Path: TopMemberIrwan@unix.lib.itb.ac.id

Pindi Setiawan, Menangkap Pesan dari Zaman yang Sirna

Kompas - Jumat, 17 Desember 2004
Clipping from JBPTITBPP / 2007-03-15 12:17:26
Oleh : Pindi Setiawan, Kompas
Dibuat : 2007-03-15, dengan 1 file

Keyword :
Seni Rupa, GAMBAR cap tangan di atas cadas, Analisis gambar cadas prasejarah

Url : http://www.kompas.com
Sumber pengambilan dokumen : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0412/17/naper/1443647.htm


ABSTRAK:

GAMBAR cap tangan di atas cadas itu meninggalkan kesan mendalam. Tersusun seakan membentuk komposisi, seperti buket bunga. Karya itu aslinya tersimpan di goa bernama Ilas Kenceng, Kalimantan, selama ribuan tahun. INI gambar cadas favorit saya. Berbagai penjuru dunia memiliki cap tangan karena itu gejala universal. Namun, di hampir setiap goa di Kalimantan, cap tangan tersusun seakan membentuk komposisi. Di Sulawesi ada juga yang disusun berbeda, misalnya ke bawah, tetapi tidak di banyak goa," kata Pindi Setiawan (39).

Bagi Pindi, cap-cap tangan adalah curahan perasaan untuk menyentuh, berhubungan secara gaib dengan dinding cadas atau penghuni goa itu sendiri. Sebagai jalan memasuki dunia lain. Gambar-gambar di Kalimantan, misalnya, mencerminkan ada sesuatu di luar diri yang memengaruhi hidup masyarakatnya di masa lalu. "Untuk menguasai itu mereka membuat upacara dengan salah satu tahapan membuat gambar. Maka, proses menggambar lebih penting dari gambar itu sendiri," ujarnya.

PENGUNJUNG ruang pameran Arkeologi Indonesia-Perancis, 6-18 Desember lalu, di Museum Nasional memang hanya menikmati gambar-gambar itu di poster atau foto hasil penelusuran puluhan goa di Kalimantan. Ada gambar cap tangan, garis bentuk tubuh manusia, hingga hewan seperti tokek dan rusa. Namun, Pindi Setiawan telah lama akrab dengan gambar-gambar tersebut di alam aslinya yang tersembunyi di lebat hutan dan ketinggian gunung. Dia tak sekadar merekam, tetapi berupaya menangkap pesan dari zaman yang hilang ribuan tahun lalu. Sudah 15 tahun terakhir pria kelahiran Bandung itu menelusuri berbagai goa di Indonesia, bahkan meluas ke Filipina dan Perancis.

Tahun 1992, atas dorongan Profesor Primadi Tabrani, Pindi mulai meneliti gambar cadas di Kei Kecil, Ambon, dengan kajian bahasa rupa. Analisis gambar cadas prasejarah adalah bagian dari kajian bahasa rupa di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB). Penelitiannya bermula dari kasus desain seperti logo Keluarga Berencana (KB) bergambar ayah, ibu, anak laki, dan anak perempuan bergandengan tangan. Ternyata, di pedesaan masih ada yang mengira KB berarti punya anak laki-laki dan perempuan. Bahasa rupa ternyata tidak universal dan perlu disesuaikan dengan target agar nyambung. Apalagi Indonesia terbilang multikultur. "Kami berupaya menggali bahasa rupa Indonesia, mulai dari bahasa rupa tradisional di relief candi, film, hingga prasejarah," katanya.

Tahun-tahun berikutnya, sebagai peneliti Kajian Bahasa Rupa ITB, Pindi mengunjungi situs-situs gambar cadas. "Kebetulan saya gemar kegiatan alam," kata mantan anggota Wanadri ini ...........

Copyrights : Copyright (c) 2007 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Irwan Sofiyan

Download...