Path: TopS2-ThesesGeophysic Engineering2011

STUDI ANOMALI GAYABERAT MIKRO ANTAR WAKTU UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN KETINGGIAN AIR TANAH DAERAH DKI JAKARTA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-02-14 14:49:25
Oleh : RAHADIAN YONATAMA (NIM : 223 08 316), Department of Geophysical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file

Keyword : gayaberat mikro antar waktu, air tanah.

Untuk mengidentifikasi pengurangan air tanah di daerah DKI Jakarta, telah dilakukan dua kali pengukuran gayaberat mulai bulan Juli 2008 sampai dengan September 2009. Dari data pengukuran tersebut dapat teridentifikasi anomali gayaberat mikro antar waktu yang melibatkan koreksi pasang surut, koreksi apungan, dan koreksi amblesan. Untuk keperluan interpretasi daerah pengurangan air tanah yang didasarkan pada nilai kontras densitas, dilakukan pemodelan 2D dengan menggunakan software Geomodel dan pemodelan inversi 3D dengan menggunakan software GRAV3D, yang didukung oleh data sumur pantau, data curah hujan, dan data geologi sebagai data kontrol. Perubahan kontras densitas bawah permukaan mengindikasikan terjadinya penambahan atau pengurangan air tanah. Kontras densitas yang bernilai positif sebagai respon dari imbuhan air permukaan dan amblesan tanah, sedangkan kontras densitas yang bernilai negatif sebagai respon dari pengurangan massa berkaitan dengan pengambilan air tanah. Dari hasil penelitian, pengurangan air tanah terbesar terdapat di daerah Jakarta Timur (Pulogadung) dengan penurunan muka air tanah ± 4 m dan di Jakarta Utara (Tanjung Priok) dengan penurunan muka air tanah ± 5 m. Imbuhan air permukaan terdapat di daerah Ciracas (Jakarta bagian selatan). Dan dari penelitian ini, teridentifikasi amblesan tanah ± 10 cm di daerah pusat bisnis, Mega Kuningan.

Deskripsi Alternatif :

To identify the reduction of ground water in Jakarta, has been done twice gravity measurements from July 2008 until September 2009. From the measurement data can be

identified time lapse microgravity anomalies involving tidal correction, drift correction, and correction of subsidence. For the purposes of interpretation of the reduction of ground water based on the value of density contrast, for two-dimensional modeling using Geomodel

software and for three-dimensional inversion modeling using GRAV3D software, which is supported by the well data, precipitation data, and geological data as control data. Changes in the subsurface density contrasts indicate an addition or reduction of ground water. Density contrast is positive in response to the addition of surface water and land subsidence, while the density contrast which is negative in response to mass reduction related to ground water consumption. The largest ground water reduction contained in the area of East Jakarta

(Pulogadung) with a reduction in groundwater ± 4 m and in North Jakarta (Tanjung Priok) with a reduction in groundwater ± 5 m. Additional surface water occurs in Ciracas (southern Jakarta). And from this study, identified ± 10 cm of land subsidence in the central business district, Mega Kuningan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiDepartment of Geophysical Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id