Path: Top » General content » Grey_Literatures » 2000
Pemodelan geolistrik untuk lapisan miring
Proceeding from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:45:22
Oleh : I Wayan Distrik, Dept. of Physics Universitas Lampung (fisbum@bdg.centrin.net.id)
Dibuat : 2003-12-18, dengan 1 file
Keyword : Geoelectrical metods; geological structure; subsurface; dipping layer
Metode geolistrik memanfaatkan variasi harga resistivitas untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan, sehingga dapat diterapkan dalam pencarian reservoir air, pencemaran air tanah, dan eksplorasi geothermal. Dalam penelitian ini dibuat suatu model analitik dengan metoda bayangan untuk lapisan miring dengan validasi melalui pemodelan fisika. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah Schlumberger-Wenner, Wenner-Alpha, dan Dipole-dipole.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model analitik yang didasarkan pada metoda bayangan dapat digunakan untuk mengetahui resistivitas lapisan miring. Pada sudut kemiringan 10 derajad konfigurasi Schlumberger-Wenner antara model analitik dan model fisika mempunyai tingkat kesalahan sekitar 9,8%, konfigurasi Wenner-Alpha sekitar 10,9%. Untuk jarak yang lebih rapat, konfigurasi Schlumberger-Wenner mempunyai tingkat kesalahan berkisar 8,5% dan Wenner-Alpha sekitar 10,5%. Pada sudut 20 derajad, tingkat kesalahan antara model analitik dan model fisis untuk konfigurasi Schlumberger-Wenner adalah sekitar 12,1% dan Wenner-Alpha adalah sekitar 9,9%. Untuk jarak pergeseran yang lebih rapat, konfigurasi Schlumberger-Wenner 10,1% dan Wenner-Alpha adalah sekitar 10%. Sedangkan pada sudut kemiringan 30 derajad konfigurasi Schlumberger-Wenner 10,1% dan Wenner-Alpha adalah sekitar 10,7%. Konfigurasi Dipole-dipole hanya dapat digunakan pada sudut di bawah 10 derajad, dengan tingkat kesalahan sekitar 13,3%.
Metode geolistrik memanfaatkan variasi harga resistivitas untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan, sehingga dapat diterapkan dalam pencarian reservoir air, pencemaran air tanah, dan eksplorasi geothermal. Dalam penelitian ini dibuat suatu model analitik dengan metoda bayangan untuk lapisan miring dengan validasi melalui pemodelan fisika. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah Schlumberger-Wenner, Wenner-Alpha, dan Dipole-dipole.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model analitik yang didasarkan pada metoda bayangan dapat digunakan untuk mengetahui resistivitas lapisan miring. Pada sudut kemiringan 10 derajad konfigurasi Schlumberger-Wenner antara model analitik dan model fisika mempunyai tingkat kesalahan sekitar 9,8%, konfigurasi Wenner-Alpha sekitar 10,9%. Untuk jarak yang lebih rapat, konfigurasi Schlumberger-Wenner mempunyai tingkat kesalahan berkisar 8,5% dan Wenner-Alpha sekitar 10,5%. Pada sudut 20 derajad, tingkat kesalahan antara model analitik dan model fisis untuk konfigurasi Schlumberger-Wenner adalah sekitar 12,1% dan Wenner-Alpha adalah sekitar 9,9%. Untuk jarak pergeseran yang lebih rapat, konfigurasi Schlumberger-Wenner 10,1% dan Wenner-Alpha adalah sekitar 10%. Sedangkan pada sudut kemiringan 30 derajad konfigurasi Schlumberger-Wenner 10,1% dan Wenner-Alpha adalah sekitar 10,7%. Konfigurasi Dipole-dipole hanya dapat digunakan pada sudut di bawah 10 derajad, dengan tingkat kesalahan sekitar 13,3%.
Beri Komentar ?#(0) | Bookmark
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| ID Publisher | JBPTITBPP |
| Organisasi | Dept. of Physics Universitas Lampung |
| Nama Kontak | Drs. Mahmudin, SIP. |
| Alamat | Jl. Ganesha 10 |
| Kota | Bandung |
| Daerah | Jawa Barat |
| Negara | Indonesia |
| Telepon | 62-22-2509118, 2500089 |
| Fax | 62-22-2500089 |
| E-mail Administrator | digilib@lib.itb.ac.id |
| E-mail CKO | digilib@lib.itb.ac.id |
Print ...
Kontributor...
- Umar Fauzi, Editor: