Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2009

KAPASITAS KOMUNITAS PADA PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN (Studi Kasus di Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus)

COMMUNITY CAPACITY ON LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT IN POVERTY ALLEVIATION Case Studies in Pulau Panggung Subdistrict, Tanggamus Regency

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:16
Oleh : NURUL FAJRI (NIM 24007005), S2 - Development Studies
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : pengembangan ekonomi lokal, kapasitas komunitas, kemiskinan

Reformasi politik yang terjadi di Indonesia menegaskan perlunya mencari pendekatan pembangunan "baru" dalam menanggulangi masalah kemiskinan yang lebih berorientasi kepada masyarakat. Salah satu pendekatan pembangunan yang menjadikan masyarakat sebagai aktor utama dalam prosesnya adalah pengembangan ekonomi lokal (PEL). PEL memandang masyarakat miskin sebagai aset yang berpotensi menjadi kekuatan besar dalam memacu perkembangan ekonomi daerah jika kapasitas komunitasnya dapat dimobilisasi dan dikembangkan sehingga diharapkan juga dapat mengatasi isu-isu utama pembangunan terutama masalah kemiskinan.

Kapasitas komunitas dalam PEL merupakan sumberdaya lokal dalam endogenus development yang sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam membangun kemitraan melalui proses berorientasi pada partisipasi masyarakat. Kapasitas masyarakat ini ditentukan oleh potensi yang ada dalam masyarakat itu sendiri, sehingga persoalan mendasar yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh mana kapasitas komunitas telah mendukung PEL dalam penanggulangan kemiskinan?

Penelitian ini melakukan identifikasi terhadap kapasitas kelompok tani dalam pengembangan ekonomi lokal, faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok tani dalam pengembangan ekonomi lokal, dan peran pengembangan ekonomi lokal dalam menanggulangi kemiskinan di Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Kapasitas komunitas dilihat dengan menggunakan instrumen Indeks Kapasitas Komunitas yang terdiri atas empat domain yakni Kemitraan Dalam Jejaring, Transfer Pengetahuan, Problem Solving, dan Infrastruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kapasitas komunitas kelompok tani serta faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas komunitas kelompok tani dalam pengembangan ekonomi lokal sedangkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan keterlibatan keluarga miskin dalam pengembangan ekonomi lokal.

Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung kapasitas komunitas kelompok tani sebagai salah satu syarat dalam pengembangan ekonomi lokal yang dinilai berdasarkan empat domain Indeks Kapasitas Komunitas belum cukup kuat, masih dibutuhkan upaya-upaya peningkatan dalam membangun kapasitas kelompok karena masih terdapat kekurangan pada domain-domain tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas komunitas kelompok tani adalah pelaksanaan program KPEL dan Kimbun melalui pembentukan kelompok, pertemuan rutin bulanan, informasi yang intensif, pelatihan, dan temu usaha. Selain itu kelompok memiliki ketua yang sekaligus tokoh masyarakat setempat. Faktor ketokohan ini disatu sisi mendukung kapasitas kelompok yakni dengan pengalaman yang dimiliki selama delapan tahun memimpin kelompok, tetapi disisi lain menghambat kapasitas kelompok dalam aspek regenerasi kepemimpinan yang belum pernah terjadi dari awal pembentukan kelompok hingga saat ini.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidakberhasilan pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Pulau Panggung dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan selain kapasitas komunitas yang belum sepenuhnya terbangun juga kelompok tani yang menjadi motor penggerak program KPEL dan Kimbun kurang mengarusutamakan keterlibatan keluarga miskin dalam kegiatan pengembangan komoditi kopi. Hal ini disebabkan oleh persyaratan untuk menjadi anggota kelompok dirasakan cukup berat dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok hanya melibatkan anggota-anggotanya saja.

Berdasarkan temuan hasil penelitian tersebut, maka direkomendasikan dalam setiap kebijakannya hendaknya pemerintah melibatkan pengusaha, kelompok tani, dan keluarga miskin secara holistik agar dapat berperan secara proaktif. Dalam kaitannya dengan regenerasi kepemimpinan dalam kelompok tani, pemerintah sebagai regulator hendaknya mendorong terjadinya regenerasi dalam kelompok. Kelompok mengurangi tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bantuan dari pemerintah melalui usaha-usaha kemandirian. Pembentukan kelembagaan merupakan hal sangat penting untuk mengutamakan keterlibatan keluarga miskin dalam proses PEL dan mengantisipasi rendahnya partisipasi keluarga miskin, maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk membuka wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya partisipasi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Deskripsi Alternatif :

Political reforms that occurred in Indonesia stressed the need to explore the development of "new" in tackling the problem of poverty is more oriented to the community. One approach that makes the development community as the main actors in the process is the development of local economy (LED). LED look poor as a potential asset into a major force in the area drive the economic development of the community if the capacity can be mobilized and are expected to be developed so that it can also overcome the issues of major development problems, especially poverty.

Community capacity in the field is a local resource in endogenus development requires the involvement of the community in building a partnership through a process-oriented public participation. Community capacity is determined by the potential that exists in society itself, so that the fundamental issues raised in this research is the extent to which communities have the capacity to support poverty reduction in the LED?

This research to identify the capacity of farmers' groups in the development of local economy, the factors that affect the capacity of farmers' groups in local economic development, and the role of local economic development in tackling poverty in Pulau Panggung Subdistrict, Tanggamus Regency, Lampung Province. Community capacity views by using the instruments of the Community Capacity Index is made up of four domains of Partnership In Networking, Knowledge Transfer, Problem Solving, and Infrastructure. Methods used are qualitative and quantitative approaches. Qualitative approach is used to analyze the capacity of farmers' groups and community factors that influence the capacity of community farmers' groups in local economic development, while quantitative and qualitative approach is used to identify and describe your involvement in the development of the poor local economy.

The results of the analysis indicate that the capacity of community resources to support farmers' groups as one of the conditions in the local economic development that are based on four domains Community Capacity Index has not been strong enough, still need improvement efforts in building the capacity of the group because there are still shortages in certain domains. Factors that affect the capacity of community groups is the implementation of agricultural programs through the KPEL and Kimbun Proquest groups, regular monthly meetings, information-intensive, training, and business meeting. In addition the group has a chairman who figures to the local community. This factor ketokohan On the one hand support the capacity of groups with experience during the eight years leading the group, but hindered the capacity of the other groups in the regeneration aspects of leadership that has not happened from the beginning of the formation of groups to this day.

The results of the analysis indicate that failure local economic development in District Island Stage in the community of poverty than the capacity of communities that have not fully awakened the farmer groups who are driving motor KPEL and Kimbun program priority less involvement of the poor in development activities commodity coffee. This is caused by the requirements to become a member of the group felt quite heavy and activities undertaken by the group involving only members only.

Based on the findings of the research results, the recommended policies in each of the government should involve employers, farmers' groups, and poor families is holistic in order to contribute proactively. In relation to the regeneration of leadership in farmers' groups, government as regulator should encourage the occurrence of regeneration in the group. Groups to reduce the high level of dependence on assistance from the government through the efforts independence. The establishment of institutions is very important for the involvement of the poor in the LED process and anticipate the low participation of the poor, the need to be efforts to unlock insight and knowledge on the importance of their participation to improve the welfare together.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(2) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Dewi Sawitri, M.T., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...