Path: TopS1-Final ProjectElectrical Engineering-STEI2008

PERANCANGAN MAC LOW-LEVEL LAYER UNTUK APLIKASI PADA IC WiMAX DENGAN MENGGUNAKAN PLATFORM eCOS

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:18:40
Oleh : NUGROHO ARIE WIDHYANTO (NIM 13204128), S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2008, dengan file

Keyword : Medium Access Control, Low-Level Layer WiMAX, software

Pada tugas akhir ini dirancang suatu Medium Access Control (MAC) Low-Level Layer WiMAX yang merupakan bagian dari program pengembangan IC WiMAX Indonesia. MAC Low-Level Layer ini merupakan bagian dari MAC Layer. Bagian ini pada prinsipnya adalah suatu software yang mengatur kerja dari IC WiMAX. Pada perancangan MAC Low-Level Layer ini dilakukan beberapa tahapan kerja, yaitu tahap perancangan spesifikasi, perancangan algoritma, pembentukan source code berdasarkan algoritma yang telah dibuat, dan terakhir pengujian source code yang telah dibuat. Pada tahap penentuan spesifikasi terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan spesifikasi MAC Low-Level Layer. Aspek-aspek tersebut antara lain meliputi spesifikasi umum MAC Layer dan spesifikasi PHYsical (PHY) Layer. Tahapan berikutnya dari perancangan ini adalah perancangan algoritma kerja MAC Low-Level Layer. Pada perancangan algoritma kerja ini aspek yang perlu diperhatikan adalah fungsi-fungsi yang harus dimiliki oleh MAC Low-Level Layer. Untuk implementasinya, MAC Low-Level Layer ini dibagi atasi beberapa bagian, yaitu PDU Encoder, Security Sublayer, Frame Encoder, Frame Decoder, dan PDU Decoder. Untuk tugas akhir ini, perancangan yang dilakukan meliputi Frame Encoder, Frame Decoder, dan platform eCos untuk sarana implementasinya. Bagian lain dari MAC Low-Level Layer ini telah dikerjakan oleh tim pengembang MAC Layer Dirjen Postel Indonesia. Hasil dari perancangan algoritma MAC Low-Level Layer ini diimplementasikan dalam suatu source code berbahasa C dan kemudian diuji dengan menggunakan NetBeans IDE-6.1, simulator LEON3 (TSIM), dan grmon (menggunakan FPGA). Pada tahap pengujian ini, parameter untuk menentukan keberhasilan pengujian adalah dengan melihat output dari frame encode dan output dari frame decoder. Pada bagian frame encoder parameter keberhasilan pengujian adalah kemampuan source code untuk mengurutkan data yang masuk (Packet Data Unit / PDU) sesuai dengan jenis modulasi dan Forward Error Correctionnya (FEC), kemampuan source code untuk menghasilkan Downlink Map (DL-MAP) dan kemampuan source code untuk menghasilkan Downlink Frame Prefix (DLFP). Selain itu, semua data yang telah dihasilkan tersebut harus disusun sesuai dengan format frame dalam IEEE Std. 802.16TM-2004. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa semua parameter pengujian tersebut telah berhasil dipenuhi. Untuk pengujian pada Frame Decoder, parameter keberhasilan pengujian adalah kemampuan source code untuk membaca PDU-PDU dalam suatu bitstream Frame. Hasil dari pengujian menunjukkan parameter keberhasilan pengujian telah terpenuhi. Untuk pengujian platform eCos, pengujian dilakukan untuk melihat fungsi threading, sinkronisasi, dan timing pada source code thread yang telah dirancang. Parameter keberhasilan pengujian ini adalah berhasil atau tidaknya sistem menjalankan multithread. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa parameter keberhasilan telah terpenuhi. Dengan demikian seluruh source code yang telah dirancang telah memenuhi parameter keberhasilan yang telah ditetapkan sesuai dengan IEEE Std. 802.16TM-2004.


(penulis tidak menampilkan tugas akhirnya dalam bentuk full-text)

Deskripsi Alternatif :

Pada tugas akhir ini dirancang suatu Medium Access Control (MAC) Low-Level Layer WiMAX yang merupakan bagian dari program pengembangan IC WiMAX Indonesia. MAC Low-Level Layer ini merupakan bagian dari MAC Layer. Bagian ini pada prinsipnya adalah suatu software yang mengatur kerja dari IC WiMAX. Pada perancangan MAC Low-Level Layer ini dilakukan beberapa tahapan kerja, yaitu tahap perancangan spesifikasi, perancangan algoritma, pembentukan source code berdasarkan algoritma yang telah dibuat, dan terakhir pengujian source code yang telah dibuat. Pada tahap penentuan spesifikasi terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan spesifikasi MAC Low-Level Layer. Aspek-aspek tersebut antara lain meliputi spesifikasi umum MAC Layer dan spesifikasi PHYsical (PHY) Layer. Tahapan berikutnya dari perancangan ini adalah perancangan algoritma kerja MAC Low-Level Layer. Pada perancangan algoritma kerja ini aspek yang perlu diperhatikan adalah fungsi-fungsi yang harus dimiliki oleh MAC Low-Level Layer. Untuk implementasinya, MAC Low-Level Layer ini dibagi atasi beberapa bagian, yaitu PDU Encoder, Security Sublayer, Frame Encoder, Frame Decoder, dan PDU Decoder. Untuk tugas akhir ini, perancangan yang dilakukan meliputi Frame Encoder, Frame Decoder, dan platform eCos untuk sarana implementasinya. Bagian lain dari MAC Low-Level Layer ini telah dikerjakan oleh tim pengembang MAC Layer Dirjen Postel Indonesia. Hasil dari perancangan algoritma MAC Low-Level Layer ini diimplementasikan dalam suatu source code berbahasa C dan kemudian diuji dengan menggunakan NetBeans IDE-6.1, simulator LEON3 (TSIM), dan grmon (menggunakan FPGA). Pada tahap pengujian ini, parameter untuk menentukan keberhasilan pengujian adalah dengan melihat output dari frame encode dan output dari frame decoder. Pada bagian frame encoder parameter keberhasilan pengujian adalah kemampuan source code untuk mengurutkan data yang masuk (Packet Data Unit / PDU) sesuai dengan jenis modulasi dan Forward Error Correctionnya (FEC), kemampuan source code untuk menghasilkan Downlink Map (DL-MAP) dan kemampuan source code untuk menghasilkan Downlink Frame Prefix (DLFP). Selain itu, semua data yang telah dihasilkan tersebut harus disusun sesuai dengan format frame dalam IEEE Std. 802.16TM-2004. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa semua parameter pengujian tersebut telah berhasil dipenuhi. Untuk pengujian pada Frame Decoder, parameter keberhasilan pengujian adalah kemampuan source code untuk membaca PDU-PDU dalam suatu bitstream Frame. Hasil dari pengujian menunjukkan parameter keberhasilan pengujian telah terpenuhi. Untuk pengujian platform eCos, pengujian dilakukan untuk melihat fungsi threading, sinkronisasi, dan timing pada source code thread yang telah dirancang. Parameter keberhasilan pengujian ini adalah berhasil atau tidaknya sistem menjalankan multithread. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa parameter keberhasilan telah terpenuhi. Dengan demikian seluruh source code yang telah dirancang telah memenuhi parameter keberhasilan yang telah ditetapkan sesuai dengan IEEE Std. 802.16TM-2004.


(penulis tidak menampilkan tugas akhirnya dalam bentuk full-text)

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Arif Sasongko, ST., MT., Editor: Vika A. Kovariansi