Path: Top > S2-Theses > Geological Engineering-FITB > 2009

ANALISIS STRATIGRAFI SEKUEN FORMASI TARAKAN, KAITANNYA DENGAN DISTRIBUSI DAN KUALITAS RESERVOIR DI SUB-CEKUNGAN TARAKAN KALIMANTAN TIMUR

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:38:35
Oleh : PRIATIN HADI WIJAYA (NIM 22007004); Pembimbing : Dr. Ir. Djuhaeni dan Dr. Ir. Asep K. Permadi, S2 - Geology
Dibuat : 2009, dengan 9 file

Keyword : Formasi Tarakan, Stratigrafi sekuen, Fasies seismik, Distribusi, Kualitas reservoir

Penelitian geologi migas di Cekungan Tarakan relatif sangat kurang dibandingkan dengan Cekungan Kutai, diantaranya mengenai analisis stratigrafi sekuen yang lebih detil dan komprehensif, tingkat variasi lapisan sedimen di daerah transisi dengan laut dangkal sampai sedang dan keterkaitan system tract dengan distribusi dan kualitas batuan reservoir. Padahal eksplorasi minyak dan gas bumi di Cekungan Tarakan, Kalimantan Timur telah mengalami proses waktu yang sangat panjang bahkan termasuk salah satu eksplorasi tertua di Indonesia. Namun eksplorasi di wilayah lepas pantai termasuk di timur Pulau Tarakan masih belum ditemukan lapangan migas yang bernilai ekonomis. Ini sangat berbeda dengan hasil eksplorasi Cekungan Kutai di lepas pantai dan laut-dalam yang telah mengalami kemajuan signifikan dalam 10 tahun terakhir setelah ditemukan beberapa lapangan migas laut-dalam seperti West Seno dan Gendalo.

Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana pola kumpulan parasekuen, tipe system-tract, fasies dan model sedimentasi pada Formasi Tarakan yang berumur Pliosen di wilayah timur dari Pulau Tarakan dan lepas pantainya, kemudian dihubungkan dengan aspek reservoir khususnya distribusi dan kualitas batuan reservoir. Dengan permasalahan tersebut, untuk mengawali penelitian, kami melakukan kajian pustaka dari kerangka geologi regional, tektonostratigrafi, sistem petroleum di Sub-Cekungan Tarakan dan konsep serta pemahaman stratigrafi sekuen juga distribusi dan kualitas reservoir.

Berdasarkan pada pemerolehan data yang terdiri dari penampang seismik 2D, log sumur, rangkuman data biostratigrafi dan data check-shot, penelitian dilakukan secara bertahap mulai dari analisis sekuen dan korelasi log sumur, interpretasi dan analisis seismik stratigrafi, pemetaan bawah permukaan, analisis distribusi dan kualitas reservoir sampai pemodelan 3D untuk distribusi volume serpih (Vsh) dan porositas efektif. Tahapan metodologi penelitian ini menggunakan beberapa perangkat lunak yang diproses secara integratif mulai dari Microsoft Excell, Surfer, LogPlot sampai Petrel Schlumberger.

Hasil akhir penelitian, pada Formasi Tarakan dari analisis sekuen dibagi menjadi dua sekuen T1 dan sekuen T2 yang kedua sekuen memiliki pola system-tract lengkap yaitu dari LST, TST dan HST. Pada kedua sekuen adalah tipe-1 yang dialasi oleh paket sedimen LST karena terjadi forced regression yang masing-masing sekuen mengalami perubahan arah sedimentasi (switching), proses pergeseran batas luar intertidal yang sangat variatif dan perubahan geometri dan posisi unit pengendapan berlangsung intensif.

Untuk distribusi dan kualitas reservoir, Pada sekuen T2 yang lebih muda, distribusi dan kualitas reservoir lebih luas dan tinggi daripada sekuen T1. Dari komparasi setiap system-tract, paket HST pada sekuen T2 di lokasi yang sama cenderung memiliki distribusi dan kualitas lebih baik daripada paket LST dan TST.

Antara analisis stratigrafi sekuen dengan distribusi dan kualitas reservoir memiliki kaitan erat terutama di wilayah barat dan tengah yang lebih dekat ke landward. Pada sekuen T2 yang lebih muda memiliki distribusi dan kualitas reservoir lebih tinggi daripada sekuen T1 disebabkan fase regresi semakin dominan pada sekuen T2. Pada sekuen T2, P2-HST umumnya memiliki net-reservoir paling tebal dan kualitas reservoir paling tinggi daripada parasekuen P2-TST dan P2-LST. Dari pemodelan 3D, distribusi dan kualitas reservoir dicerminkan oleh posisi batas luar intertidal dan pergeseran pada area luar dari endapan gosong pasir (sand bar deposit).

Deskripsi Alternatif :

Petroleum geological research in Tarakan Basin is relatively less than Kutai Basin such as detailed and comprehensively sequence stratigraphy, variation of sediment layering from transition to outer-neritic zone and its related to reservoir distribution and quality. Actually oil and gas exploration in Tarakan Basin, East Kalimantan, has been carried out since almost a hundred years ago and its include as the oldest basin in Indonesia. Unfortunately, offshore exploration in eastern part of offshore Tarakan Island has not yet been discovered oil and gas field significantly. This fact is contrary with offshore and deep-water of Kutai Basin that has discovered significant oil and gas fields i.e. West Seno and Gendalo Fields.

The problem of this research are how to determine parasequence set, system-tract type, sedimentation facies and modeling of Tarakan Formation in eastern part of onshore and offshore Tarakan Island and then related with the reservoir rock distribution and quality. To solve the problem, I started from reference studies such as regional geology framework, tectonostratigraphy, petroleum system of Tarakan Sub-Basin and concept as well as basic understanding of sequence stratigraphy and reservoir aspects.

Based on data available i.e. 2D seismic in SEGY-files, well log in LAS-file, biostratigraphy data summary and check-shot data, steps of research are sequence analysis and wells correlation, interpretation and analysis of seismic stratigraphy, subsurface mapping, reservoir distribution and quality analysis and finally 3D properties modeling for Vsh and effective porosity of net-reservoirs. This research methodology is to use several integrative softwares such as Microsoft Excell, Surfer, LogPlot and Petrel Schlumberger.

The result of this research is Tarakan Formation can be divided into two sequences; T1 and T2 sequences. Both sequence has completely system-tract i.e. Lowstand System Tract (LST), Transgressive System Tract (TST) and Highstand System Tract (HST). The sequences include as type-1 sequence that lower sequence boundary is an erosion base due to forced regression. Each of sequence has variety of sedimentation, switching direction complex and intensively changing of geometry and position of sedimentation environmental unit.

T2 sequence, younger than T1, has more expansive distribution and higher quality of reservoir than T1 sequence. Based on system-tract analysis, HST package of T2 sequence in the same location is generally better than LST dan TST package.

There is a relationsip between sequence stratigraphy analysis and reservoir distribution and quality, especially in western and centre part of research location. T2 sequence that has higher reservoir quality is due to regressive phase increasingly dominant. Based on result of 3D properties modeling, rate of reservoir distribution and quality is to be had influence over basinward changing of lower intertidal borders and sand bar deposits of intertidal area.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Djuhaeni dan Dr. Ir. Asep K. Permadi, Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...