Path: TopS1-Final ProjectPhysics-FMIPA2016

INVERSI DATA GEOLISTRIK DENGAN METODE SINGULAR VALUE DECOMPOSITION (SVD) (STUDI KASUS GUNUNGAPI PAPANDAYAN)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-28 09:43:48
Oleh : NUR RAMA WIRA JULIA (NIM : 10212095), S1 - Department of Physics
Dibuat : 2016-09-20, dengan 8 file

Keyword : Geolistrik, Inversi, Resistivitas.

Metode geolistrik tahanan jenis merupakan metode yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Resistivitas adalah kemampuan suatu material untuk melawan arus listrik yang mengalir di dalam material tersebut. Pada tugas akhir ini dibuat pemodelan ke depan (forward) dan pemodelan inversi. Pemodelan ke depan menggunakan formulasi resistivitas semu diperoleh secara analitik dalam bentuk integral fungsi Bessel. Sedangkan pemodelan inversi menggunakan metode inversi least-square teredam dan Singular Value Decomposition (SVD). Dengan menggunakan data

sintetik diperoleh hasil inversi dengan error rms pada orde 10-4. Program pemodelan ini kemudian diaplikasikan pada tiga data sounding (data lapangan) daerah kawah gunungapi Papandayan. Berdasarkan hasil inversi data lapangan tersebut diperoleh error rms berturut-turut sebesar 0.063874, 0.99356 dan 1.0353 dengan jumlah iterasi yang sama yaitu 100 iterasi. Hasil penampang lintang 2-D

memperlihatkan ada tiga lapisan. Lapisan pertama dengan kedalaman 5 m di bawah permukaan bumi memiliki resistivitas sekitar 100 Ωm. Lapisan kedua dengan kedalaman 25 m memiliki resistivitas sekitar 10 Ωm. Lapisan ketiga memiliki resistivitas sekitar 1000 Ωm. Berdasarkan data geologi secara umum lapisan satu, kedua, ketiga berturut-turut dapat diinterpretasikan sebagai batuan piroklastik, soils, dan bedrock.

Deskripsi Alternatif :

Geoelectric resistivity method is a method studying the flow of electricity in the earth and how to detect it in the earth's surface. Resistivity is the ability to resist electric current flowing in the material. In this final project, forward and inverse modelling has been done. Forward modelling used apparent resistivity formula obtained analytically in the form of integral Bessel functions. While the inverse modeling used damped least-squares inversion and Singular Value Decomposition (SVD). By using synthetic data inversion results obtained with rms error on the order of 10-4. then, the forward modelling applied to three sounding data (data field) of Papandayan volcanic crater area. Based on the results of the inversion of field data, obtained rms error of 0.063874, 0.99356 and 1.0353 respectively, with the same number of iterations is 100 iterations. The results of the 2-D crosssectional view showing three layers. The first layer with a depth of 5 m below the earth's surface has a resistivity of about 100 Ωm. The second layer with a depth of 25 m has a resistivity of about 10 Ωm. The third layer has a resistivity of about 1000 Ωm. Based on the general geological data layers one, two, three in a row can be interpreted as pyroclastic rocks, soils and bedrock.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Department of Physics
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id