Path: Top > S3-Dissertations > Mathematics-FMIPA > 1981

ISOLASI DAN KARAKTERISASI SUATU RACUN YANG MENYERUPAI AFLATOKSIN B1

ISOLATION AND CHARACTERIZATION OF AN AFLATOXIN B1-LIKE SUBSTANCE

PhD Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:45:34
Oleh : Nursal Asbiran, S2 - Biology
Dibuat : 1981-00-00, dengan 9 file

Keyword : aflatoksin, Aspergillus flavus, isolation
Kepala Subjek : Biology
Nomor Panggil (DDC) : T 571.953 3 ASB

ABSTRAK:


Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah biak Aspergillus flavus Indonesia memang menghasilkan Aflatoksin B1 (AFB1) seperti Aspergillus lavus yang diungkapkan dalam pustaka luar negeri. Hal ini sehubungan dengan ditemukannya AFB1 dalam jumlah yang jauh melampaui batas aman pada banyak bahan makanan kita di Indonesia. Pada percobaan yang dilakukan di sini berhasillah diisolasi suatu racun yang sifatnya mirip dengan AFB1 dari bungkil kacang tanah setelah ditanami dengan A. flavus. Pemisahannya dikerjakan lewat ekstraksi dengan campuran kloroform, air dan tanah diatomae yang dilanjutkan dengan kromatografi kolom dengan memakai silika gel. Zat tersebut memperlihatkan pada kromatografi lapisan tipis suatu noda yang berfluoresensi biru di bawah lampu ultraviolet. Rf-nya ternyata sama dengan standar AFB1. Penelitian spektrum seraPan di daerah ultraviolet menunjukkan bahwa isolat tersebut mempunyai 2 puncak maksima ialah pada 275 dan 244 nm sedangkan standar AFB1 memperlihatkan 3 puncak maksima pada 360, 265 dan 241 nm. Diperkirakan bahwa perbedaan ini disebabkan karena perbedaan dalam struktur molekulnya. Sehubungan dengan ini maka senyawa isolat seterusnya disebut Aflatoksin Bx(AFBx). Seperti halnya dengan AFB1, AFBx juga menghambat pertumbuhan Bacillus megaterium walaupun kurang kuat. Kedua aflatoksin tersebut menghambat respirasi homogenat hati tikus. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa baik AFB1 maupun AFBx menghambat dengan nyata aktifitas ATP-ase yang dapat diisolasi dari hati tikus. Studi kinetik yang dilakukan kemudian menunjukkan bahwa Ki(AFB1)=1,2x10-5M sedangkan Ki(AFBx)=6,4x10-5M. Ini menandakan bahwa AFBx adalah kurang kuat dalam menghambat aktifitas ATP-ase dari pada AFB1. L-sistein suatu senyawa yang mempunyai gugus sulfhidril dapat mengurangi atau meniadakan penghambatan tersebut. Ini menunjukkan bahwa gugus SH enzim berlomba dengan gugus SH sistein untuk diikat oleh AFB1 atau AFBx. Dalam hal ini dapat dikemukakan bahwa hambatan tersebut bersifat bersaing (kompetitif). Seperti diketahui AFBx dan AFB1 adalah hampir mirip sedangkan analisa racun dalam bahan makanan pada umumnya didasarkan atas anggapan bahwa senyawa tersebut adalah AFB1. Oleh karena itu dapatlah dimengerti bila ada kemungkinan salah penafsiran dalam derajat racun makanan tersebut karena yang ditentukan bukanlah AFB1 yang mempunyai potensi tinggi tetapi adalah AFBX yang mempunyai potensi yang jauh lebih kecil dari pada AFB1.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT:


The aim of this work is to examine whether Aspergillus flavus always produces Aflatoxin B1 (AFB1) as it was explained in literatures. It has been reported recently that Indonesian food contain a considerable amount of Aflatoxin B1 exceeding the safety level. However, the cases of the liver diseases which are caused by Aflatoxin B1 is much lower than it is expected.


An Aflatoxin B1-like substance has been isolated recently in our laboratory from peanut press cake after it has been cultivated with Aspergillus flavus. The purification was performed by extracting the raw material with amixture of chloroform, water and silica, followed by column chromatography using silica gel. The substance showed one blue fluorescence spot on a thin layer chromatographic (TLC) plate. The Rf of that substance is the same as that of AFB1.


The investigation on absorption spectra in the ultraviolet region showed that the isolated substance had 2 peaks, viz. at 275 and 244 nm, while AFBI has 3 peaks, viz. at 360, 265 and 241 nm. It can be conluded so far that the difference in the spectra might be due to the difference in their structures. In this connection the ated substance was further called Aflatoxin BX (AFBX). as well as AFB1 were toxic towards Bacillus AFB megaterium. However, AFBx was less potent than AFB1. Both toxins were able to inhibit the respiration of rat liver homogenates. Further experiments revealed that AFB]. as well as AFBX possessed significant inhibitory effects on rat liver ATPases. Kinetics experiments showed that the Ki for AFB1 appeared to be 1.2 x 10 5 M, while for AFBx was 6.4 x 10-5 M. From these,experimantsl results it can be concluded that AFBx was less potent than AFB1.


In the course of further investigation it was shown that L-cysteine, a substance which possesses a SH group was able to restore or diminish the inhibition. Therefore it can be concluded that AFBx as well as AFB]. are inhibitors of the so called SH enzymes including ATP-ases. Further it was found that both toxins have about the same chemical as well as physical characteristics. It is known that Aflatoxin analyses in Indonesian food are determined based on the assumption that the substance was Aflatoxin B1. So it is quite possible that the estimated AFB1 in Indonesian food might be AFBx as the major component which is less toxic. This could explain why incidence of liver diseases in Indonesia are relatively low and not in accordance with that high AFB1 content as assayed in food.

Copyrights : Copyright (c) 1981 FMIPA ITB, Information Dissemination Right @ 2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung, 40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Promotor: P. Soedigdo, Prof., Dr.


    Co-promotor: Soekeni Soedigdo, Prof., Dr.


    Scan: Arnaz Driyastika M.


    (2008-01-03), Editor: driyastika

File PDF...