Path: TopS2-ThesesEnvironmental Engineering-FTSL2017

ANALISIS BAHAYA PAPARAN PANAS TERHADAP KESEHATAN PEKERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA DI INDUSTRI MANUFAKTUR PT X BANDUNG

HAZARD ANALYSIS OF HEAT EXPOSURE ON WORKERS’ HEALTH AND WORK PRODUCTIVITY IN MANUFACTURING INDUSTRY PT X BANDUNG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:06
Oleh : Ramdhana Desriyan ( NIM: 25315005 ), S2 - Environmental Engineering
Dibuat : 2017-09-27, dengan 1 file

Keyword : Suhu Tubuh, Tekanan Darah, Denyut Nadi, Produktivitas, ISBB (Indeks Suhu Bola Basah)

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kondisi tubuh pekerja dalam bekerja. Kondisi tubuh tenaga kerja akan mempengaruhi tingkat produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah paparan panas berpengaruh terhadap kesehatan pekerja dan produktivitas kerja di PT X Divisi Gelas. Parameter kesehatan pekerja yang diukur meliputi suhu tubuh, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik dan denyut nadi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 24 responden yaitu pekerja PT X divisi gelas yang terdiri dari 16 pekerja pada unit mesin dan 8 pekerja pada unit manual. Pengukuran panas di lingkungan kerja menggunakan metode ISBB (Indeks Suhu Bola Basah) sesuai dengan SNI-16-7061-2004 yang meliputi suhu basah, suhu kering, suhu radian, kelembaban, dan kecepatan gerak udara. Pengukuran kesehatan pekerja menggunakan termometer inframerah digital dan tensimeter digital. Hasil pengukuran panas di lingkungan kerja didapatkan nilai ISBB pada unit mesin dan manual menunjukkan bahwa telah melewati baku mutu berdasarkan Permenaker No. 13 Tahun 2011 yang ditetapkan yaitu sebesar 28 °C untuk beban kerja sedang selama total 8 jam kerja 75-100% digunakan untuk bekerja. Hasil pengukuran kesehatan pekerja di unit mesin diperoleh hasil yang signifikan bahwa paparan panas mempengaruhi suhu tubuh (p-value 0,005<0,05) dan denyut nadi (p-value 0,045<0,05) serta mempengaruhi produktivitas kerja (p-value 0,004<0,05), sementara di unit manual juga diperoleh hasil yang signifikan bahwa paparan panas mempengaruhi suhu tubuh (p-value 0,017<0,05) dan denyut nadi (p-value 0,037<0,05), tetapi tidak mempengaruhi produktivitas kerja (p-value 0,439<0,05). Dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada unit mesin terdapat peningkatan suhu tubuh dan denyut nadi yang lebih besar antara sebelum bekerja dan sesudah bekerja. Hal ini berkaitan erat dengan hasil pengukuran kecepatan gerak udara pada unit mesin lebih kecil dibandingkan dengan unit manual, yang menunjukkan pada unit mesin tidak terdapat sirkulasi udara yang baik, sehingga memberikan dampak kepada produktivitas kerja di PT X, yaitu produktivitas pekerja di unit manual lebih tinggi dibandingkan pada unit mesin.

Deskripsi Alternatif :

Work environment is one of the important factors that affects the workers’ body condition in work. The worker’s condition will affect to their productivity level. This study aims to see whether heat exposure has an effect to workers’ health and the productivity of the workers at PT X in Glass Division. The workers’ health parameter measured are body temperature, systolic blood pressure, diastolic blood pressure and pulse rate. This study was performed on 24 respondents as a sample, which are the workers of PT X in Glass Division consisted of 16 workers in machine unit and 8 workers in manual unit. Measurement of heat working environments was done using WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) method in accordance with SNI-16-7061-2004, which included wet temperature, dry temperature, radiant temperature, humidity, and air velocity. Measurement of the worker’s health was done using digital infrared thermometer and digital sphygmomanometer. WBGT measurement results obtained in machine unit and manual unit indicated that all of the results have passed the quality standard based on Permenaker No. 13/2011, which is 28 °C for moderate workload for a total of 8 hours and 75-100% is used for working. The results of worker’s health measurement in machine unit showed significant results that heat exposure affected body temperature (p-value 0,005<0,05), pulse rate (p-value 0,045<0,05) and work productivity (p-value 0,004<0,05), while the measurement in manual unit also showed significant results that heat exposure affected body temperature (p-value 0.017<0,05) and pulse rate (p-value 0,037<0,05), but does not affected work productivity (p-value 0,439<0,05). From this study showed in machine unit there is an increase of body temperature and pulse rate are greater between before work and after work. This is closely related to the results of air velocity measurements on machine unit is smaller than manual unit, which indicates that in machine unit has no good air circulation, that gives impact to the productivity of work in PT X, namely the productivity of workers in manual unit is higher than machine unit.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Ir. Dwina Roosmini, M.S, Editor: Lili Sawaludin Mulyadi

File PDF...