Path: TopS2-ThesesMechanical Engineering-FTMD2006

PRELIMINARY DESIGN OF 7 TON/H CONTINUOUS MULTISTAGE FLUIDIZED BED DRYING SYSTEM COAL UPGRADING PILOT PLANT

DESAIN AWAL PABRIK PILOT PENINGKAT KUALITAS BATUBARA BERKAPASITAS 7 TON/JAM MENGGUNAKAN SISTEM PENGERINGAN KONTINYU PADA UNGGUN TERFLUIDISASI BERTINGKAT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:53:55
Oleh : Pandji Prawisudha (NIM 231 03 019), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2006-02-00, dengan 8 file

Keyword : coal drying, continuous multistage fluidized bed, preliminary design
Kepala Subjek : Engineering
Nomor Panggil (DDC) : T 621.402 3 PRA

Abstract :


Design of 7 ton/It capacity multistage superheated steam coal upgrading system has been performed. The system, namely CUT (Coal Upgrading Technology) is consisted of three beds with different operating conditions. The first bed has the operating conditions of 70 C, 1.5 bar and using preheated air as fluidizing gas. The second and third bed are using superheated steam extracted from moisture content of coal itself, designed to operate at temperature of 140 C and 220 C, and pressure of 1.5 bar and 4.76 bar, respectively. The raw coal having 30% moisture (dry basis) is also designed to achieve the 5% moisture as upgraded coal product.


The operating conditions and dimensions were derived from computer simulation using Cycle-Tempo(R) and Matlab(R) programs. The Cycle-Tempo program was used to simulate thermodynamic energy and mass balance of plant, while Matlab was used to simulate fluidization characteristics. The result of fluidizing gas mass flow rate from Matlab program was used as iteration input for Cycle-Tempo and the temperature and pressure conditions from Cycle-Tempo was inputted to Matlab program; the iterative process was repeated to reach convergence. It has been observed that the optimum configuration using superheated drying steam from the boiler at 390 C and 29.79 bar resulted in the ratio of drying steam to evaporated moisture to be 0.66 or 2.3 MJ/kg removed water, comparatively feasible compared to 3.3 to 4.2 1W/kg for currently available drying process.


The simulation results - completed with several considerations of operation and maintenance parameters - were then presented in Process Flow Diagram, Process and Instrumentation Diagram and System Note. The plant layout diagram was also sketched to make land occupying estimation. The overall results were then packaged as a Preliminary Design.


Simple financial analysis has also been performed to check the feasibility of the pilot plant project, and the results of 32.29% IRR and 6 year payback period are showing that the project is prospective.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak :


Desain awal sistem peningkat kualitas batubara menggunakan uap superpanas bertingkat telah dilakukan. Sistem yang bernama CUT (Coal Upgrading Technology) ini terdiri dari tiga unggun terfluidisasi yang masing-masing bekerja pada kondisi operasi yang berbeda-beda. Unggun pertama bekerja pada 70 C dan 1,5 bar menggunakan udara panas sebagai gas pendorong fluidisasi. Unggun kedua dan ketiga menggunakan uap superpanas yang diambil dari kandungan air batubara itu sendiri, dan didesain untuk bekerja masing-masing pada 140 C dan 220 C dengan tekanan 1,5 bar dan 4,76 bar. Batubara yang awalnya memiliki kandungan air 30% (basis kering) juga didesain untuk keluar sebagai produk batubara dengan kandungan air 5%.


Kondisi operasi dan dimensi sistem pengering didapat dari simulasi komputer menggunakan program Cycle-Tempo(R) dan Matlab(R). Program Cycle-Tempo digunakan untuk mendapatkan kesetimbangan termodinamik massa dan energi di pabrik, sedangkan Matlab digunakan untuk mendapatkan karakteristik fluidisasi. Laju aliran massa gas fluidisasi dari program Matlab digunakan sebagai input iterasi untuk Cycle-Tempo, dan kondisi temperatur serta tekanan dari Cycle-Tempo dimasukkan secara iteratif pada program Matlab; keseluruhan proses ini diulang hingga konvergen. Konfigurasi yang optimum telah ditemukan dengan basil uap superpanas yang diperlukan dari boiler memiliki kondisi 390 C dan 29,79 bar, dan perbandingan uap pengering dengan kandungan air yang diuapkan adalah 0,66 atau 2,3 MJ/kg air yang diuapkan. Hasil ini masih layak bila dibandingkan dengan proses pengeringan saat ini yang membutuhkan 3,3 hingga 4,2 MJ energi per kilogram air yang diuapkan.


Hasil simulasi, lengkap dengan beberapa pertimbangan mengenai parameter operasi dan perawatan, dituangkan pada Diagram Aliran Proses, Diagram Proses dan Instrumentasi serta Catatan Sistem. Diagram layout pabrik juga dibuat untuk memperkirakan kebutuhan lahan, dan basil keseluruhannya dituangkan pada Desain Awal. Analisis kelayakan keuangan sederhana untuk proyek pabrik pilot ini juga telah dilakukan, dengan basil IRR 32,29% dan payback period 6 tahun berarti proyek ini layak untuk dilakukan.

Copyrights : Copyright (c) 2006 by Faculty of Industrial Technology ITB. Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung,40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author to ITB Central Library in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Supervisor : Aryadi Suwono, Prof. Dr.


    Co-Supervisor : Toto Hardianto, Dr. Ir.


    Scanner : Novian Kurniawan
    , Editor: Novian Kurniawan

Download...