Path: TopGray LiteraturesKKomang_Anggayana2003

STUDI PIRIT SEBAGAI SUMBER SULFUR PADA BATUBARA: Kasus Batubara dari Kabupaten Barru Sulawesi Selatan

Proceeding from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:21
Oleh : Komang Anggayana, Department of Mining Engineering
Dibuat : 2003-00-00, dengan 1 file

Keyword : Framboidal, Euhedral, Subhedral, Massive, and Cleat tilling infiltration

Salah satu permasalahan pada sumberdaya batubara di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan adalah tingginya kandungan sulfur dan abu yang merupakan kendala dalam pemanfaatan sumberdaya batubara tersebut. Mineral pint merupakan salah satu indikasi tingginya kandungan sulfur pada batubara. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas tentang tingginya kandungan sulfur pada lapisan batubara di Kabupaten Barru dan kaitannya dengan mineral pint. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan analisis mikroskopi mineral terutama mineral pint dengan menggunakan oil immersion, SEM (Scanning Electron Microscope), analisis kandungan abu, dan analisis kandungan sulfur. Hasil analisis mikroskopi refleksi menggunakan oil immersion dan SEM tersebut digunakan untuk mengetahui apakah total sulfur yang terdapat pada lapisan batubara berasal dari sulfur piritik atau sulfur organik. Analisis kandungan abu dimaksudkan untuk mengetahui kualitas dan distribusi mineral di dalam lapisan batubara. Hasil analisis kimia terhadap kandungan sulfur total untuk seluruh lapisan batubara memperlihatkan bahwa tingginya kandungan sulfur ternyata berasal dari sulfur organik, bukan berasal dari sulfur piritik (anorganik). Sedangkan berdasarkan analisis mikroskopi dengan oil immersion dan SEM yang dilakukan, umumnya dijumpai mineral pint dalam bentuk euhedral (isolated dan clustered), subhedral, anhedral, masiv, framboidal (bacterial dan anorganic), dan pengisi rekahan (cleat filling infiltration).

Deskripsi Alternatif :

Salah satu permasalahan pada sumberdaya batubara di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan adalah tingginya kandungan sulfur dan abu yang merupakan kendala dalam pemanfaatan sumberdaya batubara tersebut. Mineral pint merupakan salah satu indikasi tingginya kandungan sulfur pada batubara. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas tentang tingginya kandungan sulfur pada lapisan batubara di Kabupaten Barru dan kaitannya dengan mineral pint. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan analisis mikroskopi mineral terutama mineral pint dengan menggunakan oil immersion, SEM (Scanning Electron Microscope), analisis kandungan abu, dan analisis kandungan sulfur. Hasil analisis mikroskopi refleksi menggunakan oil immersion dan SEM tersebut digunakan untuk mengetahui apakah total sulfur yang terdapat pada lapisan batubara berasal dari sulfur piritik atau sulfur organik. Analisis kandungan abu dimaksudkan untuk mengetahui kualitas dan distribusi mineral di dalam lapisan batubara. Hasil analisis kimia terhadap kandungan sulfur total untuk seluruh lapisan batubara memperlihatkan bahwa tingginya kandungan sulfur ternyata berasal dari sulfur organik, bukan berasal dari sulfur piritik (anorganik). Sedangkan berdasarkan analisis mikroskopi dengan oil immersion dan SEM yang dilakukan, umumnya dijumpai mineral pint dalam bentuk euhedral (isolated dan clustered), subhedral, anhedral, masiv, framboidal (bacterial dan anorganic), dan pengisi rekahan (cleat filling infiltration).

Beri Komentar ?#(3) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiDepartment of Mining Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • 2nd author: Totok Darijanto; 3rd author: Sri Widodo, Editor:

File PDF...