan segala aspek, melalui studi kasus ini, penulis ingin mengevaluasi rencana rights issue PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dalam rangka mengestimasi potensi berubahnya proporsi dari kepemilikan pemegang saham dan waktu yang tepat untuk melakukan rights issue.



Penelitian berikut telah menganalisa nilai intrinsik untuk rencana rights issue, penentu sampel dari PT. XYZ adalah 3 tahun terakhir yaitu dari tahun 2005 ke 2007 dan proyeksi 5 tahun ke depan dari tahun 2008 ke 2012 dengan menggunakan metode Residual Income. Selebihnya, valuasi tersebut menunjukkan nilai intrinsik modal PT. XYZ per saham dilihat dari sudut pandang akuntansi.



Selanjutnya adalah menghitung nilai intrinsik dari saham dilihat dari perspektif penanam modal dengan menggunakan Discounted Cash Flow models. Metode valuasi saham ini memberikan hasil sebuah perkiraan karena data yang digunakan juga berasal dari perkiraan dari kenyataan, karena pembagian dividen dan harga saham sulit untuk diperkirakan, oleh karena itu perlu dilakukan asumsi tentang pertumbuhan dividen pada masa depan dan. Valuasi saham akan membantu investor dalam menentukan pembelian atau penjualan saham.



Setelah menemukan kedua nilai intrinsik, lalu dilanjutkan dengan membuat tiga skenario tentang proyeksi rights issue berdasarkan kedua nilai intrinsik dan harga pasar, hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran potensi terdilusinya saham pemerintah. Selanjutnya adalah menghitung harga yang sesuai dengan cara merata-ratakan kedua nilai intrinsik tersebut dimana hasil perhitungan tersebut menghasilkan harga yang cocok untuk rights issue, lalu menghitung nilai saham pemerintah yang terdilusi. Setelah itu adalah mengestimasi dengan menggunakan komposisi pemegang saham yang baru dan menilai apakah saham pemerintah akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas atau tidak.



Hasil penghitungan nilai intrinsik menunjukkan bahwa saham PT. XYZ di atas nilai intrinsik modal dan dibawah nilai intrinsik saham. Maka dari itu, hal tersebut mengindikasikan bahwa harga saham PT. XYZ saat ini adalah overpriced bila dilihat dari sisi fundamental perusahaan, sedangkan bila dilihat dari sudut pandang pasar, maka nilai yang dihasilkan akan mengindikasikan bahwa harga saham PT. XYZ underpriced. Hasil dari penghitungan tersebut juga menunjukkan dari komposisi pemegang saham, kemungkinan paling besar untuk terjadinya dilusi saham pemerintah terjadi apabila melakukan rights issue menggunakan skenario harga pasar saat ini, dan diestimasikan bahwa mayoritas pemegang saham adalah tidak pemerintah lagi, melainkan mutual funds.



Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan rights issue?



Penulis akan mengestimasi minimum potensi dilusi terhadap saham pemerintah. Dalam kajian harga, hal tersebut harus lebih tinggi dari nilai intrinsik modal dan lebih rendah dari nilai intrinsik saham dilihat dari perspektif penanam modal.



Akhirnya, dalam rangka untuk menghindari dari pengambilan alih dari pihak lain, maka rights issue dapat dilakukan pada saat harga diantara nilai intrinsik modal dan nilai intrinsik saham. Hal ini memberikan posisi yang saling menguntungkan antara manajemen dan pemegang saham maupun penanam modal yang baru. Waktu yang paling baik untuk melakukan rights issue adalah pada harga saham di level yang tinggi. Semakin tinggi harga saham, semakin kecil saham pemerintah yang terdilusi. Dalam kasus ini, perusahaan harus menunggu hingga harga saham mencapai level harga diantara kedua nilai intrinsic tersebut. Sejak PT. XYZ merupakan perusahaan terbuka, maka pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga pasar global, regulasi pemerintah, sentimen pasar, maka dari itu, hal tersebut dapat distimulasi dengan memberikan insentif ke pasar dan memberikan kabar positif secara berkala kepada publik tentang kondisi perusahaan untuk menarik para penanam modal.



Namun, data yang didapat dari hasil tersebut telah secara matematis menunjukkan hasil yang jelas dari nilai intrinsik dan komposisi pemegang saham dalam menunjukkan bagaimana perusahaan akan berkinerja selama tahun yang diproyeksikan. Selain itu, hal ini didukung oleh hasil interview dari perwakilan perusahaan dan pemerintah. Semoga ini akan memberikan pandangan singkat tentang keuntungan dan konsekuensi dari rencana rights issue PT. XYZ dalam kajian strategy penerapan harga dan komposisi pemegang saham.

Deskripsi Alternatif :

State-owned construction company, PT. XYZ has decided to publish rights issue that is estimated to be executed during 2008. PT. XYZ will be the first company in this sector that plans to publish a rights issue. The company will use the capital to expand the business as mentioned in the tag line "beyond construction". First is in the field of the construction service. Second is in the Engineering, Procurement & Construction field to develop its capacity. Third is to expand the company's infrastructure business.



Currently the Government of Indonesia has 51% share of PT. XYZ. An incrase in capital will speed up the business expansion planned by the company, but this action may dilute the GOI's share of 51%, unless the GOI use its right. In accordance with Undang-Undang BUMN No. II/19/2003, the GOI should have at least 51% of total shares. Thus as a state owned company, Government of Indonesia should be the majority shareholder in this company.



Through this final project, the writer would like to evaluate the rights issue plan of PT. XYZ in terms of the potential change in ownership and the right time to execute the rights issue.



The study analyzes the intrinsic value of the rights issue of PT. XYZ over 3 consecutive years from 2005 to 2007 and 5 projection years from 2008 to 2012 by using The Residual Income method. Moreover it represents the valuation of PT. XYZ's equity value per share from an accounting point of view.



Next is calculating intrinsic value of the stock from investor perspective with Discounted Cash Flow Models approach. Stock valuation models give approximately same results because the inputs are also approximations of reality. Because the dividends and stock price are difficult to forecast, they are arrived at by making assumptions about what the future dividends. By assuming stable growth at some point in the future, we can stop estimating annual dividends and estimate what we think the stock will be worth at the end of the extraordinary growth period. Stock Valuation is to estimate the range of price that will assist the investor to decide buying or selling the share.



Having found both of the intrinsic values, then continued to making three projections of rights issue scenarios based on both intrinsic value and the market price in order to calculate the potential diluted share for the GOI. Then calculating the appropriate price by averaging both intrinsic values will be done. Next calculate the diluted government shares. Finally is to estimate using the new composition of the shareholder whether the government stills the majority shareholder or not.



The intrinsic of value calculations results that PT. XYZ's stock is above its intrinsic value of equity and below its intrinsic value of stock. Thus, it indicated that the stock is overpriced from book value point of view, and the stock is underpriced from market value point of view. The outcomes also shows from the shareholders composition, the biggest probability of diluted government share is resulted by market price scenario and it is estimated that the majority shareholders is no longer the GOI, but the mutual funds.



Then when is the right time to execute the rights issue?The writer will estimate the appropriate price per share for the rights issue. In terms of the price, it should be higher than the intrinsic value of equity and lower than the intrinsic value of stock from investor perspective.



Finally, in order to avoid the take over from other parties then the rights issue can be executed when the price is within margin of safety price, it is between the intrinsic value of equity and intrinsic value of stock. It gives a position that management and shareholders, or new investors are benefited. The best time to execute rights issue is when the stock price is high. Higher the stock price, lower the diluted GOI share. In this case, the company should wait until the stock reach the range of price.



Since PT. XYZ is a public company, then the stock price is affected by many factors. For instance; sentiment from market, government regulation, global market price, etc, thus it can be stimulated by giving incentives for market and delivering positive information to the public about the company to attract more investors.



Nevertheless, the data that obtained through this result shows a clear result of intrinsic value and shareholders composition in presenting how the company will perform during the projected years and it also been supported by interviews with company's representative. Hopefully this will give a brief insight about the advantages and consequences of rights issue plan of PT. XYZ in term of intrinsic value and shareholder composition.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Isrochmani, MAcc, Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...