Path: Top > S1-Final Project > Pharmacy > 2008

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PEMANASAN TERHADAP KUALITAS MINYAK KELAPA YANG DIBUAT DENGAN CARA PEMANASAN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-04-17 15:05:21
Oleh : RANDY KELANA (NIM 10704066), S1 - Department of Pharmacy
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : minyak kelapa, ekstraksi panas

Minyak makan dapat diproduksi dengan cara pemanasan. Pada proses ini ekstraksi panas dilakukan untuk menarik minyak dari matriksnya. Karena perlakukan panas selama proses produksi, kualitas minyak dapat mengalami penurunan. Penelitian ini mempelajari pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap kualitas minyak kelapa. Minyak kelapa dibuat menurut cara tradisional yang sudah lazim dikerjakan di daerah Ciamis, Jawa Barat. Minyak diekstraksi dengan air panas menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. Emulsi tersebut dipecah dengan perlakukan panas pada suhu 90oC selama 15 menit. Fase minyak yang terpisah dipanaskan lebih lanjut pada suhu 90, 100, dan 110oC untuk mendenaturasi komponen nonminyak. Sampel diambil pada menit ke-15, 25, dan 35 setelah minyak terbentuk dengan jelas. Kualitas minyak kelapa dapat ditentukan dengan melakukan penentuan bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan bilangan peroksida. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa bilangan peroksida, bilangan asam dan bilangan penyabunan mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan suhu dan waktu pemanasan sedangkan bilangan iod akan mengalami penurunan. Namun demikian, pada suhu pemanasan 90oC dan waktu pemanasan 15 menit, minyak kelapa yang dihasilkan masih memenuhi persyaratan SII No.0150-77. Secara umum suhu dan waktu pemanasan sangat mempengaruhi kualitas minyak kelapa yang dihasilkan.

Deskripsi Alternatif :

Edible oil could be produced by a thermal process. In this process, thermoextraction is carried out to extrude oil from matrice. Due to thermal treatment during the production process, the quality of oil will deteriorate. This experiments study the influence of heating temperature and time on the quality of coconut oil. Coconut oil was prepared acording to traditional methode commonly applied in Ciamis, West Java. Oil was extracted with warm water to result an emulsion of oil in water type. The emulsion was seperated by thermal treatment at 90oC for 15 minutes. The separated oil phase was further heated at different temperature, ie 90, 100, and 110oC, respectively, to denaturate non oil components. A sample was taken at 15, 25, dan 35 minutes after the oil was clearly formed. The quality of coconut oil was tested by the determination of the acid, saponification, iodine, and peroxide values. The result showed that, with the exception of iodin value, the peroxide, the acid, and the saponification values were increased with increasment in temperature and heating time which indicates the deterioration of the coconut oil. However at the heating temperature of 90oC and heating time of maximal 15 minutes, the resulted coconut oil is still fulfill the requirement stated in national Indonesian standard number 0150-77 (SII No.0150-77). Generaly could be concluded, that heating temperature and time clearly influence the quality of coconut oil.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Rer. Nat. Rahmana Emran Kartasasmita dan Dr. As'ari Nawawi, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...