Path: TopS2-ThesesPetroleum Engineering-FTTM2013

RESIDUAL TRAPPING OPTIMIZATION FOR CO2 STORAGE IN NGRAYONG FORMATION AT AREA "G" EAST JAVA BASIN USING RESERVOIR SIMULATOR

RESIDUAL OPTIMASI PERANGKAP RESIDUAL UNTUK PENYIMPANAN CO2 PADA FORMASI NGRAYONG DI AREA "G" CEKUNGAN JAWA TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RESERVOIR

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:07:44
Oleh : PUTRI DIAH EKOWATI; Pembimbing : Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., S2 - Petroleum Engineering
Dibuat : 2013, dengan 1 file

Keyword : CO2 storage, saline aquifer,East Java Basin, residual trapping, hysteresis, akuifer garam, Cekungan Jawa Timur, perangkap residual, histerisis

for CO2 without significant leakage. In this study, 1 Mtonnes of CO2 in as injected for 10 years period to a saline aquifer of Ngrayong Formation in Area “G” East Java Basin. One of the most important trapping mechanisms for CO2 storage in saline aquifer is residual trapping of the CO2 as an immobile phase in aquifer rock pores. This study shows that residual trapping and relative permeability hysteresis of the nonwetting CO2 phase should be accounted for characterizing the migration of the injected CO2. In this study, the CO2 residual entrapment in monocline structure is better than in an anticline structure, and shows that the target storage formations would likely be thicker, sloping aquifers, or larger areal extension. Capillary forces, fluid gravity, and reservoir properties are considered as natural factors that could significantly affect residual entrapment, while the initial concentration of CO2 in the aqueous phase could be neglected. The best injection scenario for the residual trapping is the higher CO2 injection rates and water injection at the end. A shorter injection period leaves less time for the buoyant CO2 to reach the top of the formation, from which it is difficult to immobilize. The injected water forces breakup of large connected CO2 plumes, enhancing trapping and immobilization of the CO2.

Deskripsi Alternatif :

Tantangan terbesar dari penyimpanan CO2 adalah untuk memastikan formasi yang dipilih akan memberikan penyimpanan jangka panjang untuk CO2 tanpa kebocoran yang signifikan. Dalam studi ini, 1 juta ton CO2 akan diinjeksikan selama 10 tahun di akuifer garam Formasi Ngrayong di daerah "G" Cekungan Jawa Timur. Salah satu mekanisme perangkap yang paling penting untuk penyimpanan CO2 dalam akuifer garam merupakan perangkap residual CO2 sebagai fase tidak bergerak dalam pori-pori batuan aquifer.Studi ini menunjukkan bahwa histeresis dari fase non-wetting CO2 harus diperhitungkan untuk mengkarakterisasikan migrasi dari CO2 yand diinjeksikan. Dalam studi ini, pemerangkapan CO2 dalam struktur monoklin lebih baik daripada dalam struktur antiklin, menunjukkan bahwa target formasi penyimpanan kemungkinan akan lebih baik jika tebal, berupa akuifer miring, atau mempunyai ekstensi areal yang lebih besar. Tekanan kapiler, gravitasi fluida, dan properti reservoir dianggap sebagai faktor alam yang secara signifikan dapat mempengaruhi pemerangkapan residual, sedangkan konsentrasi awal CO2 dalam fase cair dapat diabaikan. Skenario injeksi terbaik untuk pemerangkapan residual adalah laju injeksi CO2 yang lebih tinggi dan diakhiri dengan injeksi air. Periode injeksi yang lebih pendek menyebabkan lebih sedikit waktu untuk CO2 yang ringan untuk mencapai puncak formasi, di mana lebih sulit untuk tidak bergerak. Air yang diinjeksikan memaksa CO2 plume untuk pecah, sehingga meningkatkan pemerangkapan dan imobilisasi CO2.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., Editor: Alice Diniarti

Download...