Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2011

STRATEGY FORMULATION OF PT "X" IN RETAIL FUELS INDUSTRY : ANALYSIS USING STRATEGIC POSITIONING, BUSINESS MODELLING AND KEY SUCCESS FACTORS

FORMULASI STRATEGI DARI PT "X" DALAM INDUSTRI SPBU : ANALISA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGIC POSITIONING, BUSINESS MODEL DAN KEY SUCCESS FACTORS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:11
Oleh : PIETER WIJAYA (NIM : 29108316); Pembimbing : Dr. Ir. Mohamad Toha, S2 - Business Administration
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Strategic Positioning, Business Model, Key Success Factors and Business Strategy

Di Indonesia, PT "X" adalah sebuah perusahaan energi yang bergerak di industri hilir. PT "X" memiliki beberapa unit bisnis dengan unit bisnis pelumas dan bahan bakar sebagai dua unit bisnis teratas. Pada kuartal ketiga tahun 2005 untuk pertama kali dan menjadikannya pionir, PT "X" membuka SPBU, sebagai antisipasi deregulasi pemerintah terhadap bahan bakar


minyak bersubsidi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2010. Industri bahan bakar retail merupakan industri monopoli di mana perusahaan migas nasional dapat menjual bahan bakar bersubsidi sehingga kompetisi menjadi timpang karena perbedaan harga yang sangat besar antara bahan bakar subsidi dengan produk yang dijual oleh PT "X". Kompetisi menjadi semakin sengit dengan adanya pembenahan dari perusahaan migas nasional tersebut dan


masuknya beberapa pemain lain ke dalam industri. Sepanjang tahun 2005 hingga 2010 dan terutama pada tahun 2007-2008 ketika harga minyak mentah naik pesat, SPBU dari PT "X" mengalami kerugian karena perbedaan harga yang hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan bahan bakar minyak bersubsidi (yaitu Rp 11.000 dengan Rp 4.500). Di sisi lain, rencana pemerintah untuk menghentikan atau mengurangi subsidi bahan bakar minyak telah ditunda beberapa kali, walaupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sangat terbebani. Hal ini


menimbulkan pertanyaan “Bagaimana cara berkompetisi secara efektif bagi PT "X" ?". Untuk memecahkan persoalan di atas, dilakukan riset dengan metode kualitatif dan kuantitatif.


Metode kualitatif dilakukan dengan wawancara. Metode kuantitatif dilakukan dengan metode Delphi, khususnya untuk mengeksplorasi "Lingkungan Bisnis" dan "Strategic Positioning". Dari data dan analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode di atas, diperoleh dua masukan atas "Strategic Positioning",yaitu melakukan diferensiasi portfolio produk dan menjadi partner pilihan (bagi stakeholder). "Key Success Factor" untuk


mengimplementasikan “Strategic Positioning” tersebut adalah "Accessibility", segmen customer yang diperluas, Value Proposition harus memasukkan benefit dari produk PT "X" dan program-program untuk mendapatkan customer baru serta meningkatkan "brand image". Berdasarkan hasil-hasil di atas, hal-hal yang disarankan kepada perusahaan untuk dilakukan dalam waktu setahun ke depan adalah meningkatkan investasi dalam komunikasi /promosi


tentang benefit dari produk, melakukan kerjasama dengan fans club dan eksplorasi potensi pemasangan iklan di SPBU sebagai sumber pemasukan lainnya.

Deskripsi Alternatif :

In Indonesia, PT "X" is an energy company who is operating in downstream business. PT "X" has many business units with Lubricants and Fuels as the top two business units. In Q3 2005, for the first time and making PT "X" as the pioneer, PT "X" opened up a Fuel Station business, to anticipate the opening up of Subsidized fuel by Government sometime 2010. Retail fuels is a monopoly industry where national oil company can sell subsidized fuels making the competition not equal because of the big price disparity between subsidized fuels and the products of PT "X". Competition becomes more fierce due to the tidying-up of that national oil company and other players coming into the industry. During 2005 until 2010 and in particular in 2007-2008 when the crude oil jumped up, PT "X" Fuel Station business was bleeding very badly because the price disparity was almost triple with the subsidized (Rp 11,000 vs Rp 4,500). On the other hand, the plan of Government to stop or minimize subsidized fuel has been postponed a few times, despite of the suffering of State budget. This arises the question "For PT "X", how to compete effectively ?". To solve above problem, research is done using qualitative and quantitative methods.


Qualitative method is done by conducting interviews. Quantitative method is done with Delphi method, especially to explore the "Business Environment" and "Strategic Positioning". Based on data and analysis done using above methods, there are two inputs for "Strategic


Positioning" , i.e. to differentiate product offer and to become "Partner of Choice" (for stakeholder). "Key Success Factor" to implement the “Strategic Positioning” are accessibility, broadening of customer segment, value proposition to cover the benefit of the products of


PT "X" and programs to acquire new customers and to increase brand image. Based on above results, items suggested to the company, to be implemented within a year are to invest more in communications / promotion of the benefit of the products, to cooperate with fans club and to explore the potential to get advertisements in the fuels stations as other revenue stream.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Mohamad Toha, Editor: PKL-SMK

File PDF...