Path: Top > S1-Final Project > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2017

KARAKTERISASI KAMPUNG-KOTA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP PERUMAHAN KUMUH PROGRAM KOTA TANPA KUMUH DI KOTA BANDUNG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:30:33
Oleh : PUTRI CENDIKIAWATI (NIM : 15413095), S1 - Regional and City Planning-SAPPK
Dibuat : 2017-09-28, dengan 1 file

Keyword : kampung-kota, karakterisasi, permukiman kumuh, pola penanganan

Tingginya arus urbanisasi seringkali tidak dilengkapi dengan kesiapan permukiman yang layak. Hal ini menyebabkan masyarakat yang melakukan urbanisasi (umumnya masyarakat berpenghasilan rendah) cenderung tinggal di permukiman padat, informal, kurang memenuhi standar, dan mendekati pusat kota atau biasa disebut dengan kampung-kota. Permasalahan ini memunculkan fenomena kumuh yang harus segera ditangani. Fenomena ini seringkali terjadi di kota besar salah satunya yaitu Kota Bandung. Bentuk penanganan dari pemerintah yang sedang berjalan yaitu Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).Untuk melakukan perbaikan ini, perlu diawali dengan melakukan karakterisasi kampung. Karakterisasi ini berfungsi untuk membantu penentuan pola penanganan sesuai karakteristik fisik yang dimiliki masing-masing kampung. Karakterisasi dilakukan pada seluruh kampung di Kota Bandung dengan satuan data kelurahan. Data kelurahan pada dasarnya telah melingkupi kampung yang ada di dalamnya sehingga dapat diasumsikan bahwa data sudah terwakili.


Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi karakter fisik kampung secara spasial,mengidentifikasi tipologi kampung berdasarkan sebaran lokasinya, dan menentukan pola penanganan pada kawasan kumuh yang ada di Kota Bandung. Pada tahapan pengolahan data dan analisis penelitian ini menggunakan beberapa alat yang digunakan untuk mengolah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis isi, analisis spasial, dan analisis skoring.


Berdasarkan hasil analisis masing-masing sasaran ini didapat perbedaan karakteristik antara kampung yang berada di pusat, dalam, maupun pinggiran kota. Salah satu perbedaannya yaitu kampung di pinggiran kota lebih banyak yang terletak pada lahan dengan status hak terdaftar dibandingkan dengan kampung yang berada di pusat maupun dalam kota. Tidak hanya itu, dari aspek penilaian fisik, didapat skor yang menunjukkan tingkat kekumuhan kampung yang dapat digunakan untuk menentukan pola penanganan kumuh. Penanganan kumuh dapat berupa pemugaran, peremajaan, dan pemukiman kembali dengan penentuan pola perbaikan didasarkan pada sebaran lokasi, kepadatan bangunan, kepadatan penduduk, status pemilikan lahan, dan kesesuaian rencana.


Dari hasil penilaian ini, pola penanganan yang dilakukan di pusat kota yaitu berupa pemukiman kembali karena tidak ada kampung yang berada pada lahan dengan status hak terdaftar dan sesuai dengan rencana. Untuk penanganan kumuh di kawasan dalam kota perlu dilakukan peremajaan; peremajaan dan pemukiman kembali; serta pemugaran dan pemukiman kembali. Sedangkan penanganan kumuh di kawasan pinggiran kota yaitu berupa pemugaran; peremajaan; peremajaan dan pemukiman kembali; serta pemugaran dan pemukiman kembali.

Deskripsi Alternatif :

The high flow of urbanization is often not equipped with the readiness of decent settlements. This causes the urbanized community (generally low income people) tend to live in dense, informal settlements, lacking standards, and approaching the center of the city or so-called urban kampongs. This problem raises a slum phenomenon that must be handled immediately. This phenomenon often occurs in a big city, one of them is Bandung. A governmentÂ’s program that handling this phenomenon is KOTAKU Program (City Without Slum). To make these improvements, need to start by doing the characterization of kampong. The characterization help the determination of handling patterns according to the physical characteristics of each kampong. Characterization is done in all kampong in Bandung with kelurahan as a data unit. Data with kelurahan scale has basically covered kampong in it so it can be assumed that the data is already represented.


This study attempts to identify spatial character of the kampong, identify the kampong typology based on its location distribution, and determine the handling pattern of slum areas in Bandung. In the stages of data processing and data analysis, this study using several tools to process secondary data. Analysis tools used are descriptive statistical analysis, content analysis, spatial analysis, and scoring analysis.


Based on the analysis results of each targets, there are differences in characteristics between kampong that located in the center, inner, or suburbs. One of the differences is that kampong on the suburbs are mostly located on land with registered rights compared to kampong located in the center of the city. Not only that, from the aspect of physical appraisal, there is a score that shows the slumness level of kampong that can be used to determine the slum handling pattern. Slum handling can be restoration, rejuvenation and resettlement with the determination of improvement based on the distribution of location, building density, population density, land ownership status, and conformity of plan.


From the results of this assessment, the pattern of handling should be done in the center city is resettlement because there is no kampong located on the land with registered rights and in accordance with the plan. For slum handling in inner city need to be rejuvenated; rejuvenation and resettlement; as well as restoration and resettlement. While the slum handling in the suburbs that need to do is restoration; rejuvenation; rejuvenation and resettlement; as well as restoration and resettlement.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing:


    Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT, Editor: Alice Diniarti

File PDF...