Path: Top Gray Literatures S Students 1992

Gas Bio Dari Enceng Gondok

Proceeding from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:08
Oleh : Wahyono HADI, Dept. of Environmental Engineering
Dibuat : 1992-01-23, dengan 1 file

Keyword : Biogas; enceng gondok

Perkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sungai, danau, hingga ke perairan payau sangat pesat akhir-akhir ini , sehubungan dengan makin meningkatnya limbah domestik, industri, dan pertanian. Penggunaan jenis deterjen yang mengandung kadar fosfat tinggi juga dapat mempengaruhi laju tumbuh enceng gondok tersebut. Laju tumbuh enceng gondok yang tidak terkendali dapat memperdangkal perairan sehingga meningkatkan biaya pemeliharaan sungai/waduk. Debit air sungai menjadi makin kecil sehingga mempengaruhi produksi pangan di areal pesawahan, menurunkan produksi budidaya ikan tawar di tambak-tambak, maupun mengurangi jatah air baku untuk air industri atau air minum perkotaan. Sarana navigasi sungai terhambat sehingga dapat mempengaruhi ekonomi daerah yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan sarana itu . Enceng gondok merupakan tanaman air liar yang mengganggu aliran air dan dapat merusak sistem pompa bangunan sadap. Sebagai tanaman air liar yang mengganggu, enceng gondok perlu dimanfaatkan pertumbuhan pesatnya dengan merubahnya menjadi sumber enersi (gas bio) yang dapat dilaksanakan dalam skala rumah tangga maupun dalam skala besar. Saat ini kriteria yang ada menitikberatkan pada pengeraman anaerobik untuk limbah domestik, limbah peternakan, dan limbah pabrik alkohol (SUWARNO, N, DKK, 1989). Makalah ini diharapkan dapat membantu memberikan jalan keluar terhadap gangguan pendangkalan sungai/waduk atau navigasi, sekaligus memberikan alternatif pemecahan terhadap makin menipisnya cadangan bahan bakar minyak untuk enersi dalam skala rumah tangga /pemukiman.

Deskripsi Alternatif :

Perkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sungai, danau, hingga ke perairan payau sangat pesat akhir-akhir ini , sehubungan dengan makin meningkatnya limbah domestik, industri, dan pertanian. Penggunaan jenis deterjen yang mengandung kadar fosfat tinggi juga dapat mempengaruhi laju tumbuh enceng gondok tersebut. Laju tumbuh enceng gondok yang tidak terkendali dapat memperdangkal perairan sehingga meningkatkan biaya pemeliharaan sungai/waduk. Debit air sungai menjadi makin kecil sehingga mempengaruhi produksi pangan di areal pesawahan, menurunkan produksi budidaya ikan tawar di tambak-tambak, maupun mengurangi jatah air baku untuk air industri atau air minum perkotaan. Sarana navigasi sungai terhambat sehingga dapat mempengaruhi ekonomi daerah yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan sarana itu . Enceng gondok merupakan tanaman air liar yang mengganggu aliran air dan dapat merusak sistem pompa bangunan sadap. Sebagai tanaman air liar yang mengganggu, enceng gondok perlu dimanfaatkan pertumbuhan pesatnya dengan merubahnya menjadi sumber enersi (gas bio) yang dapat dilaksanakan dalam skala rumah tangga maupun dalam skala besar. Saat ini kriteria yang ada menitikberatkan pada pengeraman anaerobik untuk limbah domestik, limbah peternakan, dan limbah pabrik alkohol (SUWARNO, N, DKK, 1989). Makalah ini diharapkan dapat membantu memberikan jalan keluar terhadap gangguan pendangkalan sungai/waduk atau navigasi, sekaligus memberikan alternatif pemecahan terhadap makin menipisnya cadangan bahan bakar minyak untuk enersi dalam skala rumah tangga /pemukiman.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiD
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: