Path: Top > S2-Theses > Fine Art-FSRD > 2017

ANOTHER SELF IN ANOTHER SPACE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:18:25
Oleh : PUTRI FIDHINI NIM: 27015003 , S1 - Department of Art
Dibuat : 2017-10-03, dengan 1 file

Keyword : Cermin, Refleksi, Ruang Imajiner, Magical Realism, Tubuh, Keseharian.

Setiap manusia memiliki ruang imajinernya masing-masing. Ruang-ruang tersebut dapat hadir dalam bentuk ruang mimpi, ruang khayal, harapan, dan ruang-ruang lainnya yang meskipun bersifat tidak konkrit, namun dimiliki dan dapat dirasakan setiap manusia. Pun bagi penulis, ruang yang berperan dalam pembentukan diri penulis tidak hanya berupa ruang-ruang riil dan konkrit saja. Kehadiran ruang- ruang imajiner juga memiliki peranan penting bagi penulis dalam memahami esensi dari tubuh, jiwa dan realitas kediriannya. Dalam gagasan karya ini, penulis ingin mengajak apresiator untuk melihat dan menjadi bagian dari ruang-ruang imajiner yang dibangun melalui refleksi cermin yang disusun menyerupai koridor pintu dan jendela. Pintu dan jendela dianalogikan sebagai penghubung antara dua tempat, dua ruas dan dua ruang. Dengan cara menghadirkan cermin di tengah-tengah koridor buatan, penulis harapkan apresiator dapat diingatkan dengan kehadiran pintu sebagai sebuah media translasi yang harus dilewati ketika melihat atau lebih jauh memasuki ruang lain. Hadirnya koridor pintu dan jendela tersebut juga mengisyaratkan pelihat pada sebuah jarak dan harapan. Pada permukaan cermin-cermin tersebut, penulis menghadirkan figur-figur yang sedang melakukan aktivitas keseharian dengan unsur gestur tubuh dan penempatan objek yang janggal. Aktivitas yang hadir pada karya mampu dengan mudah dikenali sebagai aktivitas umum yang dilakukan manusia sehari-hari, seperti makan, minum, duduk, tidur, dll. Gestur janggal pada tubuh-tubuh tersebut kemudian menjadi hal penting dalam karya sebagai unsur kontras dalam membedakan ruang real yang kita tempati dengan ruang imajiner yang terbentuk pada permukaan cermin. Rangkaian kode visual tersebut dibangun dengan maksud menciptakan sebuah ruang imajiner dengan pendekatan magical realism. Figur hadir di ruang-ruang yang dihubungkan dengan koridor pintu dan jendela bersama dengan refleksi orang yang hadir dihadapannya. Keterhubungan ini juga turut mengisyaratkan bahwa ruang-ruang imajiner hidup tidak terpisahkan bersama manusia, namun tidak dapat dihidupi secara fisik.



Dalam proses pembacaan makna dari karya ini, penulis menggunakan teori Magical Realism dan Fenomenologi Ruang dan Tubuh dari Juhani Pallasma.


Deskripsi Alternatif :

Every human has its own imaginary space, it can be formed as a dream space, thought, hope, and all space that is not concrete, yet owned and perceived by every human being. Even for the author, the space that plays a role in the author's self-formation is not only the real and concrete one. The presence of imaginary spaces also has an important role for the author in understanding the essence of the body, soul and reality of its self.



In the idea of this work, the author wants to invite the appreciator to see and be part of the imaginary spaces constructed through mirror reflections that arranged as door and window corridors. Doors and windows are the analogous to connecting between two places, two segments and two spaces. By presenting a mirror in the center of an artificial corridor, the author hopes the appreciator can be reminded of the presence of the door as a translational medium that must be passed when we heading into another space or room. The presence of door and window corridors also implies the apreciator of a distance and hope.



On the mirror surface, the author presens figures in daily activities with some strange gestures and object juxtapositions. The activities are easily recognizable as common human activities, such as eating, drinking, sitting, sleeping, etc. The odd gestures and object placement then become important thing in the work as an element in distinguishing the real space with the imaginary space formed on the mirror surface with our reflection within. Those visual code was intentionally built to create an imaginary space with a magical realism approach. The figure that is present on the mirror is associated standing between two rooms connected with the door and window corridors along with the reflections of the people standing in front of the work. This connectivity also implies that the imaginary spaces of life are inseparable with us (our thought and shadow), but we can never live in them physically. In the process of reading the meaning of this work, the author uses the theory of Magical Realism and Phenomenology of Space and Body of Juhani Pallasma.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Drs. Asmudjo J. Irianto, M.Sn , Editor: Irwan Sofiyan

File PDF...