Path: TopGray LiteraturesAArif_Rifai_Dwiyanto2001

Area Teknikal IndonesiaDLN: "Standar Metadata dan Protokol untuk Interoperabilitas dalam IndonesiaDLN"

Proceeding from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:02
Oleh : Arif Rifai Dwiyanto, Knowledge Management Research Group (ard@netmon.itb.ac.id)
Dibuat : 2001-06-07, dengan 1 file

Keyword : Interoperability, standard metadata, IndonesiaDLN, dublin core

Dengan semakin berkembangnya inisiatif Digital Library diberbagai institusi, semakin dirasa kebutuhan interoperability antar digital library ini. Interoperability ini tidak hanya dalam lingkup Digital Library, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas. Penelitian saat ini dalam interoperability dalam sebuah arsitektur digital library menghasilkan tantangan untuk membuat kerangkakerja (framework) umum untuk akses informasi dan itegrasi diantara domain-domain yang beranekaragam itu. Hasil akhir yang diharapkan dari usaha ini adalah memungkikan komunitas yang berbeda-beda, yang memiliki tipe informasi dan teknologi yang berbeda, untuk mencapai tingkat yang sama untuk berbagi informasi. Dalam konteks ini, interoperability didefinisikan sebagai kemampuan dari komponen atau layanan sebuah digital library untuk saling-bertukar baik secara fungsional maupun logikal, melalui sekumpulan antarmuka yang “well-defined” dan dikenal secara umum.
Salah satu usaha untuk interoperability adalah menggunakan standar yang sama, diantaranya adalah pemilihan standar metadata. Selain metadata diperlukan pemilihan protokol untuk interoperability. Standar Resource Description Framework (RDF) dari W3C memungkinkan adanya “container” untuk metadata yang dipilih, bahkan lebih lajut lagi standar ini memungkinkan diwujudkannya sebuah semantic web, web yang kaya akan arti. Metadata saja tidak dapat menyenyelesaikan masalah interoperabiity diatas, tetapi ia memainkan peranan penting dalam interoperability.
Artikel ini berisi beberapa issue yang perlu diperhatikan untuk melakukan interoperability antar digital library baik dalam IndonesiaDLN mapun dalam lingkup yang lebih luas. Pembahasan dimulai dari pendekatan teknis (metadata, dublincore, rdf), isu-isu interoperability dan penerapannya di IndonesiaDLN, alasan pemilihan Dublin Core Metadata untuk IndonesiaDLN. Serta tahapah-tahapan yang telah dicapai untuk mewujudkan interoperability dalam IndonesiaDLN. Pembahasan teknis dalam artikel ini bukanlah pembahasan komprehensif mengenai domain permasalahan, melainkan hanya untuk memberikan wawasan untuk didalami lebih lanjut lagi.

Deskripsi Alternatif :

Dengan semakin berkembangnya inisiatif Digital Library diberbagai institusi, semakin dirasa kebutuhan interoperability antar digital library ini. Interoperability ini tidak hanya dalam lingkup Digital Library, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas. Penelitian saat ini dalam interoperability dalam sebuah arsitektur digital library menghasilkan tantangan untuk membuat kerangkakerja (framework) umum untuk akses informasi dan itegrasi diantara domain-domain yang beranekaragam itu. Hasil akhir yang diharapkan dari usaha ini adalah memungkikan komunitas yang berbeda-beda, yang memiliki tipe informasi dan teknologi yang berbeda, untuk mencapai tingkat yang sama untuk berbagi informasi. Dalam konteks ini, interoperability didefinisikan sebagai kemampuan dari komponen atau layanan sebuah digital library untuk saling-bertukar baik secara fungsional maupun logikal, melalui sekumpulan antarmuka yang “well-defined” dan dikenal secara umum.
Salah satu usaha untuk interoperability adalah menggunakan standar yang sama, diantaranya adalah pemilihan standar metadata. Selain metadata diperlukan pemilihan protokol untuk interoperability. Standar Resource Description Framework (RDF) dari W3C memungkinkan adanya “container” untuk metadata yang dipilih, bahkan lebih lajut lagi standar ini memungkinkan diwujudkannya sebuah semantic web, web yang kaya akan arti. Metadata saja tidak dapat menyenyelesaikan masalah interoperabiity diatas, tetapi ia memainkan peranan penting dalam interoperability.
Artikel ini berisi beberapa issue yang perlu diperhatikan untuk melakukan interoperability antar digital library baik dalam IndonesiaDLN mapun dalam lingkup yang lebih luas. Pembahasan dimulai dari pendekatan teknis (metadata, dublincore, rdf), isu-isu interoperability dan penerapannya di IndonesiaDLN, alasan pemilihan Dublin Core Metadata untuk IndonesiaDLN. Serta tahapah-tahapan yang telah dicapai untuk mewujudkan interoperability dalam IndonesiaDLN. Pembahasan teknis dalam artikel ini bukanlah pembahasan komprehensif mengenai domain permasalahan, melainkan hanya untuk memberikan wawasan untuk didalami lebih lanjut lagi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...