Path: Top > S1-Final Project > Physics-FMIPA > 2009

DISTRIBUSI METAN HIDRAT DI INDONESIA (STUDI KASUS: CEKUNGAN MAKASSAR UTARA dan CEKUNGAN MUKA BUSUR SUNDA)

DISTRIBUTION OF METHANE HYDRATE IN INDONESIA (CASE STUDIES: NORTH MAKASSAR BASIN and SUNDA FOREARC BASIN)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:45:12
Oleh : PERHAT KARIM (NIM 10203062), S1 - Department of Physics
Dibuat : 2009, dengan 9 file

Keyword : Metan Hidrat deposit, Indonesia, BSR, Profil Kecepatan Gelombang P, Gradien Geotermal, Methane Hydrate deposit, Indonesia, BSI Velocity Profile of P-wave, Geothermal Gradient

Metan Hidrat merupakan kristal padat yang terbentuk oleh air dan gas. Molekul gas terperangkap dalam rongga air yang diikat oleh ikatan hidrogen antar molekul air, tipe ini disebut dengan Clathrate. Metan Hidrat merupakan salah satu sumber energi alternatif karena memiliki jumlah besar dan tersebar di berbagai belahan dunia, khususnya di daerah permafrost dan di sedimen bawah laut (tepi kontinen). Hidrat terbentuk pada kondisi tekanan tinggi dan temperatur rendah. Untuk di Indonesia, hidrat diidentifikasi berada di daerah Cekungan Makassar Utara dan Cekungan Muka Busur Sunda.

Tugas Akhir ini menjelaskan mengenai berbagai informasi yang terkait dengan keberadaan metan hidrat di Indonesia. Hidrat terdeteksi dari penampakan BSR pada penampang seismik. BSR diidentifikasikan sebagai batas bawah dari sedimen tersaturasi hidrat (Hydrate Bearing Layer) pada kedalaman 300 m di bawah dasar laut untuk daerah Cekungan Makassar Utara dan pada kedalaman 600 m di bawah dasar laut untuk daerah Cekungan Muka Busur Sunda. Pada Cekungan Makassar Utara gradien geotermal sebesar 0.047 oC/m dan kecepatan gelombang-P sekitar 1.625 Km/s. Sedangkan untuk daerah Cekungan Muka Busur Sunda, gradien geotermalnya sebesar 0.033 oC/m dan kecepatan gelombang-P sekitar 2.33 Km/s. Informasi-informasi tersebut saling terkait dengan pembuktian keberadaan metan hidrat di Indonesia.

Deskripsi Alternatif :

Metha ne hydrate is a crystalline solid that is formed by water and gas. The gas molecules are trapped in water cavities that are composed of hydrogen-bonded water molecules, this type is called Clathrate. Methane hydrates is one of the alternative energy resources because of the massive quantities that spreads out globally in the world, especially in permafrost region and below oceanic sediment (Continental Margin). Hydrate form naturally under conditions of high pressures and low temperatures. Methane hydrate in Indonesia is identified in North Makassar Basin and Sunda Forearc Basin.

This final project describes various information related with the existence of methane hydrate in Indonesia. Hydrate was detected from the appearance of BSR (Bottom Simulating Reflector) on seismic section. BSR identified as the minimum hydrate bearing layer in the depth arround 300 m below the seafloor for North Makassar Basin and 600 m below the seafloor for Sunda Forearc Basin. In the North Makassar Basin, geothermal gradients averaged 0.047 oC/100m and the P-wave velocity arrounds 1.625 Km/s. In Sunda forearc basin, geothermal gradients is averaged 0.033 oC/100m with the P-wave velocity is arrounds 2.33 Km/s. The results analysis proved the existence of methane hydrate in Indonesia.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Satria Bijaksana, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...