Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2008

KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI BEKASI, DI KOTA BEKASI, PROVINSI JAWA BARAT

STUDY OF BEKASI RIVER FLOODS CONTROL IN BEKASI TOWN, WEST JAVA PROVINCE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:34
Oleh : PUJI SUTARTO (NIM 95006024), S2 - Water Resources Management
Dibuat : 2008, dengan 11 file

Keyword : flood discharge, floods reduction alternative, dredging, dike, separating flow system and storage area
Subjek : Hydraulic engineering
Kepala Subjek : Engineering
Nomor Panggil (DDC) : T 627.4 SUT
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/home.php?menu=library&action=detail&libraryID=76179
Sumber pengambilan dokumen : 20083820

Sungai Bekasi melewati Kota Bekasi yang mempunyai luas DAS 390.40 km2, pada bagian tengah dan hilir mempunyai topografi yang relatif datar merupakan daerah rendah yang rawan terhadap banjir. Pada bagian tengah terdapat Bendung Bekasi yang bersilangan dengan Saluran Induk Tarum Barat, Bendung Bekasi berfungsi untuk menjaga elevasi muka air Saluran Induk Tarum Barat agar secara gravitasi dapat mengalirkan air baku ke Jakarta. Oleh karena itu elevasi muka air di Bendung Bekasi menjadi faktor yang penting dalam menangani pengendalian banjir Sungai Bekasi. Banjir yang terjadi pada tanggal 3 Februari 2007 dimana debit Sungai Bekasi yang tercatat pada Bendung Bekasi sebesar 767.30 m3/detik, mengakibatkan jebolnya tanggul di beberapa ruas sungai dan daerah pemukiman terendam.

Pemodelan hidraulik aliran Sungai Bekasi sepanjang 11.326 km dari hilir (Bendung Bekasi) sampai hulu yaitu pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas dengan simulasi banjir menggunakan HEC-RAS versi beta 4.0 menghasilkan debit banjir maksimum yang dapat dialirkan 394 m3/detik atau setara dengan periode ulang 2-5 tahunan. Reduksi banjir dengan pengerukan alur sungai, kedalaman rerata 0.52 m dapat mengalirkan debit banjir 535 m3/detik, dengan peninggian tanggul 0.8-3.0 m dapat mengalirkan debit banjir 559.04 m3/detik (Q10th), kombinasi pengerukan dengan tanggul dapat mengalirkan debit banjir sebesar 763.90 m3/detik. Pengendalian banjir dengan memisahkan sistem aliran Saluran Tarum Barat dengan Sungai Bekasi, menurunkan elevasi muka air di sekitar bendung +17.20 m dengan debit maksimum 462 m3/detik. Kombinasi pengendalian banjir dengan memisahkan sistem aliran air dari Saluran Tarum Barat dengan Sungai Bekasi dan optimalisasi sistem operasi pintu dapat menurunkan elevasi muka air di sekitar bendung menjadi +15.80 m dengan debit banjir maksimum 569 m3/detik dan menurunkan elevasi muka air ke arah hulu rerata 62 cm. Pembuatan storage area 10 ha, dengan inflow debit banjir periode ulang 10 tahun sebesar 559.04 m3/detik dapat menurunkan elevasi muka air banjir rerata 6.37 cm atau 0.90 % dari elevasi muka air banjir kondisi yang ada. Adanya efek perlambatan waktu puncak banjir dari inflow awal naik sampai puncak hidrograf selama 14 jam menjadi 15 jam setelah masuk ke storage area dan sebagai area parkir banjir sementara sebelum dialirkan kembali ke sungai.



Deskripsi Alternatif :

Bekasi River pass by Bekasi town have wide of watershed 390.40 km2, in part of middle and downstream have topography which level off relative represent low area which easy to attack by floods. The middle there are Bekasi Weir intersection with West Tarum Main Channel, function to take care of water surface elevate of West Tarum Main Channel according with gravitation can flow the permanent water to Jakarta. Therefore water surface elevate in Bekasi Weir become important factor in handling Bekasi River floods control. Floods that happened on date of 3 February 2007 where discharge of Bekasi River which noted on Bekasi Weir equal to 767.30 m3/second, resulting breakdown dike in some space of river and submerged settlement area.

Hydraulic models to flow of Bekasi River as long as 11.326 km from down-stream (Bekasi Weir) until up-stream that is confluence of Cileungsi and Cikeas with floods simulation use HEC-RAS beta version 4.0 result of maximum floods discharge which can flowed equal to 394 m3/second or equivalent with return period 2-5 years. Floods reduction by dredging of river path with average deepness 0.52 m can flowing floods discharge 535 m3/second, with dike highly 0.8 - 3.0 m can flowing flood discharge 559,04 m3/second (Q10th), combinations of dredging with dike can flowing floods discharge equal to 763.90 m3/second. Floods control by separating flow system of West Tarum Channel with Bekasi River, degradation water surface elevate in surronding of weir +17.20 m with maximum discharge 462 m3/second. Combination floods control by separated water flow system from Wesr Tarum Channel with Bekasi River and gate operation system optimal can degradation water surface elevate in surrounding of weir become + 15.80 m with maximum floods discharge 569 m3/second and degrading water surface elevate through up-stream on the average 62 cm. Making Storage area 10 ha, with inflow floods discharge of return period 10 years equal to 559.04 m3/second can degradation flood water surface elevate average 6.37 cm or 0.90 % from floods water surface elevate in existing condition. There are effect time deceleration of floods culminate from inflow to beginning going up until culminate of hydrograph during 14 hours become 15 hours after enter into storage area and as temporal floods park area before be reflowed to river.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Joko Nugroho dan Ir. Winskayati, Sp., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...