Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2007

TINGKAT KESIAPAN PEMBANGUNAN ENERGI ALTERNATIF BAHAN BAKAR NABATI DI KABUPATEN CIAMIS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:15
Oleh : RADEN INE ANGGIASARI (NIM 24006037), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : development, biofuel, preparation, DPRD, government, community, Jatropha curcas, and implementation

Indonesia merupakan salah satu negara OPEC memiliki ketersediaan sumber energi yang cukup untuk menopang pembangunan, namun mengalami penurunan produksi karena cadangan energi mulai berkurang sedangkan kebutuhan terus meningkat. Instruksi Presiden nomor 10 tahun 2005 tentang penghematan energi sebenarnya datang terlambat, masalahnya negara kita hampir dua dekade terakhir mengalami krisis energi. Penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai sumber energi kini telah menjadi keputusan Pemerintah dengan keluarnya Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM, salah satunya sumber energi nabati untuk mendorong pengembangan BBN/biofuel. Pemerintah juga mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan BBN sebagai bahan bakar lain. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber BBN adalah jarak pagar (Jatropha curcas).





Energi alternatif BBN minyak jarak ini dalam pengembangannya ada dua macam, yaitu untuk skala industri dan skala rakyat. Untuk program nasional yang dikembangkan dinamakan program desa mandiri energi alternatif minyak jarak dengan skala industri, sedangkan di Kabupaten Ciamis yang dikembangkan dinamakan program kecamatan mandiri energi alternatif minyak jarak dengan skala rakyat. Energi alternatif untuk skala industri pengembangan sepenuhnya komersial, secara besar-besaran, dan tujuannya untuk dijual, sedangkan energi alternatif untuk skala rakyat pengembangan dengan tujuan untuk konsumsi rakyat/pemenuhan kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari sebagai alternatif pengganti minyak tanah.





Untuk mengetahui implementasi program kecamatan mandiri energi alternatif minyak jarak rakyat, harus dilihat sejauh mana tingkat kesiapan pembangunan energi alternatif minyak jarak di Kabupaten Ciamis, yang akan ditinjau dari beberapa stakeholders, yaitu :




1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ciamis




2. Pemerintah (renstra Kabupaten Ciamis, kebijakan energi Dinas Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis dan program kerja kecamatan)




3. Masyarakat (lahan, ketersediaan bibit, pengetahuan, dan teknologi)





Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan data dan hasil survei didapat hasil yang berkaitan dengan implementasi program kecamatan mandiri energi alternatif minyak jarak rakyat adalah sebagai berikut: (1) posisi DPRD sebagai wakil rakyat berperan memantau perkembangan tanaman jarak pagar dan memantau pembangunan energi alternatif minyak jarak serta menjembatani permasalahan yang terjadi antara masyarakat dan pemerintah, (2) tingkat kesiapan Pemerintah Kecamatan Rajadesa dalam implementasi tersebut dinilai sedang, (3) tingkat kesiapan pemerintah Kecamatan Parigi dalam implementasi tersebut dinilai rendah, (4) tingkat kesiapan masyarakat di Kecamatan Rajadesa dalam implementasi tersebut dinilai tinggi, (5) tingkat kesiapan masyarakat di Kecamatan Parigi dalam implementasi tersebut dinilai sedang, (6) sains dan teknologi mempunyai peran dalam implementasi pembangunan energi alternatif minyak jarak, sains berperan dalam pengetahuan tentang pengembangan tanaman jarak pagar, sedangkan teknologi berperan dalam transformasi biji jarak menjadi minyak jarak, (7) dalam memasyarakatkan minyak jarak kepada masyarakat, perlu dilakukan melalui pendekatan antropologis sosiologis, artinya harus melihat sistem sosial dan budaya yang berlaku di lingkungan masyarakat, dan (8) adanya dukungan dari pihak luar, dalam hal ini Institut Teknologi Bandung, untuk membantu pengembangan pembangunan energi alternatif minyak jarak, berupa bantuan alat pengolahan minyak jarak.





Untuk strategi pembangunan energi alternatif BBN, maka prioritas kebijakan dan program untuk tingkat kesiapan pembangunan energi alternatif minyak jarak dalam program kecamatan mandiri energi alternatif minyak jarak rakyat di Kabupaten Ciamis berdasarkan analisis SWOT adalah : (1) menyusun kebijakan dan program pengembangan tanaman jarak pagar maupun program pembangunan energi alternatif minyak jarak baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan, (2) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengembangan tanaman jarak pagar dan teknologi pengolahan minyak jarak untuk memaksimalkan pelaksanaan program, dengan mengadakan sosialisasi melalui pendidikan dan pelatihan berjenjang kepada masyarakat mengenai pengembangan tanaman jarak pagar dan pengolahan minyak jarak, (3) mendayagunakan kelompok budidaya tanaman jarak pagar dan kelompok tani yang ada di masyarakat untuk mengoptimalkan pembangunan energi alternatif minyak jarak dalam program kecamatan mandiri energi alternatif minyak jarak rakyat, (4) memanfaatkan dukungan pihak luar untuk lebih mengoptimalkan pengembangan tanaman jarak pagar dan pembangunan energi alternatif minyak jarak, (5) lebih menggiatkan lagi koordinasi antar stakeholder supaya tersusun kebijakan serta program dalam renstra, dan untuk mendapatkan bantuan dana dalam upaya pengembangan pembangunan energi alternatif dan perbaikan infrastruktur, (6) memanfaatkan respons masyarakat untuk lebih mengetahui kelebihan minyak jarak, dan (7) memperbaiki infrastruktur jalan dan listrik untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan energi alternatif.

Deskripsi Alternatif :

Indonesia is one of the members of OPEC, used to have the sufficient supply of energy sources to support the development, and is now having a sharp decrease in terms of production resulted from the decrease of energy sources. The needs of energy; however; is increasing. The instruction of the President no 10-2005 says that we are too late to realize the energy saving because there has been energy crisis since two decades. The use of biofuel as an energy source becomes the consideration of the Government decision by issuing the Act of no 5-2006 on the national policy to develop anternative energy sources, one of which is the bioenergy source to support the development of biofuel. In addition; the government issued the President Instruction no 1-2006 on the supply and use of biofuel as an anternative energy. One of the plants having a great potential as the energy source is Jatropha curcas.





The production of Jatropha curcas biofuel which is now in the development consists of two kinds; i.e. for both industry and public scales. The energy developed for the national program, called the autonomy program of village, is produced for industries, and the one developed in Kabupaten Ciamis belonging to the autonomy program of Kecamatan is for public. The former is wholly developed for commercial, while the later for public consumption to meet the daily needs as an alternative of kerosene.





To find out whether the program of autonomy government of the public biofuel alternative energy is implemented, and to what extent the development of this alternative energy has been prepared in Kabupaten Ciamis, such stakeholders as the following should be put into consideration :




1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-DPRD ( the Regional Legislative Assembly) of Kabupaten Ciamis




2. The local government (Strategic plan of Kabupaten Ciamis, the energy policy of Dinas Pertambangan (the mining service), energy and Lingkungan Hidup (life environment) of Kabupaten Ciamis and the action plan of Kecamatan)




3. Community (areas, the availability of seeds, knowledge, and tecnology).





The research method used for the study is qualitative by applying descriptive and SWOT analyses. The data and research results show there has been a correlation between the results with the implementation of the autonomy program of public alternative energy source using Jatropha curcas as follows : (1) the position of DPRD as the Community Assembly plays the role of supervising the development of Jatropha curcas, the development of the alternative energy, and bridging the gap of the community and the government, (2) the level of preparation of Kecamatan Rajadesa in implementing the program is so-so, (3) the level of preparation of Kecamatan Parigi in implementing the program is low, (4) the level of preparation of the community in Kecamatan Rajadesa in implementing the program is high, (5) the level of preparation of the community in Kecamatan Parigi in implementing the program is so-so, (6) science and tecnology have roles in developing the alternative energy using Jatropha curcas; in which science functions as knowledge on developing the plant, while technology as the means of transforming the seeds into the fuel, (7) sociological and anthropological approaches are required to socialize this kind of alternative energy. In other words; it is important to look at thesocial and cultural systems applied in the comunity, and (8) there has been a great support of the other party-i.e Institut Teknologi Bandung, to assist the development of such alternative energy in terms of the provision of the processing equipment.





For the development strategy of the biofuel alternative energy, the policy priority and program to see the preparation of the development of biofuel energy is based on SWOT analysis as follows: (1) to make the policy on arranging the program of the development of the plants and of the alternative energy in both levels of Kabupaten and Kecamatan, (2) to improve the community knowledge on the development of the Jatropha curcas and of the processing technology to maximize the implementation of the program by socializing them through integrated education and trainings, (3) to efficiently make the best use of the group of the Jatropha curcas cultivation and the group of farming in the community to optimally develop the alternative energy through the program of autonomy kecamatan, (4) to make the best use of the support of the other party to more optimally develop the plants and the alternative energy, (5) to more activate the coordination of stakeholders inorder to make policy and develop the alternative energy and to improve the infrastructure, (6) to make the best use of response of the community to know more about the superiority of Jatropha curcas biofuel, and (7) to improve such infrastructure as roads and electricity supplies to support the implementation of the development program of the alternative energy.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Widyo Nugroho Sulasdi., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...