Path: Top > S2-Theses > Environmental Engineering-FTSL > 2015

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN MASINIS KERETA (STUDI KASUS: PT.KAI DAOP II BANDUNG)

ANALYSIS FATIGUE FACTORS OF TRAIN DRIVER (STUDI CASE: PT.KAI DAOP II BANDUNG)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:07
Oleh : PARULIAN SWANDA PURBA (NIM : 25312035), S2 - Environmental Engineering
Dibuat : 2015, dengan 8 file

Keyword : Faktor fisik lingkungan kabin masinis, enzim saliva, reaction timer, kelelahan masinis

Kereta Api merupakan salah satu transportasi publik di Indonesia yang banyak diminati dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Untuk dapat meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penggunaan kereta api perlu dilakukan perubahan berbagai aspek salah satunya adalah faktor keselamatan. Faktor keselamatan tersebut adalah kondisi masinis saat bekerja harus memiliki kesiapan fisik, mental dan kecakapan profesi. Masinis yang bertugas mengendalikan lokomotif/kereta memiliki potensi kelelahan yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan fisik kabin masinis. Faktor fisik lingkungan yang dapat mempengaruhi kelelahan masinis adalah getaran, kebisingan dan temperatur kabin masinis. Evaluasi getaran dengan menggunakan perhitungan ISO2631-1. Pengukuran faktor fisik lingkungan dilakukan pada kabin masinis lokomotif CC206 kereta GOPAR, lokomotif CC203 dan CC201 pada lokomotif langsir serta kereta KD2. Sedangkan pengukuran indikator kelelahan dilakukan sebelum dan sesudah bekerja, dengan metode dry chemistry system yaitu pengujian aktivitas enzim saliva alpha-amylase (SAA) dan uji psychomotor yang menggunakan reaction timer. Berdasarkan analisis Mann-Whitney U, terdapat perbedaan rerata amylase sebelum kerja saat masinis puasa dan tidak puasa dengan p-value < 0.05. Hasil analisis multiregresi logistik indikator kelelahan amylase masih dipengaruhi oleh faktor masinis BMI, suhu dan bising, sedangkan indikator kelelahan waktu reaksi dipengaruhi oleh BMI, bising dan masa kerja.

Deskripsi Alternatif :

Train is one of the public transportation in Indonesia are used by many people of Indonesia. To be able to improve service and comfort of use of the train is necessary to change various aspects, one of which is the safety factor. The safety factor is the condition of train driver when the work must have the physical readiness, mental and professional skills. Train driver when controlling the locomotive / train has the potential fatigue caused by various factors, one of that factor is physical environmental factors train driver cabin. Physical environmental factors that can affect fatigue machinist is vibration, noise and temperature machinist cabin. Evaluation of vibration by using a calculation ISO2631-1. Measurements on the environmental physical factors cabin train driver locomotive CC206 which is operate with train GOPAR, CC203 and CC201 locomotive on train locomotive sidings and train KD2. While the measurement of fatigue indicators performed before and after work, the method of cleaning chemistry system that is testing the enzyme activity of salivary alpha-amylase (SAA) and the psychomotor test that uses reaction timer. Based on the analysis of the Mann-Whitney U, there are differences between the mean amylase prior to the current working machinist fasting and not fasting with p-value <0.05. Results of logistic multinomial regression analysis indicators fatigue amylase is influenced by BMI train driver, temperature and noise, while indicator fathigue with reaction time influenced by BMI, noisy and length of work.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id